7 October 2008 - 0:23Lempar Saja Dosennya Keluar Jendela…

  • Dari blog LPM Paradigma Politeknik Batam, 24 Juli 2008

    Lempar Saja Dosennya keluar Jendela…

    Ibarat orang tua yang menjenguk keadaan anaknya, itulah kesan yang tampak dari kunjungan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman ke Politeknik Batam. Hubungan Emosional yang kuat antara Politeknik dan Menristek menyebabkan di sela kunjungannya ke Batam sabtu (31/5) beliau menyempatkan diri berkunjung ke Politeknik Batam.

    Di tengah hujan rintik-rintik yang turun di Batam sabtu (31/5) kemarin, tepat pukul 17.24 WIB tampak iring-iringan mobil kenegaraan memasuki Politeknik Batam. Dari sebuah mini bus keluarlah seorang lelaki paruh baya dengan rambut yang hampir memutih seluruhnya, lelaki inilah Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman yang didampingi oleh Ketua Otorita Batam (OB) Mustofa Widjaja. Kedatangannya langsung disambut oleh beberapa orang Menwa serta BEM yang telah sedari tadi menunggu.

    Beliau langsung diantar menuju ruang seminar lantai 4 Politeknik Batam, tempat acara temu ramah Menristek dan Mahasiswa Politeknik dihelat. Acara temu ramah ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari seluruh HIMA (Himpunan Mahasiswa), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) dan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) serta dosen dari seluruh jurusan di Politeknik Batam.
    (Baca selanjutnya…)

    No Comments | Tags: > 06/08 - Juni 2008, > Blog Anda, 3. Anda dan KK:, 5. Nasional/Daerah, 7. Laporan Kegiatan:, 9. Testimoni Tentang KK:

    29 July 2008 - 8:30Bila di Manado Terjadi Tsunami

  • Dari hariankomentar.com, 23 Mei 2008

    Menristek: Tsunami Terjadi, Manado Jadi Danau Besar

    Menristek Dr Kusmayanto Kadiman mengatakan, Sulut dipilih pemerintah pusat sebagai salah satu lokasi tsunami drill pada tanggal 26 Desember 2008 mendatang, karena kontur tanah Kota Manado cukup unik.

    Menurut Kadiman, ditetapkannya Manado di samping Banten sebagai titik latihan dalam mengamati tanda-tanda terjadinya tsunami, karena ibukota Sulut ini memiliki tanah berbukit-bukit.

    Artinya, ketika terjadi tsunami, maka di Manado akan ada danau yang sangat besar. “Manado sangat unik. Inilah yang menjadi perhatian pemerintah pusat, sehingga tsunami drill itu ditetapkan di daerah ini. Pertama karena melihat kontur wilayahnya, yang diprediksikan ketika terjadi tsunami akan ada danau besar. Hal ini disebabkan oleh adanya guncangan air yang sangat hebat yang kemudian tidak akan kembali lagi (ke laut),” ujarnya dalam keterangannya di Hotel Quality, kemarin (22/05).

    Dalam pertemuan yang dihadiri Gubernur Sulut, Drs SH Sarundajang dan para akademisi yang ada di daerah ini, Kadiman menjelaskan bahwa dalam hal antisipasi tsunami, Indonesia terbilang jauh lebih maju ketimbang negara-negara lain, termasuk Amerika. “Negara-negara ini dalam hal teknologi mengalami kemajuan yang pesat, jauh dari negara kita. Tetapi dalam hal penanggulangan, Indonesia lebih unggul. Alasannya, karena untuk menyikapi hal ini lebih mengarah pada sisi sosial.

    Teknologi boleh canggih, demikian juga dengan peralatan. Tetapi tanpa diimbangi dengan sosial, maka tetap akan banyak korban yang berjatuhan,” paparnya seraya menambahkan bahwa oleh karena mengabaikan peringatan pemerintah pada tahun 1947 ratusan ribu korban jiwa berjatuhan ketika terjadi tsunami.

    Demikian juga dengan hantaman badai Katrina, di mana masyarakat AS sudah diingatkan untuk pindah tetapi tidak digubris dan akhirnya juga menelan korban jiwa yang besar. “Berbeda dengan Indonesia, masyarakat memberikan respon yang sangat tinggi untuk mengenali tanda-tanda bahaya bencana, seperti tsunami.

    (Baca selanjutnya…)

    No Comments | Tags: > 06/08 - Juni 2008, > Wawancara, 5. Nasional/Daerah, 7. Laporan Kegiatan:, 8. Kliping

    10 July 2008 - 10:30KK Telah Ajukan Enam Konsep Alternatif Energi Baru

  • Dari Media Indonesia, Minggu, 22 Juni 2008

    Menristek Telah Ajukan Enam Konsep Alternatif Energi Baru

    (Penulis : Sopia Siregar)

    JAKARTA–MI: Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman menjelaskan, pihaknya sudah mengajukan enam alternatif energi baru kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Pengajuan usulan enam energi alternatif itu, menjawab tantangan Presiden, yang meminta peneliti dan perekayasa energi menyampaikan inovasi-inovasi di bidang energi.

    Presiden awal Juni lalu, memberi waktu dua minggu kepada para peneliti dan perekayasa energi tersebut. Dijelaskan Menristek, draf usulan telah masuk ke sekretariat Presiden. “Tinggal menunggu waktu luang Presiden, untuk mendengarkan presentasi kami,” jelasnya.

    Hanya saja, Kusmayanto tidak bersedia membuka energi-energi alternatif apa saja yang ada dalam usulan tersebut. Dengan alasan, Presiden belum mendengar usulannya.

    Meski dia tidak membantah kalau beberapa energi alternatif yang diajukan adalah panas bumi, Bahan Bakar Nabati (BBN), sampai hidrogen dan Vigas (bahan bakar gas hasil pengembangan dari compressed natural gas/CNG).

    (Baca selanjutnya…)

    No Comments | Tags: > 06/08 - Juni 2008, 1. Bersama RI1, 7. Laporan Kegiatan: