Dari situs Media Indonesia, 30 Oktober 2008
Presiden Buka TTG Nasional X 2008
SEMARANG–MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional X 2008 yang berlangsung 31 Oktober-4 November 2008 di Semarang, Jawa Tengah.
“Semenjak dahulu saya mendukung teknologi tepat guna agar semua potensi bisa dimanfaatkan,” kata Kepala Negara dalam sambutannya, Kamis.
Presiden menilai pengembangan teknologi tepat guna dapat menjadi salah satu solusi menyelamatkan lingkungan, serta mewujudkan ketahanan pangan dan energi.
Oleh karena itu, Presiden mengimbau pemerintah daerah memberikan peluang agar semua inovasi teknogi terus berkembang, terutama di bidang pangan dan energi.
Menurut Presiden, Indonesia dapat memanfaatkan teknologi tepat guna untuk menjawab segala persoalan, termasuk krisis global, guna mewujudkan cita-cita menjadi negara maju di abad 21.
Pada kesempatan itu Presiden juga menggarisbawahi perlunya tatanan ekonomi baru dunia yang membuat setiap negara dapat merasa aman.
Untuk itu, lanjut Presiden, Indonesia harus meningkatkan kemandirian dan keamanan sehingga terbebas dari berbagai dampak krisis global.

Peserta Gelar TTG Nasional X terdiri atas tujuh departemen, lembaga penelitian, perguruan tinggi, kelompok masyarakat, 33 provinsi se-Indonesia, BUMN, BUMD, dunia usaha dan 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Jumlah peserta TTG Nasional X adalah 400 gerai di Bale Merapi, Merbabu, Sindoro, dan Sumbing di Kompleks Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (RPRPP) Jawa Tengah.
Penyelenggaraan gelar TTGB Nasional X merupakan langkah strategis menyebarluaskan informasi berbagai teknologi yang dapat memberi nilai tambah masyarakat sekaligus menjadi forum menggali gagasan pemikiran dalam menyusun kebijakan penerapan maupun pengembangan TTG untuk memberdayakan masyarakat.
Pameran itu ditargetkan dikunjungi oleh sedikitnya 100 ribu orang yang terdiri dari pejabat pemerintah, kalangan usaha, akademisi dan masyarakat umum.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan simbolis bantuan alat TTG (kompor biomas) kepada dua orang pengurus Posyantekdes (pos pelayanan teknologi pedesaaan) terbaik di Jawa Tengah yaitu Nursalim (Pejambon, Tegal Timur, Kota Tegal) dan Sumarno (Desa Lorok, Brangsang, Kabupaten Kendal).
Jumlah kompor biomas sebanyak 115 unit untuk 35 kabupaten/kota masing-masing tiga pengurus terbaik.
Kemudian penyerahan Piagam Penghargaan juara inovator TTG Nasional tingkat remaja oleh Menristek Kusmayanto Kadiman kepada Adiyah J Kapukong, SMPN 3 Kalabahi Alor, NTT (es krim labu kuning) dan Olivia M Sugiharto SMU Stela Ducel Yogyakarta (Trolon-Kantrol Galon).
(Baca selanjutnya…)