4 November 2008 - 10:26Ayo, Belajar TIK yang Bebas!…

  • Dari situs Toko Bali Wae’ (tokonya maniak Linux)

    Pada malam hari tanggal 28 Oktober 2008 telah di serahkan buku pelajaran komputer (TIK) open source untuk SMA/MA dari Pak Kusmayanto Kadiman (Menegristek) kepada Pak Bambang Sudibyo (Mendiknas).

    Buku ini akan menjadi bagian dari Buku Sekolah Elektronik (BSE) dari DIKNAS & dapat di ambil secara bebas oleh seluruh bangsa Indonesia melalui Internet. Antara lain akan di-hosting di:

    banyak mirror site lainnya ..

    Buku TIK Open Source ini berisi antara lain :
    - konsep lisensi & pengenalan perangkat komputer
    - penggunaan pengolah kata
    - pengenalan Internet & perjuangan Internet di Indonesia
    - penggunaan spreadsheet
    - pengeditan gambar & grafik
    - pembuatan presentasi yang baik
    …semua menggunakan software open source

    “Semoga buku ini bisa bermanfaat untuk bangsa ini terima kasih atas dukungan teman-teman di Ristek. Harapan saya sebagai pribadi semoga kita bangsa Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam bidang Open Source minimal diantara negara berkembang …Amin…” (Onno W. Purbo)

    Untuk SMA/MA kelas 10 sampai 12 (6 Jilid Buku).

    Pesta Blogger 2008

    No Comments | Tags: > 10/08 - Oktober 2008, > Hankam, Informasi & Komunikasi, Kesehatan, 6. Topik - 6 (Enam) Bidang Fokus:, 7. Laporan Kegiatan:

    30 October 2008 - 23:41Kesatuan Kabinet Mendukung Teknologi Tepat Guna

  • Dari situs Media Indonesia, 30 Oktober 2008

    Presiden Buka TTG Nasional X 2008 

    SEMARANG–MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional X 2008 yang berlangsung 31 Oktober-4 November 2008 di Semarang, Jawa Tengah.

    “Semenjak dahulu saya mendukung teknologi tepat guna agar semua potensi bisa dimanfaatkan,” kata Kepala Negara dalam sambutannya, Kamis.

    Presiden menilai pengembangan teknologi tepat guna dapat menjadi salah satu solusi menyelamatkan lingkungan, serta mewujudkan ketahanan pangan dan energi.

    Oleh karena itu, Presiden mengimbau pemerintah daerah memberikan peluang agar semua inovasi teknogi terus berkembang, terutama di bidang pangan dan energi.

    Menurut Presiden, Indonesia dapat memanfaatkan teknologi tepat guna untuk menjawab segala persoalan, termasuk krisis global, guna mewujudkan cita-cita menjadi negara maju di abad 21.

    Pada kesempatan itu Presiden juga menggarisbawahi perlunya tatanan ekonomi baru dunia yang membuat setiap negara dapat merasa aman.

    Untuk itu, lanjut Presiden, Indonesia harus meningkatkan kemandirian dan keamanan sehingga terbebas dari berbagai dampak krisis global.

    Peserta Gelar TTG Nasional X terdiri atas tujuh departemen, lembaga penelitian, perguruan tinggi, kelompok masyarakat, 33 provinsi se-Indonesia, BUMN, BUMD, dunia usaha dan 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

    Jumlah peserta TTG Nasional X adalah 400 gerai di Bale Merapi, Merbabu, Sindoro, dan Sumbing di Kompleks Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (RPRPP) Jawa Tengah.

    Penyelenggaraan gelar TTGB Nasional X merupakan langkah strategis menyebarluaskan informasi berbagai teknologi yang dapat memberi nilai tambah masyarakat sekaligus menjadi forum menggali gagasan pemikiran dalam menyusun kebijakan penerapan maupun pengembangan TTG untuk memberdayakan masyarakat.

    Pameran itu ditargetkan dikunjungi oleh sedikitnya 100 ribu orang yang terdiri dari pejabat pemerintah, kalangan usaha, akademisi dan masyarakat umum.

    Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan simbolis bantuan alat TTG (kompor biomas) kepada dua orang pengurus Posyantekdes (pos pelayanan teknologi pedesaaan) terbaik di Jawa Tengah yaitu Nursalim (Pejambon, Tegal Timur, Kota Tegal) dan Sumarno (Desa Lorok, Brangsang, Kabupaten Kendal).

