Hingga saat ini masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa ilmu Teknik Industri hanya berpusat pada satu bidang yaitu, teknik. Padahal, bila ditinjau lebih dalam, ilmu Teknik Industri mempelajari beragam disiplin ilmu, mulai dari manajemen hingga psikologi, dan ilmu lainnya. Hal inilah yang masih belum banyak diketahui banyak orang, khususnya siswa SMA.

Berbagai kegiatan banyak dilakukan untuk memperkenalkan dan menumbuhkan minat siswa SMA terhadap bidang teknik industri. Diantaranya melalui kompetisi, seperti yang diadakan program studi Teknik Industri Universitas Pelita Harapan (UPH) menggelar ajang Industrial Competition Event (ICE) dengan tema “Solution Provider”. Acara ini ditujukan untuk siswa SMA dan diikuti oleh 29 siswa SMA dari beberapa SMA di Jabodetabek, yang diselenggarakan pada 16 Januari 2020, di Kampus UPH Lippo Village, Tangerang.

“Selain untuk menjalin hubungan dengan siswa SMA , acara ini juga menjadi sarana bagi siswa SMA agar dapat mengenal ilmu Teknik Industri dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan yang seru namun memberikan pengalaman bermanfat,” ungkap Priskila Christine Rahayu, S. Si., M.T. – Ketua Program Studi Teknik Industri UPH dan sekaligus salah satu Juri pada kompetisi ICE ini.

Priskila menambahkan bahwa analisa dan pemecahan masalah (problem solving) sesuai dengan peran seorang Teknik Industri. Kedua hal utama ini yang menjadi pesan utama dalam kompetisi ICE, dan dituangkan dalam kompetisi berbentuk studi kasus yang terdiri dari tahapan eliminasi dan presentasi. Selain itu di babak terakhir para peserta juga mengikuti kompetisi board games dan akumulasi poin dari seluruh babak ini menentukan kelompok mana yang menjadi juara.

“Kompetisi ICE diawali dengan tahapan eliminasi dimana para siswa harus mengumpulkan essai tentang masalah yang terdapat di sekolah mereka dan menemukan solusinya. Pada tahapan kedua siswa akan diberikan salah satu dari tiga topik yang ada, yaitu fast food, kemacetan lalu lintas, serta fasilitas umum dan infrastruktur. Dari topik tersebut, siswa dituntut untuk mempresentasikan  solusi terbaiknya. Tahapan terakhir adalah games dimana siswa akan memainkan board games tetracle yang telah dibuat oleh mahasiswa teknik industri UPH,” jelas Stephanie Theodora – Ketua Acara ICE – Teknik Industri 2017.

Kompetisi ini mendorong ide-ide kreatif siswa dalam mengatasi suatu masalah. Mereka juga belajar untuk mampu menyampaikan ide dengan baik. Dalam kompetisi ini, presentasi memegang bobot terbesar, yaitu 70%. Para peserta juga sangat antusias dengan hadiah yang disediakan berupa beasiswa studi di UPH, ditambah uang tunai dan piagam.

Melalui ICE ini harapannya siswa sekolah menengah yang berminat dengan bidang teknik industri dapat semakin memahami dasar dan pesan utam bidang Teknik industry. Tidak hanya itu para peserta juga dapat berinteraksi langsung dengan dosen dan mahasiswa dari Teknik Industri UPH

Selamat untuk para pemenang:

juara 1 Removal Micro Plastic – tim Sekolah Pelita Harapan Sentul,

juara 2 Solutionist – tim Cahaya Bangsa School dan

juara 3 Future Revolutionist – tim Cahaya Bangsa School.