Delegasi mahasiswi UGM yang tergabung dalam tim Kartini Gama berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi 2018 UNESCO-UNITWIN ICT & Leadership Advanced Workshop and International Competition yang berlangsung pada 10-15 Desember 2018 lalu di Sookmyung Women’s University, Korea Selatan.

Tim Kartini Gama terdiri dari 7 anggota yang berasal dari berbagai fakultas yang terbagi dalam tim ICT dan tim leadership. Tim ICT beranggotakan Teya Titiang Tiana (Fakultas ISIPOL),  Christina Dwi Kusumaningtyas (Fakultas Pertanian), Rizka Dwi Amalia (Fakultas Geografi).

Sementara tim leadership terdiri dari Anisa Dian Larasati (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Hanin Banurukmi (Fakultas Ilmu Budaya), Nurisa Fajri Wijayanti (Fakultas Geografi), dan Linda Oktavianingsih (Fakultas Biologi).

Teya mengatakan kompetisi diselenggarakan oleh Sookmyung Women’s University dan Asia Pasific Women’s Information Network Center (APWINC) UNESCO-UNITWIN program bekerjasama dengan Pusat Studi Wanita (PSW) UGM. Merupakan kompetisi lanjutan dari 2017 Sookmyung UNESCO-UNITWIN program: Women’s Empowerment through ICT Skills and Leadership Education yang dilaksanakan di Yogyakarta awal tahun 2018 yang sepenuhnya didanai oleh  Kementerian Pendidikan Korea Selatan.

“Kompetisi diikuti 39 orang yang merupakan tim terpilih dari Universitas Gadjah Mada, Life University, Royal University of Phnom Penh, National University of Laos, dan Souphanouvong University,” ungkapnya, dalam rilis yang dikirim Senin (7/1).

 

Selain mengikuti kompetisi, seluruh peserta mendapatkan pelatihan dan bimbingan dari para ahli dalam bidang ICT dan kepemimpinan. Tim ICT mendapatkan pelatihan tentang Arduino dan Raspberry Pi yang diampu Prof. Todd Holoubek di Seoul Innovation Center. Sedangkan timleadership mendapat kuliah umum tentang Female Leadership, Personality Type Test and Career Mapping dan Design Thinking oleh Dr. Myonghee Kim, Dr. Swookyung Suh, dan Dr. Yeunkeum Chang.

Tak hanya itu, disebutkan Teya seluruh peserta juga memperoleh special lecture tentang Believe in Your Potentials oleh Dr. Hyungjin Lee danEntrepreneurship for Future Talent oleh Miran Kim (APEC Best Award Grand-Prix Winner). Disamping itu peserta juag berkesempatan melakukan kunjungan ke kantor Amazon di Korea, mempelajari tentang budaya Korea dan praktek membuat langsung gelang tradisonal Korea di Korea Style Hub, serta menikmati pertunjukan musik di NH Art Hall.

Diakhir kegiatan setiap tim diminta menyampaikan ide tentang pemberdayaan perempuan yang dapat diterapkan di level pemerintah, sekolah, keluarga, individual serta komunitas lokal maupun internasional dengan menggunakan ICT.

“Tim UGM berhasil meraih best winner dengan mengangkat ide perlindungan tenaga kerja wanita,” sebutnya.

Teya menjelaskan timnya mengembangkan prototipe prototype inovasi teknologi bernama HER (Helper Bracelet for Migrant Worker) yang dirangkai menggunakan ARDUINO KIT. HER merupakan rancangan alat yang didesain untuk membantu para Tenaga Kerja Wanita yang bekerja di sektor domestik yang sangat rentan terhadap tindak kekerasan dan pelecehan.

“Pengembangan prototipe ini terinsipirasi dari banyaknya kasus kematian dan ketidakadilan yang menimpa TKW Indonesia selama mereka bekerja di luar negeri,” jelasnya.

Mereka berharap ide dan desain dari alat ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan di negara-negara berkembang yang selaras dengan Sustainable Development Goals nomor 5 tentang Gender Equality dan juga nomor 8 tentang Decent Work and Economic Growth.(Humas UGM/Ika)

Please follow and like us:
14