    Jumlah kompor biomas sebanyak 115 unit untuk 35 kabupaten/kota masing-masing tiga pengurus terbaik.

    Kemudian penyerahan Piagam Penghargaan juara inovator TTG Nasional tingkat remaja oleh Menristek Kusmayanto Kadiman kepada Adiyah J Kapukong, SMPN 3 Kalabahi Alor, NTT (es krim labu kuning) dan Olivia M Sugiharto SMU Stela Ducel Yogyakarta (Trolon-Kantrol Galon).

    (Baca selanjutnya…)

    1 Comment | Tags: > 10/08 - Oktober 2008, 1. Bersama RI1, 2. Ide dalam ABG (Akademisi-Bisnis-Govt/Pemerintah), 5. Nasional/Daerah, 6. Topik - 6 (Enam) Bidang Fokus:, 7. Laporan Kegiatan:, 8. Kliping

    30 October 2008 - 16:43Kebebasan “OSS” Sejak Sekolah

  • Dari situs Republika, 28 Oktober 2008. Lihat artikel bersangkutan di situs Ristek, ‘Menristek Menyerahkan Buku Pelajaran TIK Berbasis OSS kepada Mendiknas

    JAKARTA — Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, saat ini sudah bukan masanya guru sebagai subyek dan murid sebagai obyek dalam proses pembelajaran.

    Dalam sambutannya pada acara penganugerahan E-Learning Award dan Kihajar (Kita Harus Belajar) Award, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa malam, ia mengatakan, kalau dalam pembelajaran masih menempatkan guru sebagai subyek dan murid sebagai obyek, maka yang terjadi murid bukannya diajar tetapi malah ‘dihajar’.

    Ia mengatakan, untuk mengubah itu memerlukan proses, salah satunya adalah dengan memfasilitasi pendidik dengan TIK (Tehnologi Informasi dan komunikasi). “Dengan fasilitas ini proses pembelajaran akan lebih efektif dan efisien, karena akan terjadi interaksi guru dan murid,” ungkapnya.

    Ia mengingatkan, pembelajaran melalui TIK ini masih memerlukan sosialisasi.Untuk lebih mengenalkan TIK dan juga mendayagunakan masih harus didorong, namun ia optimis pembelajaran dengan media TIK ini bermanfaat.

    “Saat ini kita sudah menjalani pembelajaran dengan media TIK, salah satunya melalui Jardiknas (Jaringan Pendidikan Nasional), yang kini sudah berjalan di 869 zona kota, 300 zona perguruan tinggi, 15 ribu sekolah dan 790 perorangan,” katanya.

    Selanjutnya tahun 2009 nanti ditargetkan sekitar 150 ribu sekolah akan terjangkau media TIK. Selain itu untuk mempersiapkan jangkauan yang lebih luas harus dipersiapkan juga software atau konten pembelajaran. Ia mengajak semua pihak untuk mengembangkan konten ini, siapa saja diundang, karena semakin banyak semakin baik.

    Ia mencontohkan selama ini telah banyak yang mengirimkan konten ini. Beberapa waktu lalu UPI (Universitas Pendidikan Bandung) misalnya mengirimkan buku tentang pendidikan pelestarian terumbu karang, lalu KPK mengirimkan buku antikorupsi dan 407 buku teks.

    Sementara itu untuk memperkaya pembelajaran melalui media TIK, Kementerian Negara Riset dan Tehnologi menyumbangkan buku pelajaran TIK terbitannya. Buku tersebut diperuntukkan bagi siswa/siswi SD,SMP, SMA atau yang sederajat.

    Kerjasama Depdiknas dengan Departemen Komunikasi dan Informatika tahun ini menghasilkan enam buku TIK bagi siswa SMA/MA, yang diserahkan Menteri Negara Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman kepada Mendiknas Bambang Sudibyo dalam acara puncak penyerahan Anugerah E-Learning Award dan Kihajar Award 2008.

    (Baca selanjutnya…)

    No Comments | Tags: > 10/08 - Oktober 2008, > Hankam, Informasi & Komunikasi, Kesehatan, 5. Nasional/Daerah, 6. Topik - 6 (Enam) Bidang Fokus:, 7. Laporan Kegiatan:, 8. Kliping