17 February 2009 - 13:44Situasi Krisis, Bukan Areanya Caleg Tidak Kreatif



Gambar ini diedit dengan GIMP, aplikasi OSS. Kunjungi situs IGOS (www.igos.web.id) untuk mengetahui tentang OSS.

Mari Pangestu

Apakah seruan para menteri mendukung gerakan “Indonesia Kreatif!” seperti ini baru pertama kali? Klik di sini, untuk melihat catatan di Makalah Menteri di artikel “Menristek: Teknologi Jadi ‘Dongkrak’ Tumbuhnya Ekonomi“. Di laman tersebut, Anda akan melihat link ke Kompas TV (22 Oktober 2008) yang merekam ekspresi KK tentang pentingnya mendukung usaha masyarakat yang kreatif, berbasis komunitas.

Klik gambar di atas untuk melihat gambar aslinya.

 

  • Dari Harian Kompas, 17 Februari 2009. Lihat artikel di laman sumber.

Menciptakan Indonesia yang Kreatif

Inisiatif Agar Pasar Domestik Kuat

Oleh: Redaksi Kompas.

Dalam situasi krisis ekonomi seperti sekarang ini, setiap orang dan komunitas masyarakat dituntut untuk kreatif dan inovatif agar tetap bisa bertahan.

Dalam kaitan itu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu (52) berkepentingan dengan adanya inisiatif dari masyarakat untuk membuat keramaian.

Tentu tak sekedar sebuah acara yang ramai, tetapi kerumunan orang yang mampu membeli produk domestik. Ini perlu agar pasar domestik meningkat dan perekonomian nasional tetap tumbuh.

“Saya di sini bukan untuk memberi arahan, apalagi kampanye politik, tetapi kita punya tujuan yang sama, menciptakan Indonesia kreatif. Menristek berbisik agar tak memilih calon anggota legislatif yang tidak kreatif,” ujar Mari pada acara Ancol Creative City, Minggu (15/2).

Hadir pula dalam acara ini, gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar, Menristek Kusmayanto Kadiman, dan Direktur Utama PT Taman Impian Jaya Ancol, Budi Karya.

Para pecinta sepeda dari berbagai komunitas dan produsen sepeda pun turut andil dalam acara itu.

Beragam produk juga dijajakan, mulai dari aneka makanan, pakaian distro, hingga ikan yang dijual di perahu apung. (GUN)

Artikel Berkaitan di Makalah Menteri

(Baca selanjutnya…)

No Comments | Tags: > 02/09 - Februari 2009, > Menginspirasi, 2. Ide dalam ABG (Akademisi-Bisnis-Govt/Pemerintah), 5. Nasional/Daerah, 7. Laporan Kegiatan:, 9. Testimoni Tentang KK:

9 February 2009 - 14:18Mobile, Pendekatan “Bisnis” Menjalankan Pemerintahan


Gambar ini diedit dengan GIMP, aplikasi OSS. Kunjungi situs IGOS (www.igos.web.id) untuk mengetahui tentang OSS.

 

Mengapa Atlas Nasional Dapat Menjadi Landasan Bisnis? Atlas Nasional Indonesia dapat menjadi media promosi tentang Indonesia, dan media pembelajaran yang dikemas dalam bentuk buku yang berisikan peta tematik, deskriptif, gambar, foto dan citra satelit yang disusun secara sistemtik sehingga membentuk informasi tentang fenomena, potensi dan sumberdaya alam. Atlas Nasional Indonesia dikemas dalam 3 volume, yakni volume 1 menyajikan informasi tentang kondisi fisik dan lingkungan seperti geologi, iklim, geomorfologi, kelautan, gunung api, rawan bencana, konvensi dan penutupan lahan. Volume 2 berisi Potensi dan Sumberdaya, sedangkan volume 3 tentang Sejarah, Wilayah, Penduduk, Budaya dan bahasa. Dari keterangan ini, Anda bisa membandingkannya misalnya dengan “Google Earth”.

Klik gambar di atas untuk melihat versi aslinya di situs Bakosurtanal.

 

  • Dari Situs Kompas, 05 Februari 2009, lihat artikel ini di laman sumber.
  • Lihat berita terkait “Peta Kita Bebas Dari Pengaruh Peta Belanda” di Makalah-Menteri.

KK Menyerukan Pendekatan Bisnis Di Pemerintahan

Atlas Nasional Indonesia Akan Masuk Ponsel

Oleh: Redaksi Kompas

JAKARTA, KAMIS - Dalam acara peluncuran Atlas Nasional Indonesia di Hotel Sahid, Kamis (5/2), Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman menekankan pentingnya akses di dunia mobile. Menurut Menristek, saat ini zaman yang sangat membutuhkan kecepatan di segala bidang dan segalanya yang serba mobile.

Mobile is our lifestyle now,” tukas Menristek ketika memberi sambutan dalam acara tersebut. Atlas tersebut sebisa mungkin dapat diakses mudah dari ponsel di jaringan telekomunikasi.

Sejalan dengan arahan Menristek tersebut, pihak Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) memang telah mempersiapkan versi web dari Atlas Nasional Indonesia agar dapat diakses melalui internet. Namun, sampai saat ini hal tersebut masih menjadi wacana. Bakosurtanal belum memiliki website yang menampilkan Atlas Nasional Indonesia tersebut.

“Kegiatan pembuatan atlas ini masih akan terus berlanjut hingga tahun 2010, termasuk perampungan web atlas nasional,” ujar Kepala Bakosurtanal R W Batinas. Lebih lanjut, ia mengatakan optimistis dengan target utama dari program ini, yaitu menjadikan atlas ini masuk ke dunia mobile dapat berhasil.

Selain itu, pada kesempatan yang sama, Menristek juga mengingatkan agar Atlas Nasional Indonesia ini terus menerus direvisi. Menurutnya, atlas yang merupakan informasi gambaran atas suatu wilayah bukanlah hal yang stagnan atau tidak pernah berubah.

C3-09

Ringkasan Berita Ke Situs Ristek

 

===

Kusmayanto Kadiman dalam Makalah-Menteri

Bersimpati dengan usaha KK untuk menjadikan iptek sebagai pengungkit pembangunan ekonomi?

Cut” dan “paste” kode di bawah ini ke blog/halaman web untuk mendapatkan gambar di atas:

No Comments | Tags: > 01/09 - Januari 2009, 2. Ide dalam ABG (Akademisi-Bisnis-Govt/Pemerintah), 7. Laporan Kegiatan:, 8. Kliping

2 February 2009 - 16:43Dari Sapi, Tanaman Pangan, Hingga Tembakau Rendah Nikotin


 

Gambar ini diedit dengan GIMP, aplikasi OSS. Kunjungi www.igos.web.id untuk mengetahui tentang OSS.


 

Anda memiliki pertanyaan tentang pekerjaan Ristek di bidang pangan? Klik di sini untuk tahu lebih lanjut.

Klik gambar di atas untuk melihat versi aslinya.


 

  • Dari Situs Ristek, 02 Februari 2009, lihat artikel ini di laman sumber.

Perjalanan Dinas Ke Jawa Timur

Penguatan Sinergi Program dengan Deptan

Oleh: Humas Ristek

Dalam rangka meningkatkan sinergi program litbang ketahanan pangan antara Deptan dan LPND di lingkungan KNRT, KK bersama tim dari lingkup Kementerian Negara Riset dan Teknologi berkunjung ke Jawa Timur.

Pada perjalanan ini, KK didampingi oleh para staf dari lingkungan Kementerian Ristek, antara lain Amin Soebandrio (Deputi Pengembangan Sipteknas) , Wayan B (Koordinator Program ATP), Syahruddin Said (LIPI), Sutarjo (BPPT). Dari pihak Departemen Pertanian antara lain Gatot S Irianto (Kepala Litbang Deptan) dan staf lainnya. Di samping itu, Tim RUSNAS sapi serta pimpinan BRI juga turut serta dalam rombongan.

Perjalanan dinas KK kali ini mengambil tujuan ke beberapa Balai Penelitian Deptan dan PT Greenfields Indonesia yang berada di Jawa Timur pada tanggal 30-31 Januari 2008.

Balai penelitian yang dikunjungi adalah:

1) Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan;

2) Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapo), Grati, Pasuruan, yang juga merupakan salah satu mitra penelitian Rusnas sapi;

3) Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi), Malang;

4) Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Batu, Malang;

5) Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas) Karangploso serta;

6) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur.

Beragam teknologi unggul dari hulu (agronomi) ke hilir (pascapanen) telah dihasilkan oleh masing-masing balai penelitian tersebut antara lain varietas tebu genjah (P3GI) untuk produksi bioetanol, pembibitan sapi PO (low cost-low input), twinning sapi- produksi sapi kembar (Lolitsapo), varietas unggul kedelai (Grobogan, Detam-1, Detam-2 dan Vima), ubi kayu varietas CMM-02048-6, ubi jalar (Papua Salosa, Papua Patipi dan Sawentar), kacang tanah tahan terhadap Aflatoxin (Balitkabi), varietas jeruk bebas penyakit hasil kultur jaringan (Balitjestro), varietas tembakau rendah nikotin, aneka tanaman serat dan jarak pagar IP-1, IP-2 (Balittas) serta model diseminasi teknologi - Prima Tani (BPTP).

Pada kunjungan kerja ke PT Greenfields Indonesia (PT GI), anak perusahaan Japfa Comfeed, di Ngajum, Gunung Kawi tanggal 31 Januari 2008, KK dan rombongan (KNRT dan Deptan) didampingi Bapak Yuliantoni, Head of Dairy Farm PT GI. Di sana, KK menyaksikan proses pengolahan susu dari hulu ke hilir mulai dari pertanaman alfalfa, pemeliharaan sapi perah, pembuatan pakan, pemerahan susu dan pengolahan susu yang dilakukan secara mekanisasi.

Luas lahan keseluruhan PT GI 62 Ha, jumlah total sapi perah 3.500 ekor, produktivitas susu 25 liter/ekor/hari dengan kualitas susu terbaik (kandungan bakteri terendah lebih kecil dari 10.000 TPC, lebih rendah dari produk susu Jepang dan AS). Pabrik pengolahan susu berkapasitas 120 ton menghasilkan susu pasteurisasi, susu UHT dan whiping cream yang sebagian besar diekspor ke mancanegara (Singapura, Hongkong dll). PT GI juga telah mengembangkan kemitraan ( PT GI sebagai inti) dengan 136 petani. Tiap petani diberikan pinjaman oleh bank sebanyak 2 ekor sapi perah dan modal kerja (pakan) dengan masa pengembalian kredit 3 tahun (grace period 6 bulan). Bibit sapi perah, pakan dan jaminan pasar disuplai oleh PT GI . (Baca selanjutnya…)

No Comments | Tags: > 01/09 - Januari 2009, > Energi, Pertanian/Pangan, Transportasi, 2. Ide dalam ABG (Akademisi-Bisnis-Govt/Pemerintah), 5. Nasional/Daerah, 6. Topik - 6 (Enam) Bidang Fokus:, 7. Laporan Kegiatan: