25 February 2009 - 16:45KK, Bukan Hanya Pengamat Blogger


Gambar ini diedit dengan GIMP, aplikasi OSS. Kunjungi situs IGOS (www.igos.web.id) untuk mengetahui tentang OSS.

 

Sudahkah Anda mengunjungi Blog KK?

Klik gambar di atas untuk mengunjungi Blog KK.

 

  • Dari situs Harian Kompas,  22 Februari 2009. Lihat artikelnya di laman sumber.

Komunitas Kompasiana

Penulis “Indie” di Dunia Nyata

Oleh: Pepih Nugraha

Inti setiap interaksi dan sosialisasi dari blog serta situs pertemanan di dunia maya adalah gaul. Setiap sosialisasi, jika diperas dan diperas lagi, tetap gaul itulah yang menetes. Maka, seorang Menristek Kusmayanto Kadiman pun sampai pada kesimpulan bahwa dia harus gaul ketika secara sadar menyatakan diri sebagai bagian dari dunia maya.

Yang terjadi, sepadat apa pun acaranya, seusai mengantarkan PM Thailand Abhisit Vejjajiva, dari Bandara Internasional Cengkareng Kusmayanto langsung menuju Bentara Budaya Jakarta (BBJ) dengan kawalan polisi. ”Ini agar tidak terlambat sampai di BBJ meski harus sedikit berbuat salah,” katanya saat di daulat menyampaikan kesannya tentang Kompasiana.

(Baca selanjutnya…)

No Comments | Tags: > 02/09 - Februari 2009, > Blog Anda, > Hankam, Informasi & Komunikasi, Kesehatan, > KK on Video, 3. Anda dan KK:, 4. Catatan Opini, 6. Topik - 6 (Enam) Bidang Fokus:, 7. Laporan Kegiatan:, 8. Kliping, 9. Testimoni Tentang KK:

23 February 2009 - 16:39Politik Gajah Putih


Gambar ini diedit dengan GIMP, aplikasi OSS. Kunjungi situs IGOS (www.igos.web.id) untuk mengetahui tentang OSS.

Gajah - Parpol

Apa Hubungan Partai Politik dan Cara Memandang Gajah?

Setiap partai politik memiliki cara pandangnya sendiri. Ibarat saat memandang gajah, kita bisa mengatakan ciri hewan ini sebagai berbelalai, bergading, berbadan sangat besar, berkuping raksaksa, atau sekedar memiliki buntut.

Dalam tiap Pemilu, tugas rakyat adalah memeriksa apakah pandangan partai politik dapat diterima. Dari proses penilaian cara pandang ini, keindahan demokrasi bisa terwujud seperti pada ilustrasi di atas. Tanpa suara Anda, keindahan demokrasi sukar untuk diwujudkan.

Pada 21-22 Februari 2009 lalu, KK mendapat tugas untuk menjadi Menteri Pendamping (Minister-In-Attandance) dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Negeri Gajah Putih, Thailand, Abhisit Vejjajiva. Di sini, KK menuliskan pengalamannya berinteraksi dengan PM Abhisit.

Klik gambar di atas untuk melihat versi aslinya di situs Wikipedia.

 

Teknologi Menjadi Trend di Dunia Politik

Mr. Abhisit Vejjajiva – Perdana Menteri Thailand

Pemimpin Muda, Pintar, Sederhana dan Imut-imut *)

*) Artikel ini ditulis berdasarkan kesempatan menjadi pendamping PM Thailand selama kunjungannya ke Indonesia, yaitu Jumat dan Sabtu 20- 21 Februari 2009.

Presiden SBY dan PM  Abhisit VejjajivaEmpat kata dalam judul artikel yaitu muda, pintar, sederhana dan imut-imut sepertinya kombinasi yang diidamkan kebanyakan peserta Pemilu 2009 Indonesia. Namun keempat kata tersebut adalah fakta yang melekat pada sosok Mr Abhisit Vejjajiva (Catatan: baca selayaknya nama Indonesia maka akan benar menurut kuping yang paham Bahasa Thai).

Muda karena sebagai Perdana Menteri yang terpilih secara demokratis dalam Pemilu Thailand dan dilantik pada bulan Desember 2008, Abhisit baru memasuki usia 44 tahun.

Pintar dapat disimpulkan dari latar belakang pendidikan dengan prestasi gemilang, misal: lulus S1 Program Studi Ploitik dan Ekonomi dari universitas papan atas yaitu Universitas Oxford, Inggris, dengan predikat First Class Honour yang dalam istilah yang lazim kita kenal adalah “Cum Laude“.

