Siaran Pers Kemenristekdikti

Nomor: 154/SP/HM/BKKP/VIII/2019


Jakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menjelaskan saat ini Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) telah menerima usulan akreditasi secara daring sehingga lebih terjangkau bagi perguruan tinggi. Hal ini merupakan sebuah inovasi yang sangat dibutuhkan perguruan tinggi dan sesuai dengan tuntutan Revolusi Industri 4.0. Menteri Nasir memberikan apresiasi atas perkembangan Pelatihan Asesor Akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) selama lima tahun terakhir.

“Pada saat itu dalam melakukan akreditasi (perguruan tinggi) itu selalu menyerahkan borangnya pun mengeluarkan cost yang sangat mahal,” ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat membuka Pelatihan Asesor Akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan Dialog dengan Higher Education Evaluation and Accreditation Council of Taiwan (HEAACT) di Hotel Sari Pacific, Jakarta pada Kamis (22/8).

Sebelum menggunakan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO), perguruan tinggi di luar Jawa mengalami beban lebih besar saat mengusulkan akreditasi, terutama dari wilayah yang terjauh, seperti Papua.

“Kalau ini dari Sumatera Utara, datang ke Jakarta hanya sekadar menyerahkan borang dan tidak satu orang lagi, bisa dua orang bisa tiga orang. Katakan satu orang costnya lima juga, berarti tiga orang lima belas juta. Kalau ambil dari Timur, dari Papua. Satu orang bisa sepuluh juta, bisa tiga puluh juta, hanya sekadar menyerahkan borang,” ungkap Menteri Nasir yang dulu pernah juga menjadi asesor akreditasi BAN-PT.

Menristekdikti memberi apresiasi kepada BAN-PT yang sudah sanggup mengubah seluruh proses usulan akreditasi secara online.

“Bisa tidak kita menuju online system. Alhamdulillah pada saat itu sanggup melakukan hal ini, keluarlah yang namanya SAPTO. Selamat kepada BANPT. Ini dalam rangka penjaminan mutu,” ungkap Menteri Nasir.

Turut hadir dalam kesempatan ini Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Tjan Basaruddin, Executive Director HEEACT Angela Yung-Chi Hou dan para pimpinan HEEACT, serta para eselon BAN-PT, para anggota Dewan Eksekutif BAN-PT, dan puluhan asesor akreditasi BAN-PT

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti