Siaran Pers Kemenristek/BRIN
Nomor: 287/SP/HM/BKKP/XII/2019

Jakarta – Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan sebagai upaya membangun ekosistem riset dan inovasi nasional, Kemenristek/BRIN akan menyelenggarakan kegiatan “Business Innovation Gathering 2019” (BIG 2019). Bambang menjelaskan kegiatan yang dalam pelaksanaannya didukung oleh LPNK Kemenristek/BRIN meliputi: BPPT, LIPI, BATAN, dan LAPAN akan diselenggarakan pada hari Kamis, 19 Desember 2019 bertempat di LIPI Grand Ballroom, Jalan Gatot Soebroto No. 10 Jakarta Selatan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Bambang pada acara Konferensi Pers Business Innovation Gathering (BIG 2019) di Gedung BPPT Lantai 24 Thamrin Jakarta Pusat (17/12). Pada kesempatan ini Bambang memaparkan kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan akademisi, pelaku bisnis, pemerintah dan masyarakat (ABGC) guna meningkatkan kapasitas inovasi industri nasional, hilirisasi dan publikasi produk inovasi, sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban publik akan hasil-hasil penguatan inovasi yang telah dicapai periode 2015-2019.

“Cukup banyak hasil inovasi di Indonesia, namun yang selalu menjadi hambatan karena inovasi belum terkoneksi dengan baik ke dunia usaha. Karena itu Kemenristek/BRIN ingin membuat forum supaya ada koneksi dengan industri sehingga  industri paham apa yang sedang dan sudah dilakukan peneliti dan litbangjirap” tutur Bambang.

Menteri Bambang mengatakan saat ini ada 49 produk dalam prioritas riset dan inovasi nasional. Ia berharap penyelenggaraan BIG 2019 dapat memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional.

“Saya harap melalui kegiatan ini,  ada peningkatan kapasitas riset dan kolaborasi kuat riset dengan dunia usaha,” tutupnya.

Dalam acara Business Innovation Gathering (BIG 2019) ada beberapa kegiatan penting meliputi :

A. Business Gathering yaitu Forum dialog terbatas dengan Menristek/Kepala BRIN dengan kepala LPNK, industri dan rektor PTNBH. Industri besar dan CEO Startup yang akan menjadi mediator dalam menjembatani kebutuhan inovator dan masyarakat nantinya adalah:

  1. PT. Sinarmas
  2. PT. Pertamina Tbk
  3. PT. Astra Internasional
  4. PT. Toyota Manufacture
  5. PT. RAPP
  6. PT. Tanoto
  7. British Petroleum
  8. PT. Freeport Indonesia
  9. PT. Zenith
  10. PT. Tata Sarana Mandiri
  11. PT. Martha Tilaar
  12. PT. Xirka Silicon Technology
  13. PT. Haldin
  14. PT. Indofood
  15. PT. Nutrifood
  16. PT. Biofarma
  17. PT. Cap Lang
  18. PT. Garuda Food
  19. PT. INKA
  20. PT. LEN
  21. PT. Samudera Luas Paramacitra
  22. PT. Djarum Kudus
  23. PT. Semen Indonesia
  24. PT. Pupuk Indonesia
  25. PT. Dexa Medica
  26. PT. Martina Berto Tbk
  27. PT. Soho Global Health
  28. PT. Maspion
  29. PT. Polytron
  30. Adrian Gunadi, Co-Founder dan CEO PT Investree Radika Jaya
  31. Eri Reksoprodjo, Kejora Group
  32. CEO Northstar
  33. CEO Kejora Ventures
  34. CEO East Venture
  35. CEO GDP Venture
  36. CEO Bukalapak
  37. CEO Wardah
  38. CEO Tokopedia
  39. CEO Shopee
  40. CEO Kata.ai
  41. CEO Nodeflux

B. Innovation Show, merupakan ajang business matching antara innovator bersama Kadin, venture capital, pelaku industri, dan asosiasi. CEO Start Up yang diharapkan hadir adalah:

  1. CEO Convergence Ventures
  2. CEO Skystar Ventures
  3. CEO Kejora Ventures
  4. CEO SMDV
  5. CEO Alpha JWC
  6. CEO Bukalapak
  7. CEO Wardah
  8. CEO Bubu
  9. CEO Tokopedia
  10. CEO Traveloka
  11. CEO Tiket.com
  12. CEO Grab Indonesia
  13. CEO Efishery
  14. CEO Gojek
  15. CEO Halodoc
  16. CEO PT. Zhafira Samudra Nusantara

C. Pameran Start Up/PPBT dan produk unggulan inovasi, bidang pangan, kesehatan dan obat dan TIK, meliputi :

  1. Start up dengan 34 produk (pangan, kesehatan & obat, teknologi informasi dan komunikasi)
  2. Inovasi bidang pangan berjumlah 14 produk; bidang kesehatan & obat 31 produk
  3. Bidang teknologi informasi & komunikasi terdiri dari 29 produk.

Dari pameran ini diharapkan akan terjadi proses business matching antara inovator selaku produsen inovasi, dengan para venture capital, sehingga akan terjadi deal dalam rangka menghilirkan produk inovasi nasional.

D. Penandatangan kerjasama dalam mendukung hilirisasi produk inovasi antara lain :

  1. Penandatanganan kerjasama antara ARC Universitas Syiah Kuala, Pemkab Aceh Jaya dengan PT. Haldin tentang Pengembangan Komoditi Nilam Aceh

E. Perjanjian lisensi:

  1. Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) LIPI dengan CV. Palma Persada, tentang Suplemen Pakan Unggas Berbasis Tepung Cacing Tanah sebagai Anti Peluru dan Proses Pembuatannya.
  2. BPTBA LIPI dengan CV. Palma Persada, tentang Sediaan Antioksidan Berbahan Dasar Herbal untuk Unggas dan Proses Pembuatannya

F. Letter of Intens: Kemenristek/BRIN dengan GK-Plug and Play Indonesia, tentang Pengembangan Inkubator dan Startup Nasional.

Bambang juga berharap ada sinergi yang baik antara industri dengan peneliti. Setiap produk yang dipamerkan ini nantinya akan bertemu dengan potensial investor. Turut hadir dalam acara tersebut Plt. Deputi Bidang Penguatan Inovasi Kemenristek/BRIN Jumain Appe,Kepala Bagian Hukum, Kerja Sama dan Layanan Informasi Deputi Bidang Penguatan Inovasi Kemenristek/BRIN Supriyadi serta tamu lainnya.

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik dan
Deputi Bidang Penguatan Inovasi
Kemenristek/BRIN