Malang melintang tidak kurang dari 17 tahun di dunia politik dan juga menjadi dosen luarbiasa di sekolah bergengsi di Thailand dan Inggris.

Sederhana yang merupakan keseharian baik ditinjau dari gaya penampilan dan busana serta tidak memerangkap diri dalam protokoler yang tradisional. Imut-imut ini dapat dilihat dari penampilannya yang tidak banyak berbeda dengan tampilan-tampilan di layar kaca atau foto di koran dan majalah.

Bahkan, seperti dilaporkan beberapa media cetak dan elektronik, Abhisit layak menyandang predikat favorit ibu-ibu (housewife’s favourite). Terbukti juga saat Abhisit menjadi rebutan kaum wanita untuk berkenalan, salaman dan berfoto di pertemuan dengan pers Indonesia dan komunitas Thai di Hotel Grand Hyatt dan kaum perempuan di Sekretariat ASEAN Jakarta.

Wartawan Gideon Rachman menulis di http://www.ft.com bahwa Abhisit ini bagaikan Barrack Obama-nya Thailand. Bukan dari perspektif sebagai kulit hitam pertama menduduki The White House melainkan dari ukuran popularitas, muda, techie dan pembaharu.

(Baca selanjutnya…)

No Comments | Tags: > 01/09 - Januari 2009, 4. Catatan Opini, 7. Laporan Kegiatan:

16 February 2009 - 14:44(Dikusi Dengan Anda) Pemerintah Gaptek?



Gambar ini diedit dengan GIMP, aplikasi OSS. Kunjungi situs IGOS (www.igos.web.id) untuk mengetahui tentang OSS.

Bagaimana KK Siap melayani Anda? Salah satunya adalah dengan menjawab pertanyaan Anda.

Klik gambar di atas untuk melihat bagaimana caranya Anda dapat mengontak KK.

 

Dialog Pembaca Makalah-Menteri Dengan KK

Pemerintah Gaptek, PNS Gaptek (?)

Dialog KK & Rinawati Sucahyo.

Salam kenal Pak Menteri,

Saya WNI yang sangat selalu menyesalkan berbagai kebijakan di negara ini, terutama pemahaman para petinggi yangg selalu menomorduakan penelitian dan pengembangan teknologi.

Padahal, jika kita memahami bahwa kita punya banyak resources (Sumber Daya Alam, seperti jumlah penduduk, kondisi geografis, dan kultur yang beragam), maka apa yang sebenarnya dirasakan tidak mungkin dicapai negara ini dapat menjadi mungkin.Kuncinya kita semua belajar bersama, dan mengembangkan berbagai penelitian & teknologi, guna mencapai kemaslahatan hidup yang lebih baik.

Jika resources yang ada betul-betul dimanfaatkan, maka tidaklah sulit mengganti status Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju di dunia, Indonesia akan menjadi leading di dunia.  (Saya yakin itu, asal orientasi pemimpin yang memegang kebijakan benar-benar untuk rakyat, dan tujuannya agar bangsa ini mandiri).

Saya menyarankan Pak Menteri untuk memberi masukan ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara supaya membuat aturan dasar penerimaan pegawai negeri (PNS), yang mensyaratkan calon PNS paham teknologi (dengan tes praktik dan tertulis komputer, serta wawancara terkait dengan teknologi, pula wacana mengapa ia jadi PNS). Karena jika setiap leader di PNS gaptek, otomatis yang punya potensipun nggak akan dianggap punya potensi.

Mana mungkin negara ini maju kalo sistem birokrasinya gaptek, bahkan di setiap departemen menganggap bagian Litbang adalah bagian buangan. Padahal setiap kebijakan di departemen seharusnya didasari hasil penelitian yg akurat, akuntabel dan riil (bukan asumsi). Sehingga logikanya Litbang harus memberikan masukan ke bagian program.

Kalau peneriman PNS standardnya jelas, otomatis evaluasi kinerjanya pun akan jelas. Dengan demikian, negara tidak akan merasa rugi menaikkan gaji mereka, karena mereka memang layak.

Demikian Pak, masukan dari saya. Semoga dapat diterima dan bermafaat.

Saya lega sudah bicara via website, apa adanya dengan Bapak.

Terima kasih Pak. Selamat atas penerbitan Peta Nasional dan komitmen untuk memilih Caleg yang tidak gaptek, saya sangat setuju.

Jawaban KK

(Baca selanjutnya…)

No Comments | Tags: 3. Anda dan KK:, 4. Catatan Opini, 5. Nasional/Daerah