#SiaranPersKemenristekdikti
No: 43/SP/HM/BKKP/III/2019

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir melantik dua rektor universitas negeri dan tiga direktur politeknik negeri. Menteri Nasir mengatakan Kemenristekdikti akan mengawasi secara periodik kepada pemimpin perguruan tinggi negeri (PTN) tersebut agar dapat mencapai target sesuai jenis perguruan tingginya.

“Bisa kami lakukan evaluasi setiap triwulan, setiap semester, dan setiap tahun, bagaimana kinerja yang telah dilakukan oleh para pimpinan tersebut. Apakah sesuai dengan target yang ditetapkan, sesuai dengan apa yang direncanakan?” ungkap Menteri Nasir saat Pelantikan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kemenristekdikti di Auditorium Lantai 2 Gedung D Kemenristekdikti pada Rabu (6/3).

Para pimpinan PTN yang dilantik oleh Menristekdikti berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan pada 5 Maret 2019 adalah:
1.Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP. diangkat menjadi Rektor Universitas Tadulako (Untad) periode 2019 – 2023;

  1. Ir. Arnoldus Klau Berek, M.P., Ph.D. diangkat menjadi Rektor Universitas Timor (Unimor) periode 2019 – 2023;
  2. Joni Riadi, SST., MT. diangkat menjadi Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin periode 2019 – 2023;
  3. Saiful Anwar, S.TP, MP. diangkat sebagai Direktur Politeknik Negeri Jember (Polije) periode 2019 – 2023;
  4. Ir. H. Muhammad Toasin Asha, M.Si. diangkat sebagai Direktur Politeknik Negeri Pontianak periode 2019 – 2023.

Nasir menyampaikan target bagi universitas berbeda dengan target bagi politeknik. Target bagi universitas berfokus pada peningkatan kinerja dan akreditasi akademik.

“Khususnya yang universitas, harus kita tingkatkan kualitasnya. Sekarang program studi di lingkungan perguruan tinggi yang Saudara pimpin, berapa yang sudah akreditasi A, akreditasi B, akreditasi C. Maka, yang C harus ditingkatkan menjadi akreditasi B, kalau bisa lompat menjadi A. Demikian yang B, menjadi A. Yang A bagaimana masuk ke akreditasi internasional,” ungkap Nasir.

Bagi politeknik, Kemenristekdikti memberikan target berkaitan dengan sertifikat kompetensi yang dimiliki dosen dan mahasiswa.

“Politeknik harus demikian pula, berapa sertifikasi yang telah dihasilkan oleh para lulusan. Ini yang sangat penting. Para dosen yang ada apakah sudah memiliki sertifikat kompetensi pada bidangnya. Kalau belum, mereka harus mengajukan, meningkatkan sertifikat kompetensinya. Ke depan kami akan buat aturan, kalau memang dosen tidak memiliki sertifikat kompetensi, maaf mungkin tidak bisa melanjutkan proses pembelajaran berikutnya, mungkin akan kami pindahkan ke lab saja, tidak usah mengajar,” papar Menristekdikti.

Pelantikan ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti, Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe, Kepala Biro Keuangan dan Umum Wiwin Darwina, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Ari Hendrarto Saleh, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Wisnu Sardjono Soenarso, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Nada DS Marsudi, istri masing-masing rektor dan direktur yang baru dilantik, serta para eselon Kemenristekdikti.

Ahmad Tombak Al Ayyubi, Anastasia Lintang Proborini, Ardian Syaputra
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publikasi
Kemenristekdikti

Instagram: @Ristekdikti
Twitter: @Kemristekdikti
Facebook: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
YouTube: Ristekdikti TV
Website: https://ristekdikti.go.id