Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor: 198/SP/HM/BKKP/IX/2019

Ngawi – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan rumah tahan gempa yang dapat dibangun dalam waktu empat jam, pada Jumat (27/9).

“Rumah ini akan kami kembangkan di lombok dan palu dengan pembangunan hunian tetap, untuk harga dari setiap unit rumah tersebut berbeda beda, mulai dari harga 60 juta sampai dengan 100 juta, tergantung tipe dari rumah yang akan di pesan, untuk itu masyarakat bisa lebih hemat, karna yang kita tahu bahwa hunian tetap yg biasanya jauh dari angka harga tersebut,” ujar Menteri Nasir.

Menristekdikti berharap masyarakat dapat lebih cepat dan lebih hemat membangun rumah tahan gempa, baik sebelum gempa terjadi maupun setelah gempa. Hal ini karena Indonesia merupakan negara dengan ring of fire, yang rentan akan potensi gempa. Maka dari itu bangunan seperti ini, akan sangat dibutuhkan untuk meminimalisir korban yang tertimbun oleh material runtuh akibat gempa.

Menteri Nasir berharap masyarakat dapat semakin banyak membangun rumah tahan gempa dengan Unplasticized Poly Vynil Chloride (UPVC). Selain karena cepat dan terjangkau, bahan ini juga ramah lingkungan karena dapat menggantikan pohon sebagai bahan baku pembuatan rumah.

“Berikutnya kita akan kembangkan terus-menerus ke depan dengan cepat. Kita akan kembangkan tidak hanya satu lantai, kemungkinan bisa menjadi dua lantai,” harap Menteri Nasir.

UPVC yang digunakan untuk rumah tahan gempa ini diteliti dan diujicoba oleh Universitas Diponegoro (Undip) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta diproduksi oleh PT Terryham Proplas Indonesia (TPI) dengan merk KENDS UPVC. UPVC yang dijadikan bahan bangunan ini tahan panas sampai 220 derajat Celcius, sehingga UPVC ini dapat digunakan sebagai bahan pembangun rumah yang tahan kebakaran dan tahan gempa. Hal itu karena bagian tembok, partisi, pintu, dan jendela menggunakan bahan Unplasticized Poly Vynil Chloride (UPVC), sementara tiang dan atapnya menggunakan baja ringan.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Pengembangan dan Teknologi Industri Budi Sulistyono, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti Nada Darmiyanti Sriwijaningrum, Direktur Pusat Teknologi dan Material Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Mahendra Anggaravidya, Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Yos Johan Utama, Tim Riset UPVC dari Undip, yaitu Agung Dwiyanto (Undip – Ketua), Sri Tudjono (Undip), Dody Andi Winarto (BPPT), dan Agus Subagio (Undip), Direktur PT Terryham Proplas Indonesia (TPI) Syamsunar, serta para tokoh masyarakat setempat.

Elsa Fitriani
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti

Instagram @Ristekdikti
Twitter: @Kemristekdikti
Facebook: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
YouTube: Ristekdikti TV
Website : https: //ristekdikti.go.id
Google Play: G-Magz