24 December 2008 - 11:14Empat Penghuni Baru TN Ujung Kulon Yang Kita Banggakan
Catatan Editor:
KK melihat berita ini sangat positif karena juga mendapat perhatian media internasional. Layak diketahui setiap pembaca “Makalah-Menteri“.
===
Dari situs Kantor Berita Antara, 23 Desember 2008. Lihat berita serupa di situs WWF Indonesia, “Rekaman ‘video trap’ pertama badak Jawa berhasil didapatkan”
Empat Penghuni Baru di TN Ujung Kulon
Pandeglang, (ANTARA News) - Hasil sensus terhadap badak jawa (Rhinoceros sondaicus) tahun 2008 yang dilakukan Balai Taman Nasional Ujung Kulon, dijumpai empat penghuni baru anak badak jawa yang ditunjukkan dari ukuran tapak 17-18 cm, 19-20, 21-22, 23-24 cm.
“Penemuan sejumlah anak badak itu menunjukkan reproduksi badak masih berlanjut dan regenerasi bisa dijamin, dengan kondisi struktur populasi yang normal,” kata Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Agus Priambudi di Pandeglang, Banten, Selasa.
Ia mengatakan, Balai Taman Nasional Ujung Kulon telah selesai melakukan penghitungan jumlah populasi badak Jawa tahun 2008 mulai 10 sampai 17 Desember lalu.
Berdasarkan data temuan tapak yang dikumpulkan oleh tim sensus di lapangan, data tapak badak jawa yang digunakan untuk menentukan taksiran jumlah populasi minimum adalah tapak badak yang berumur minimal satu hari, dan dua sampai empat hari, sedangkan untuk menentukan taksiran jumlah populasi maksimum adalah semua tapak yang tercatat pada saat sensus badak jawa tersebut.
No Comments | Tags: > Berita+ (Plus), > Terekomendasi untuk dibaca, 8. Kliping


Kus yang lahir 1 Mei 1954, mengalami masa-masa indah ketika berdiam di Rumbai. Dari jendela rumahnya, dia bisa memandang hutan belantara. Soal melihat binatang rimba, seperti babi liar tentu tak asing lagi. Dari kejauhan sesekali ia melihat macan melintas. Bisa jadi, lantaran tinggal di kawasan hutan, ia bisa sepenuhnya mengekspresikan keinginannya.”Itu yang menyebabkan saya ingin menjadi manusia bebas,” ungkapnya.