|
Gambar ini diedit dengan GIMP, aplikasi OSS. Kunjungi situs IGOS (www.igos.web.id) untuk mengetahui tentang OSS.

Bagaimanakah caranya agar iptek adalah kebijakan realistis? Untuk menjaga perspektif yang realistis, KK kerap melakukan perjalanan dinas ke berbagai daerah di Indonesia, untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan.
Klik di sini, untuk melihat artikel yang memperlihatkan contoh sikap yang sama dari para staf Kementerian Negara Riset dan Teknologi, seperti diperlihatkan gambar kegiatannya pada boks ini.
Teknologi Informasi pun bisa dipergunakan sebagai opsi untuk menajamkan perspektif publik. Antara lain dengan memantau isi blog masyarakat atau mengikuti mailing lists, KK bisa melihat pendapat riil masyarakat luas. Keterbukaan, memang harus digalakkan dalam dunia pemerintahan.
Klik gambar di atas untuk melihat gambar aslinya.
|
- Dari blog “Eshape” milik Eko Sutrisno Hadi Purnomo, Februari 12, 2009 (dengan proses edit). Lihat artikelnya di laman sumber.
- Terima kasih kepada Eko Sutrisno Hadi Purnomo yang telah mengizinkan agar blog-nya dimuat di Makalah Menteri.
Tadinya, Tak Nyaman Di-”dukung”
Menteri Indonesia Go Blog, Bravo !!!
Oleh: Eko “Eshape” Sutrisno Hadi Purnomo.
Pada Pesta Blogger 2008, saat menunggu pintu masuk dibuka, aku ngobrol dengan seorang blogger dari negeri JIRAN.
“Luar biasa Indonesia. Saat para blogger kami ditangkap pemerintah, di sini malah para blogger mengadakan pesta dengan sokongan dari 3 menteri”, ucapnya berapi-api.
Aku menanggapinya dengan senyum, karena di sisi lain ada kawan sesama blogger Indonesia yang merasa nggak nyaman dengan “support” dari beberapa menteri ini.
“Kapan blogger Indonesia mau dewasa. Untuk acara seperti ini, yang mestinya bebas dari para birokrat, malah penuh nuansa birokrasi?”, ujar kawan blogger Indonesia ini bersungut-sungut.
Aku juga menanggapinya dengan senyum. Ya begitulah, kata pak Amril, apapun kejadiannya, resep menghadapinya sebaiknya dengan senyum saja.
Rumus senyumnya? Betul !
Rumusnya: 2-2-7, tarik bibir 2 cm ke kanan, 2 cm ke kiri, dan pertahankan selama 7 detik.
Kurasa, komentar dua blogger yang bertentangan itu ada juga sisi benarnya. Bagaimana tidak bangga punya 3 menteri yang tertarik untuk menyokong kegiatan para blogger, dan bagaimana tidak bosen melihat acara yang nggak mulai-mulai gara-gara acara terlalu protokoler?
Hari ini, akhirnya aku melihat bahwa komentar dari blogger negeri Jiran itu benar adanya.
Sebuah imil dari seorang kawan [bukan blogger tapi seorang pejabat tinggi BUMN yang super lucu] mampir ke kotak suratku, lengkap dengan alamat blog seorang menteri.
Langsung saja aku menuju ke TKP [blognya pak Menteri].
Ternyata kawan-kawan sudah lebih dahulu ada disana. Ada pak Aris, ada pak ATG, dll, sudah lebih dahulu memberi komentar.
Sungguh nyaman membaca blog pak Menteri ini. Bahasa tulisnya seenak bahasa pidatonya. Lancar dan belum mau berhenti sebelum selesai di paragraf akhir.
Aku jadi inget ketika diudang beliau dalam suatu acara di Gedung BPPT. Itulah kali pertama aku mendengar ceramah seorang menteri, karena biasanya saat seorang menteri bicara di panggung, kami biasanya juga berbicara di kelompok kami [nggak sopan ya..?].
Penguasaan materi ceramah dan model orasi yang nyaman, membuat aku merasa terganggu kalau ada yang mengajakku bicara.
Kayaknya pak Menteri ini terkena guna-guna dari mas Enda, sehingga ikut Go Blog, seperti yang selalu dikampanyekan oleh mas Enda.
Seandainya semua pejabat tinggi punya blog, wah enak bener tuh. Suara rakyat akan langsung masuk ke blog sang pejabat. Kalau komunikasi sudah transparan dan didasari semangat berbaik sangka, maka kemakmuran Indonesia tinggal menunggu waktu saja [tidak akan perlu waktu yang lama].
Tekad beberapa teman-teman di ESQ tentang Indonesia Emas 2020 mungkin akan tercapai sebelum tahun itu. Bahasa Indonesia juga sudah menjadi bahasa nomor 1 dunia dan bukan hanya menjadi bahasa nomor 3 dunia.
Memang mungkin ini hanya mimpiku saja, tapi kalau anda setuju, maka bukan tidak mungkin ini akan menjadi tekad seluruh bangsa Indonesia.
Indonesia, mari kita Maju Dengan Karya Bermutu!
Artikel Berkaitan di Makalah Menteri
(Baca selanjutnya…)