23 February 2009 - 16:39Politik Gajah Putih
|
Gambar ini diedit dengan GIMP, aplikasi OSS. Kunjungi situs IGOS (www.igos.web.id) untuk mengetahui tentang OSS. Apa Hubungan Partai Politik dan Cara Memandang Gajah? Setiap partai politik memiliki cara pandangnya sendiri. Ibarat saat memandang gajah, kita bisa mengatakan ciri hewan ini sebagai berbelalai, bergading, berbadan sangat besar, berkuping raksaksa, atau sekedar memiliki buntut. Dalam tiap Pemilu, tugas rakyat adalah memeriksa apakah pandangan partai politik dapat diterima. Dari proses penilaian cara pandang ini, keindahan demokrasi bisa terwujud seperti pada ilustrasi di atas. Tanpa suara Anda, keindahan demokrasi sukar untuk diwujudkan. Pada 21-22 Februari 2009 lalu, KK mendapat tugas untuk menjadi Menteri Pendamping (Minister-In-Attandance) dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Negeri Gajah Putih, Thailand, Abhisit Vejjajiva. Di sini, KK menuliskan pengalamannya berinteraksi dengan PM Abhisit. Klik gambar di atas untuk melihat versi aslinya di situs Wikipedia. |
Teknologi Menjadi Trend di Dunia Politik
Mr. Abhisit Vejjajiva – Perdana Menteri Thailand
Pemimpin Muda, Pintar, Sederhana dan Imut-imut *)
*) Artikel ini ditulis berdasarkan kesempatan menjadi pendamping PM Thailand selama kunjungannya ke Indonesia, yaitu Jumat dan Sabtu 20- 21 Februari 2009.
Empat kata dalam judul artikel yaitu muda, pintar, sederhana dan imut-imut sepertinya kombinasi yang diidamkan kebanyakan peserta Pemilu 2009 Indonesia. Namun keempat kata tersebut adalah fakta yang melekat pada sosok Mr Abhisit Vejjajiva (Catatan: baca selayaknya nama Indonesia maka akan benar menurut kuping yang paham Bahasa Thai).
Muda karena sebagai Perdana Menteri yang terpilih secara demokratis dalam Pemilu Thailand dan dilantik pada bulan Desember 2008, Abhisit baru memasuki usia 44 tahun.
Pintar dapat disimpulkan dari latar belakang pendidikan dengan prestasi gemilang, misal: lulus S1 Program Studi Ploitik dan Ekonomi dari universitas papan atas yaitu Universitas Oxford, Inggris, dengan predikat First Class Honour yang dalam istilah yang lazim kita kenal adalah “Cum Laude“.
Malang melintang tidak kurang dari 17 tahun di dunia politik dan juga menjadi dosen luarbiasa di sekolah bergengsi di Thailand dan Inggris.
Sederhana yang merupakan keseharian baik ditinjau dari gaya penampilan dan busana serta tidak memerangkap diri dalam protokoler yang tradisional. Imut-imut ini dapat dilihat dari penampilannya yang tidak banyak berbeda dengan tampilan-tampilan di layar kaca atau foto di koran dan majalah.
Bahkan, seperti dilaporkan beberapa media cetak dan elektronik, Abhisit layak menyandang predikat favorit ibu-ibu (housewife’s favourite). Terbukti juga saat Abhisit menjadi rebutan kaum wanita untuk berkenalan, salaman dan berfoto di pertemuan dengan pers Indonesia dan komunitas Thai di Hotel Grand Hyatt dan kaum perempuan di Sekretariat ASEAN Jakarta.
Wartawan Gideon Rachman menulis di http://www.ft.com bahwa Abhisit ini bagaikan Barrack Obama-nya Thailand. Bukan dari perspektif sebagai kulit hitam pertama menduduki The White House melainkan dari ukuran popularitas, muda, techie dan pembaharu.
No Comments | Tags: > 01/09 - Januari 2009, 4. Catatan Opini, 7. Laporan Kegiatan:




