6 October 2008 - 11:15Cinta Produk Indonesia (di negeri orang)

  • Catatan Editor:

    Saat ini, Indonesia perlu lebih mewujudkan rasa cinta produk bangsanya sendiri. Perwujudan rasa cinta tersebut selain akan memberikan dampak baik untuk perekonomian kita, rasa suka terhadap “made-in-Indonesia” juga menunjukkan cita rasa yang tinggi(!). Ini bisa terlihat dari bagaimana produk Indonesia bahkan dipergunakan oleh bangsa-bangsa lain sebagai lambang jati diri mereka. Berikut ditampilkan pengalaman KK dengan Produk Indonesia ketika melakukan perjalanan ke Hawaii, Maret 2008 lalu. KK membagikan pengalaman tersebut beberapa waktu lalu, di mailing list Forum Pembaca Kompas.

    ===

    Wah … saya punya pengalaman tersendiri dengan “Aku Cinta Produk Indonesia”.

    Tanggal 1 April 2008 saya mendapat kehormatan diundang Gubernur Hawaii, Direktur PTWC (Pacific Tsunami Warning Center), dan Walikota Hawaii untuk berbagi pengetahuan dan pengelaman dalam membangun Sistem peringatan Dini Tsunami dan Pelatihan Menghadapi Tsunami. Jika kita dihantam tsunami besar di 26 Des 2004, 01 April diperingati Hawaii karena mereka juga dihantam tsunami besar… dalam 10 tahun mereka kena dua kali tsunami.

    Singkat cerita, saat jalan-jalan di Honolulu saya mampir ke toko untuk melihat baju khas Hawaii…yang banyak gambar bunga-bunga besar. Saat melihat-lihat baju-baju saya, melihat di merek baju tersebut tertera label “Made in Indonesia”, saya langsung beli 6 buah baju… ini pertama kali dalam hidup saya beli baju sekaligus banyak.

    (Baca selanjutnya…)

    No Comments | Tags: > 03/08 - Maret 2008, 4. Catatan Opini, 7. Laporan Kegiatan:

    3 September 2008 - 11:37Tiga Masalah Indonesia: Pangan, Energi, dan Air Bersih

  • Dari blog milik Teguh Santosa, yang merekam sebagian kegiatan Menegristek saat melakukan kunjungan kerja ke Hawaii, Maret 2008.

    Di Hawaii Menristek Beberkan Tiga Krisis 

    INDONESIA sedang menghadapi tiga bahaya besar di depan mata, yakni kerawanan pangan, krisis energi dan krisis air bersih.

    Tiga bahaya besar itu disampaikan Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman saat berbicara di depan masyarakat Indonesia di Honolulu, Hawaii, akhir pekan lalu (Maret 2008).

    Gawatnya, di saat menghadapi kerawanan pangan, menurut mantan rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), justru food diversity atau keanekaragaman makanan lambat laun hilang dari bumi Indonesia.

    Di masa lalu tidak semua masyarakat Indonesia menggunakan beras sebagai makanan pokok. Di beberapa daerah, masyarakat Indonesia menggunakan jagung, sagu, atau singkong sebagai makanan pokok. Namun kini makanan pokok lokal tergusur dan punah, dan masyarakat Indonesia semakin tergantung pada beras.

    Keadaan ini semakin parah, karena luas lahan pertanian semakin menyusut, sementara di sisi lain jumlah penduduk terus bertambah.

    (Baca selanjutnya…)

    No Comments | Tags: > 03/08 - Maret 2008, > Blog Anda, > Energi, Pertanian/Pangan, Transportasi, 3. Anda dan KK:, 6. Topik - 6 (Enam) Bidang Fokus:, 7. Laporan Kegiatan:, 8. Kliping, 9. Testimoni Tentang KK:

    28 March 2008 - 18:44Menegristek: Jangan Cemberut Indonesia

  • Jumat, 28 Maret 2008

    “Teknologi merupakan bagian dari kehidupan kita. Teknologi merupakan 2 sisi mata pisau yang dapat digunakan untuk kesejahteraan maupun untuk membinasakan, tergantung dari manfaat apa yang akan diraih dari masing-masing pengguna”, demikian ujar Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman pada saat pengisian program acara JANGAN CEMBERUT INDONESIA. Acara ini merupakan acara Talk Show dengan bernuansa ala ‘Sersan’ (serius tapi santai), dengan audiens warga umum yang berasal dari satu lingkungan RW. Acara ini disiarkan TVRI dua minggu sekali, pada pada hari sabtu malam jam 21.00 di TVRI. Pada episode kali ini, selain Menegristek sebagai narasumber lainnya adalah Bapak Ali Muchtara Nabalin Anggota DPR Komisi I yang memberikan penjelasan mengenai fungsi DPR.
    (Baca selanjutnya…)

    No Comments | Tags: > 03/08 - Maret 2008