Direktur : “kita harus bekerja secara profesional, tulus dan ikhlas”

Setelah saya dilantik oleh Menristekdikti menjadi Direktur Politeknik Negeri Pontianak periode 2019-2023 di Jakarta pada tanggal 06 Maret 2019, dalam kesempatan ini saya akan menyampaikan beberapa hal kepada bapak/ibu sekalian.

Untuk periode ini, visi kepemimpinan saya sebagaimana bapak/ibu ketahui akan menjadikan Politeknik Negeri Pontianak sebagai Pusat Unggulan, Pusat Standar dan Pusat inovasi dan kreatifitas. Sejalan dengan itu, sebagaimana amanat Bapak Menristekdikti saat memberikan sambutan pada pelantikan, ada beberapa poin yang akan saya sampaikan pada kesempatan ini.

Pertama, pak Menteri sampaikan bahwa bagaimana menciptakan sistem di Politeknik dengan good and green governace dan good and green university. Ini menjadi faktor yang penting untuk kita laksanakan dalam empat tahun ke depan, ujar H. Muh. Toasin Asha Direktur Politeknik Negeri Pontianak saat mengawali sambutannya pelantikan para Pembantu Direktur dan Wakil Manajeman Mutu dilingkungan Politeknik Negeri Pontianak.

Dia menegaskan, bagaimana menjaga kampus ini (Politeknik Negeri Pontianak) yang bermatabat.

Kampus ini menjadi pusat pembinaan sumber daya manusia, oleh karena itu saya meminta para pejabat baru maupun lama untuk senantiasa bersinergi. Dia menegaskan, bahwa tahun ini (2019) saya sudah mencanangkan kampus ini (Polnep) sebagai zona integritas dan saya sudah menandatangani sertifikat, tinggal menunggu dari Menristekdikti.

Menurutnya, zona integritas bukanlah hal mudah untuk kita lakukan. Kita nantinya akan mendapatkan pendampingan dari Irjen dan direncanakan akan dilakukan terlebih dahulu workshop tentang zona integritas.

Hal yang ke dua yang disampaikan oleh pak Menteri bahwa bagaimana Politeknik khususnya menciptakan lulusan-lulusan yang memiliki kompetensi. Ditegaskannya, tahun ini (2019) melalui LSP akan mendapatkan dana dari pusat untuk mengikuti uji kompetensi dengan skema masing-masing program studi.

Pesan berikutnya dari Menristekdikti adalah bagaimana meningkatkan kompetensi dosen. Beberapa program yang dilaksanakan secara kelembagaan maupun Kementerian yaitu program pelatihan, reutuling baik dalam dan luar negeri. Kompetensi dosen tidak hanya kompetensi mengajar, namun tuntutan ke depan adalah tuntutan kompetensi skill dan soft skill. Dan ini menjadikan hal penting untuk kita perhatikan ke depan, jelasnya.

Berkaitan dengan fungsional dosen, Direktur mengingatkan bahwa dalam borang akreditasi, fungsional dosen ada perhitungan berapa persen lektor kepala dan berapa persen lektor. Selain itu, adalah publikasi internasional dan nasional. Oleh karena itu, Direktur mensupport anggaran bagaimana meningkatkan para dosen dalam penelitian. Dan hasil penelitian menjadi produk buku maupun produk jurnal.

Direktur menegaskan bahwa bagaimana kita bekerja secara profesional dan pada tingkat manajemen kita harus bekerja secara profesional, tulus dan ikhlas, ini bukanlah hal mudah.

Mengucapkannya mudah, namun pelaksanaan secara sungguh-sunggu, profesionalisme, tulus dan ikhlas bukanlah hal yang mudah, tegasnya.

Direktur juga mengingatkan, bahwa kesuksesan seseorang dapat dilihat dari siapa disampingnya, ini punya makna penting baik istri maupun suami.

Saya menegaskan kembali sesuai pesan pak Menteri, bahwa ibu-ibu sebagai pendamping perlu kesabaran memberikan dorongan kepada suami maupun kepada istri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Jika ada hal-hal yang harus diselesaikan pada hari itu, maka harus diselesaikan hari itu juga. Dia juga menjelaskan bahwa kita ini hanya bagian kecil dari suatu organisasi tanpa kinerja yang baik, mustahil akan tercapai tujuan yang lebih besar.

Jangan ego dimasing-masing tidak perlu dan harus ada keharmonian antara pejabat. Jadi harus taat terhadap mekanisme organisasi secara kelembagaan, ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Direktur mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama yang telah bersama-sama membangun Politeknik Negeri Pontianak.

Ke depan akan ada pergantian Ketua Jurusan dan setelah pelantikan ini, akan ada rapat bersama pejabat baru untuk mengambil langkah-langkah dalam rangka persiapan pemilihan Ketua Jurusan. Diungkapkannya, apa yang disampaikan visi dan misi para kandidat Direktur waktu itu saya catat dan insyaallah itu merupakan bagian yang akan kita perhatikan ke depan.

Menurutnya, lembaga (Polnep) tidak bisa diurus oleh satu orang, kita ini keluarga besar Politeknik Negeri Pontianak dan secara bersama-sama darmabhakti terbaik kita.

Ia juga mengingatkan, timbangan berat kita diakhir bukan karena jabatannya tetapi keikhlasan, ketulusan dalam memberikan pengabdiannya. Dia mengingatkan, yang membuat amal kita itu adalah keikhlasan dan ketulusan dalam melaksanakan tugas kita.

Mantan pejabat akan kembali dosen dan pimpinan di perguruan tinggi merupakan tugas tambahan. Tugas pokoknya adalah melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, ujarnya.

Tugas kita ke depan adalah bekerja dengan baik, bagaimana menata tatakelola kampus ini, ujarnya. Secara pribada saya berusaha memberikan yang terbaik dan semoga saya diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah ini, ujarnya mengakhiri sambutan.

Pelantikan Pembantu Direktur dan Wakil Manajemen Mutu dilaksanakan di selasar gedung utama Politeknik Negeri Pontianak, Jum’at 22 Maret 2019 yang dihadiri para Pudir sebelumnya, para pejabat struktural dan para Ketua Jurusan, para dosen dan karyawan. Pelantikan dilaksanakan setelah sholat Jum’at yang diawali pembacaan doa dan makan bersama.

(Erwandi – Pranata Humas Muda)

Please follow and like us:
0