Di era ini, media sosial menjadi sarana ampuh orang berbagi informasi, termasuk untuk menunjukkan kepedulian sosial. Fenomena ini ditangkap oleh 3 orang mahasiswa angkatan 2014, M. Radhiyan Pasopati Pribadi (FISIP), Luthfi Abdurrahim (Fasilkom), dan Mutsla Qanitah (FISIP) untuk membuat sebuah media berdonasi yang inovatif, gotongroyong.in

Gotongroyong.in adalah sebuah laman yang didirikan oleh Radhiyan dan teman-temannya dengan konsep utama berdonasi tanpa uang.“Pengguna kami cukup menonton iklan sepanjang 10 detik saja, setelah melakukan share atau like dari konten donasi kami,” jelas Radhiyan.

Jumlah view iklan inilah yang nantinya akan dikonversi dalam bentuk uang yang akan didonasikan untuk keperluan proyek-proyek sosial.“Dengan sistem seperti ini, pengguna gotongroyong.in sama sekali tidak harus memiliki uang untuk dapat berdonasi,” tambah Radhiyan.

Dengan sistem ini, Radhiyan ingin menjadikan proses donasi/sedekah menjadi semudah mungkin dan dapat dilakukan oleh siapa saja, bahkan yang tidak punya uang sekalipun.Saat ini, gotongroyong.in telah berhasil melakukan penggalangan dana untuk memberikan 1001 sabun gratis untuk bencana Palu-Donggala serta 1001 susu gratis untuk anak-anak korban tsunami Selat Sunda.

Untuk penyaluran donasi, gotongroyong.in sebagai pihak penghubung antara pengguna, pengiklan, dan penerima manfaat bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) guna memastikan donasi tepat sasaran.

Menurut Radhiyan, rencananya laman ini akan membuka kesempatan bagi para penggunanya untuk membuka kampanye mereka sendiri. Gotongroyong.in juga sangat terbuka untuk bekerjasama dengan institusi-institusi terpercaya sebagai penyalur dana yang sudah dikumpulkan.

Diharapkan dengan adanya laman seperti gotongroyong.in ini, pengumpulan dana donasi menjadi semakin mudah, cepat. Tidak ada lagi batasan untuk berdonasi dan berbuat baik, bahkan mereka yang tidak memiliki uang sekalipun bisa berdonasi.

Please follow and like us:
14