Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor : 219/SP/HM/BKKP/X/2019

Jakarta – Hari ini menandai peristiwa penting dari sebuah ide yang dimulai sekitar 5 tahun yang lalu. Sebuah gagasan tentang program baru dan mulia dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk pengembangan universitas yang akan berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan universitas kelas dunia di Indonesia. Beberapa dekade terakhir pendidikan tinggi telah ditempatkan sebagai pemain paling penting dalam sistem global. Eksistensi pendidikan tinggi semakin didorong oleh pengetahuan, informasi, dan gagasan.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan pentingnya kita untuk bekerja sama dan berkolaborasi. Saat ini kita hidup di masa dimana pengetahuan semakin vital bagi masyarakat dan ekonomi kita. Masa dimana sumberdaya modal dan manusia bersirkulasi dengan cepat, dibantu oleh teknologi komunikasi yang berkembang secara revolusioner. Pengetahuan menggantikan sumber daya lain sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi, dan pendidikan semakin menjadi dasar bagi kesejahteraan individu dan mobilitas sosial.

“Sangat penting bagi saya untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan Korea dan Indonesia terutama dengan Asia Cyber University. Kemenristekdikti menawarkan rektor dari luar negeri untuk memimpin universitas sekarang. Sebelumnya Kemenristekdikti sudah meluncurkan Asia Cyber University di Bali pada Agustus lalu dengan Profesor Cho sebagai Rektor Asia Cyber University. Menurut saya universitas ini akan membuka pikiran universitas lain di Indonesia. Peraturan lama di Indonesia pemimpin universitas harus dari Indonesia saja, tidak ada orang luar negeri. Tapi mulai saat ini kami ingin ada pemimpin universitas dari luar negeri,” ungkap Menteri Nasir dalam sambutannya pada acara Opening Ceremony Downtown Office Asia Cyber University di Prosperity Tower, Selasa (15/10).

Menteri Nasir berterima kasih terutama kepada Duta Besar Korea untuk kerja samanya dan berharap akan ada program berikutnya seperti Cyber Asia University tapi dari Australia, Jepang, China, Amerika Serikat, dan Eropa.

Lebih lanjut Menteri Nasir berharap Asia Cyber University (ACU) dapat berkontribusi dalam menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih luas serta keberhasilan individu. Hal itu dapat dimulai dengan komitmen penuh untuk memainkan peran kunci dalam menemukan siswa berbakat, terlepas dari latar belakang mereka. Penting untuk memberikan setiap orang kesempatan yang adil – dan peluang terbaik – untuk memenuhi potensi mereka.

Sementara itu Rektor Asia Cyber University Jan Youn Cho, mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi segala dukungan, khususnya visi dan misi Menteri Nasir serta kegigihannya dalam membuat sistem pendidikan tinggi Indonesia yang hebat dengan memungkinkan terbentuknya Asia Cyber University.

“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih, namun saya pikir ini hanya permulaan, langkah awal dari perjalanan panjang terutama dengan partner, Rektor Universitas Nasional dan saya. Empat tahun lalu kami pergi ke Seoul dan bekerja keras, dan kini sampai pada sebuah awalan dari langkah yang lebih jauh. Jadi apa yang kami bisa janjikan, kami akan bekerja keras tapi bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk generasi muda Indonesia,” pungkas Jan Youn Cho.

Asia Cyber University didukung dengan fasilitas unggulan berupa studio berteknologi terbaik dari Korea untuk melakukan perekaman materi pembelajaran. Pengajar terbaik dari nasional maupun Internasional juga turut didatangkan untuk memberikan materi terupdate dan mumpuni bagi para mahasiswa nantinya.

Tak ketinggalan infrastruktur dan Learning Management System (LMS) yang didesain oleh spesialis dari Korea dan Indonesia dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan konten pembelajaran yang fleksibel dan dapat diakses kapapun dan dimanapun serta tetap memenuhi standar pendidikan nasional dan berorientasi pada standar berkualitas dunia. Asia Cyber University siap berkontribusi terhadap bangsa dan negara.

Turut hadir pada acara ini Rektor Universitas Nasional El Amry Bermawi Putera, Staf Ahli Bidang Infrastruktur Hari Purwanto, Sekretaris Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek & Dikti Agus Indarjo, serta tamu undangan lainnya.


Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti