SiaranPersKemenristekdikti
No : 58/SP/HM/BKKP/III/2019

Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan perusahaan dan perguruan tinggi memiliki kesamaan dalam berkembang di era revolusi industri 4.0, yaitu semakin berkurangnya lokasi fisik dari perguruan tinggi maupun perusahaan.

“Kepemilikan tidak lagi penting, tapi sharing. Aset tidak perlu banyak, sama seperti perusahaan start-up yang baru, yang penting inovasi, kemudian disebar, kemudian ada sharing, jadilah perusahaan itu besar, tapi pusatnya dimana tidak ada yang tahu, bisa pusatnya ada dimana-mana,” ungkap Wakil Presiden Jusuf Kalla saat meresmikan Jusuf Kalla Entrepreneurial Leadership Centre (JKEC) di Universitas Tanri Abeng.

Wapres menyatakan pemimpin di pemerintahan, perusahaan, dan perguruan tinggi perlu memahami apa yang perlu diprioritaskan dalam bersaing di era revolusi industri 4.0, dimana sharing economy dan berkolaborasi dengan banyak kalangan profesional menjadi semakin penting.

“Ini semua perubahan revolusi akan menyebabkan pemimpin harus memahami. Kalau Gojek sharing dengan pengemudi, universitas sharing dengan dosen. Mahasiswanya boleh dari macam-macam. Profesornya boleh dari macam-macam negara, mengajar menjadi sharing,” ungkap Jusuf Kalla.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir yang turut hadir meresmikan pusat kajian tersebut menyatakan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta tidak boleh lagi berbangga telah berprestasi di dalam negeri tanpa memperhatikan kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri dalam era revolusi industri 4.0.

“Ini menandakan perguruan tinggi tidak bisa lagi mengandalkan (kinerja) dalam negeri saja. Biasanya perguruan tinggi yang mengandalkan di dalam negeri itu merasa besar, tapi di dunia kecil. Oleh karena itu perlu kolaborasi,” ungkap Menristekdikti.

Tanri Abeng, Rektor Universitas Tanri Abeng, menyatakan perguruan tingginya sudah bekerja sama dengan delapan perguruan tinggi dari Inggris, Australia, dan Korea Selatan dalam bentuk blended learning (gabungan antara online learning dengan perkuliahan tatap muka).

“Kami sudah membangun yang dinamakan aliansi strategis dimana kita bisa membangun kerja sama sehingga foreign unviersities tidak perlu membangun gedung yang besar (di Indonesia) yang pasti biayanya mahal. Oleh karenanya masuklah di Universitas Tanri Abeng yang kita bisa carry your programs,” Tanri Abeng, Rektor dari Universitas Tanri Abeng, yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

Jusuf Kalla Entrepreneurial Leadership Centre ini diresmikan oleh Wakil Presiden Muhammmad Jusuf Kalla bersama Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir ini juga dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Ansar Husen, Rektor Universitas Tanri Abeng, yaitu Tanri Abeng sendiri, para eselon Kemenristekdikti, perwakilan universitas asing mitra Universitas Tanri Abeng dari Australia, para dosen Universitas Tanri Abeng.


Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti

Instagram: @Ristekdikti
Twitter: @Kemristekdikti
Facebook: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
YouTube: Ristekdikti TV
Website: https://ristekdikti.go.id

Please follow and like us:
0