12 August 2009 - 14:20Menristek, Menkominfo dan Menperin Membatik dengan Teknologi

Dalam rangka perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke XIV, tiga menteri yaitu Menristek Kusmayanto Kadiman, Menkominfo Mohammad Nuh dan Menperin Fahmi Idris unjuk kemampuan dalam membatik. Namun bukan dengan cara tradisional, melainkan secara high-tech.

Menristek menjadi penampil pertama dengan beraksi menggunakan software batik fraktal J.Batik. KK — demikian biasa ia disapa — sepertinya telah mempersiapkan diri untuk acara ini. Pasalnya, sebelumnya ia telah mendapat kursus singkat dari pengguna batik fraktal asal Pacitan.

Sehingga ketika ia tampil di panggung, meski masih sedikit canggung, pola batik hasil kreasi mantan rektor ITB itu cukup menarik dan mendapat sambutan para peserta.

Menristek mengaku kagum dengan software batik karya anak bangsa ini. Sebab, di dalam aplikasi tersebut terkandung beragam rumus yang memiliki output berbentuk pola-pola batik.

“Kenapa disebut batik fraktal karena pola-pola yang dibuat berasal dari geometri fraktal. Dan setiap kode berpengaruh terhadap pola yang dibuat,” jelasnya di acara yang berlangsung di gedung BPPT, Senin (10/8/2009).

Setelah menristek, selanjutnya menkominfo dan menperin juga diajak ke depan panggung untuk mencicipi cara membatik berteknologi tinggi selanjutnya, yaitu canting elektronik.

Canting biasanya menjadi alat utama para pembatik untuk membuat motif di atas kain. Namun tak seperti alat tradisional, canting elektronik ini menggunakan listrik untuk memanaskan malam/lilin dalam membentuk pola di atas kain, sehingga suhu panas dari canting pun bisa dihasilkan dengan lebih baik.

Untuk menggunakan alat ini, pertama-tama pola batik dari kertas yang sudah dibuat harus diletakkan di atas alas lalu ditutupi dengan kaca dan bahan. Selain itu, di bawah alas yang digunakan juga terdapat lampu untuk menerangi pola yang akan dikerjakan.

Ketika menjajalnya, menkominfo terlihat lebih mahir dalam membuat pola-pola batik Pacitan ketimbang menperin yang terlihat masih kaku.
Dari: situs detikinet.com - 10 Agustus 2009

No Comments | Tags: 7. Laporan Kegiatan:

3 August 2009 - 8:39Kualitas Peneliti Masih Jauh Dari Harapan

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman menyatakan, kualitas para peneliti di Indonesia masih jauh dari harapan, sementara anggaran untuk penelitian pada tahun depan akan dikurangi.

“Produk penelitian para peneliti Indonesia masih jauh dari harapan, hal ini yang membuktikan kualitas peneliti masih rendah,” ujar Kusmayanto, ketika hadir dalam acara Peringatan Hari Teknologi Nasional XIV di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek), Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Jum`at.

Ia mengatakan, perlu perbaikan secara menyeluruh untuk meningkatkan mutu dan kualitas peneliti Indonesia. Pada dasarnya persoalan penelitian saat ini adalah tidak fokusnya penelitian dengan apa yang diteliti.

Selain itu, Kusmayanto menyatakan, biaya penelitian untuk menciptakan produk masih rendah, hal ini menyulitkan bagi peneliti untuk menciptakan hasil karya berupa produk-produk baru.

Bahkan, kata dia, sarana dan prasarana di ruang penelitian begitu minim, adapun laboratorium tidak mengalami peningkatan dan perawatan dengan baik. “Political will yang lebih baik bagi sarana penelitian perlu didukung dan saya mengetahui betul kondisi tersebut. Namun anggaran bukan hanya untuk peneliti, ada persoalan lain yang lebih mendesak,” ujar Menristek.

Menristek mengaku, dana penelitian yang disiapkan pemerintah dari APBN 2009 sekitar Rp400 miliar, anggaran tersebut digunakan bagi 8.000 peneliti. “Target dari setiap penelitian yang dilakukan membutuhkan anggaran sebesar Rp50 juta,” ujarnya.

Ia mengatakan, seharusnya dana minimal untuk penelitian di Indonesia yang dibutuhkan sekitar Rp300 juta untuk setiap peneliti.  “Anggaran itu dianggap cukup untuk memberikan hasil penelitian yang bermanfaat. Tetapi tidak selalu, LAPAN, misalnya, dengan anggaran yang minim dapat membuat roket,” kata dia.

Kusmayanto menyebutkan, pada tahun 2010 anggaran bagi penelitian akan dikurangi hingga 50 persen dari anggaran penelitian 2009. “Tahun depan, anggaran penelitian yang disetujui pemerintah hanya sebesar Rp220 miliar,” katanya.

Dari: www.tvone.co.id - 31 Juli 2009

No Comments | Tags: > Agustus 2009, 7. Laporan Kegiatan: