SIARAN PERS
Nomor : 276/SP/HM/BKKP/XII/2019

Bandung – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang P. S. Brodjonegoro mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) peneliti di Indonesia. Oleh karena itu perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan SDM peneliti unggul yang mampu menjadi pemimpin (leader) di bidangnya masing-masing. Berdasarkan data yang ada, peneliti di Indonesia saat ini paling banyak disumbang dari perguruan tinggi, terutama dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) dan Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU). 

“Statistiknya menunjukkan bahwa sumber daya peneliti di Indonesia adalah dari PTN-BH, urutannya yang paling banyak pertama dari PTN- BH, kedua dari PTN-BLU, dan yang ketiga dari Kementerian/Lembaga ,” ungkap Menteri Bambang saat menjadi Keynote speaker pada Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik PTN BH di Swiss Bell Resort Dago Heritage Bandung, Senin 9 Desember 2019.

Menristek/Kepala BRIN berharap peneliti baik dari perguruan tinggi maupun dari lembaga dan kementerian dapat bersinergi untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan perekonomian negara. Ia menjelaskan salah satu tantangan dari ekosistem penelitian di Indonesia adalah kualitas SDM peneliti. Saat ini peneliti di Indonesia masih didominasi peneliti dengan kualifikasi dibawah S3. Menteri Bambang mendorong agar peneliti di Indonesia baik di perguruan tinggi maupun di institusi penelitian lainnya untuk terus meningkatkan kompetensinya, salah satunya dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 

“Meskipun banyak orang mengatakan bahwa menjadi peneliti tidak harus S3, tetapi tetap saja kita akan memahami bahwa S3 itu diadakan untuk mencetak peneliti, maka dari itu jumlah 15% peneliti S3 ini masih kurang dan harus diperbanyak. Pemerintah telah menyiapkan berbagai skema beasiswa untuk memfasilitasi peneliti untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S3,” jelas Menteri Bambang. 

Menteri Bambang menambahkan perguruan tinggi memiliki peran dalam pengembangan iptek dan inovasi era industri 4.0 dalam membangun SDM yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan, mengembangkan iptek dan inovasi berbasis industri 4.0. Selain itu perguruan tinggi juga berperan menjadi produsen invensi dan inovasi untuk daya saing dan kesejahteraan masyarakat serta berkontribusi pada pembangunan nasional, dan pengembangan peradaban bangsa. 

“Penelitian yang ada di perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pengembangan iptek dan inovasi era industri 4.0 serta diharapkan riset dan inovasi dari perguruan tinggi mampu mengembangkan iptek, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa,” tambah Menteri Bambang.

Sementara itu Ketua Senat Akademik Unpad Oekan S. Abdoellah mengatakan sidang paripurna MSA PTNBH ini diharapkan dapat menghasilkan program kerja 2020 yang mampu mewujudkan transformasi budaya akademik dan pengembangan ekosistem inovasi PTNBH untuk kemandirian dan daya saing nasional. Majelis Senat Akademik (MSA) harus menjadi pelopor transformasi sistem pendidikan tinggi nasional di era disrupsi teknologi digital.

“Dengan itu, universitas sebagai institusi pendidikan tinggi tidak hanya unggul dan bersaing secara akademik di tingkat global namun juga harus memberikan kemanfaatan atau kemaslahatan bagi umat manusia di muka bumi ini,” pungkas Oekan.

Turut hadir pada acara ini Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Ketua MSA PTN-BH Nachrowi Djalal Nachrowi, Ketua senat Akademik dari seluruh PTN-BH, serta civitas akademika lainnya.