Siaran Pers Kemenristekdikti

No: 46/SP/HM/BKKP/III/2019

Menristekdikti: Mahasiswa Perlu Didorong Berwirausaha Berbasis Teknologi

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mendorong perguruan tinggi untuk memfasilitasi mahasiswa berwirausaha sejak di bangku kuliah. Saat ini sudah mulai banyak lapangan pekerjaan yang digantikan oleh teknologi, oleh karena itu mahasiswa harus menyiapkan diri tidak hanya menjadi pegawai atau tenaga kerja namun juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja.

“Sekitar 75 sampai 375 juta orang terdampak ‘great shifting’ pada sumber daya manusia. Tadinya mereka bekerja, tiba-tiba digantikan teknologi, pekerjaannya hilang,” ungkap Menristekdikti saat meresmikan Gedung Perkuliahan dan Auditorium Kampus Timur Universitas Kristen Petra pada Senin (11/3) di Surabaya.

Nasir mengungkapkan teknologi kini sudah banyak mengambil alih pekerjaan, tidak hanya pekerjaan fisik, namun juga pekerjaan klerikal.

“Akuntan dalam menghitung manual, pekerjaannya diganti sistem komputer. Ada juga ‘public relation’ yang digantikan oleh ‘artificial intelligence’,” ungkap Nasir di Auditorium Universitas Kristen Petra yang berkapasitas dua ribu orang.

Menteri Nasir menyampaikan mahasiswa dari jurusan manapun kini harus bisa mengerti teknologi lebih baik agar dapat mulai berwirausaha berdasarkan teknologi dan inovasi, termasuk bagi mahasiswa rumpun sosial, ekonomi, dan humaniora.

“Dulu masalah literasi hanya pada membaca, menulis, berhitung. Ini tidak cukup, harus menambah literasi data. Data yang begitu besar, bagaimana kita manfaatkan. Bagi mahasiswa ilmu sosial, tidak bisa mengandalkan model yang ada, harus menambah kemampuan coding, programming. Supaya mereka ke depan menjadi entrepreneurs muda yang baik,” papar Nasir.

Nasir menyarankan perguruan tinggi swasta, termasuk Universitas Kristen Petra untuk mencari bakat wirausaha di antara mahasiswanya, dan terus mendukung penajaman kemampuan berwirausaha mereka hingga laba dapat tercapai.

“Kalau bisa kreasi yang dihasilkan anak-anak kita mahasiswa, setiap enam bulan sekali ada pameran dengan business gathering mengundang para masyarakat, para investor. Ini akan jadi bisnis tersendiri, sehingga universitas bisa punya holding unit yang bisa menciptakan profit,” ungkap Nasir di hadapan pemimpin Universitas Kristen Petra dan ratusan mahasiswa.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Kristen Petra Djwantoro Hardjito menyampaikan universitas yang dia pimpin sudah menyiapkan beberapa program studi dalam memudahkan lulusan masuk ke dunia industri, termasuk sebagai wirausahawan.

“Ada beberapa inisiatif yang kami sudah mulai, antara lain merevitalisasi prodi Sastra Inggris antara lain menjadi English for Creative Industry, mengasah dan mengembangkan potensi dan kreativitas mahasiswa untuk menghasilkan karya kreatif dalam bahasa Inggris, termasuk film dan video, membuka program Digital Media untuk mengembangkan potensi anak bangsa dalam bidang animasi dan game; membuka beberapa program baru dalam industri kreatif, misalnya Design Fashion, Design Product, Interior, serta Strategic Communication dan Broadcast Journalism,” ungkap Rektor Universitas Kristen Petra Djwantoro Hardjito.

Peresmian ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 7 (Jawa Timur) Suprapto, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Petra Hary Sudjoko Listijo, Rektor Universitas Kristen Petra Djwantoro Hardjito, serta para pimpinan Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Petra dan ratusan mahasiswa Universitas Kristen Petra.

Ahmad Tombak Al Ayyubi, Ageng Prasetyo
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publikasi
Kemenristekdikti

Instagram: @Ristekdikti
Twitter: @Kemristekdikti
Facebook: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
YouTube: Ristekdikti TV

No: 45/SP/HM/BKKP/III/2019

Saat meninjau simulasi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di lokasi tes Kampus Universitas Diponegoro (Undip) di Semarang, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meminta Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dan panitia UTBK lokal untuk menginstall aplikasi UTBK dan mengunduh seluruh soal sebelum Tes Gelombang Pertama UTBK dilakukan. Hal ini untuk mengantisipasi koneksi internet yang terlalu padat apabila semua lokasi tes mengunduh soal menjelang atau pada saat tanggal tes.

“Untuk mengatasi kendala yang terjadi, yang paling pertama soal sudah didownload sebelumnya dan diterima. Yang penting pada saat Hari H (aplikasi) diinstall di tempat ujian, tidak terjadi masalah,” ungkap Menteri Nasir pada Sabtu (9/3) di Kampus Undip.

Nasir menyampaikan semua peserta UTBK yang mendaftar akan mendapatkan kursi di lokasi ujian yang mereka masing-masing pilih. Pemerintah menjamin semua pemuda memiliki kesempatan yang sama dalam masuk ke perguruan tinggi negeri.

“Kapasitas kursi 30 ribu sudah tersedia untuk dua gelombang. Jumlah peserta 16.479 sejauh ini untuk gelombang pertama,” ungkap Menristekdikti yang meninjau lokasi didampingi oleh Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo Widyobroto.

Saat ini sedang berlangsung pendaftaran UTBK untuk Gelombang Pertama pada 1 Maret hingga 24 Maret 2019. Berikutnya, pendaftaran Gelombang Kedua UTBK pada 25 Maret hingga 1 April 2019.

Waktu pelaksanaan Tes untuk peserta pendaftar gelombang pertama dan gelombang kedua akan digabungkan pada 13 April hingga 4 Mei 2019 pada setiap lokasi lokal UTBK di setiap provinsi.

Peninjauan ini dilakukan oleh Menristekdikti Mohamad Nasir bersama Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo Widyobroto, Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Yos Johan Utama, Koordinator UTBK Undip Agus Sofian, serta para eselon Kemenristekdikti dan eselon Undip.


Biro Kerjasama dan Komunikasi Publikasi
Kemenristekdikti

Instagram: @Ristekdikti
Twitter: @Kemristekdikti
Facebook: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
YouTube: Ristekdikti TV
Website: https://ristekdikti.go.id

Please follow and like us:
0