22 September 2008 - 10:13KK dan Anak Muda PERMATA Karo

  • Desa Sukamakmur, Sibolangit, Sumatera Utara, 20 September 2008

    KK memang dikenal sangat menyukai semangat pemuda dan pemudi.  Hal tersebut terlihat dari semangatnya menghadiri acara HUT PERMATA Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) ke-60, di Retreat Center, Desa Sukamakmur, Sibolangit, Sumut, 20 September lalu.

    PERMATA adalah singkatan dari “Persadaan Man Anak Gerejanta”, merupakan persekutuan pemuda/i GBKP.

    Di acara perayaan ini, KK mengajak pemuda/i untuk melakukan pencarian jati diri dengan sehat dan optimum. Hal itu dilakukannya dengan melemparkan kuis tentang definisi “nerd” (kutu buku). Memang, banyak golongan muda di masyarakat cenderung mengasosiasikan pencinta sains sebagai kutu buku. Namun, hal tersebut tidak lagi sesuai dengan konteks zaman sekarang yang mewajibkan setiap orang untuk berusaha menampilkan hasil karyanya, termasuk kalangan ilmuwan. [Lihat artikel: “Peneliti Harus Sombong“].

    Rika, seorang pemudi GBKP, memenangkan kuis ini, dan menerima hadiah cinderamata yang dibawa KK dari Jakarta.

    KK juga mengajak anak-anak muda Karo untuk bersikap bijak, menghargai warisan kebijaksanaan lokal masyarakat Karo. Dalam hal tersebut, KK kembali memberikan kuis yang menantang hadirin untuk menyebutkan tentang kebijakan warisan nenek moyang bangsa Karo yang berhubungan dengan telephon genggam.

    Ternyata seorang pemudi, Nita, kembali memenangkan kuis ini. Kebudayaan Karo yang berhubungan dengan telephon genggam antara lain:

    a. Meteman atau matemue yang menjelaskan pentingnya menjaga pergaulan untuk bisa menjadi sosok yang berarti dalam komunitas.
    b. Erpedahin yang menggambarkan bahwa dagang, bisnis dan wirausaha adalah nilai luhur dalam budaya Batak-Karo untuk dapat mandiri dalam ukuran sosioekonomi.
    c. Inget kuta kamulihen yang mejadi dasar untuk menjaga silaturahmi sesama warga Karo yang diperantauan dengan yang di kampung halaman. Dengan demikian jurang yang terbentuk akan dapat diperkecil bahkan dihilangkan.

    KK juga mengingatkan anak muda untuk tidak pelit ilmu. Kebiasaan mengingatkan untuk menulis ini, juga sangat intens dilakukan KK di lingkungan Kementerian Negara Riset dan Teknologi [lihat kumpulan hasil karya tulis karyawan tahun 2008 Ristek di sini].

    Menulis adalah upaya yang musti terus digalang dan ditingkatkan di kalangan Karo agar bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta tentu saja sebagai wahana pelestarian budaya. Banyak media tersedia. Salah satu contohnya adalah majalah Tatap yang telah terbit 7 edisi. Masing-masing edisi telah dibagikan kepada Moderamen dan Ketua PERMATA GBKP.

    Akhirnya, KK memberikan pesan pada pemuda/i Permata GBKP dan komunitas Karo untuk memajukan sosioteknoekonomi Tanah Karo dengan mengambil makna huruf
    K, A, R dan O yaitu:
    a. K = Kerja. Agar generasi Karo selalu mau bekerja keras dan cerdas, pantang menjadi malas.
    b. A =  Agama. Agar pemuda/i Karo selalu memegang teguh nilai-nilai agama dan warisan budaya.
    c. R = Ramah pada Sang pencipta, dan sesama ciptaan: manusia, flora, fauna dan lingkungan.
    d. O = Obralah senyum. Selain percaya bahwa setiap insan muda harus pandai bergaul, KK juga mengajak mereka untuk menyemarakkan dunia dengan senyuman. Ini karena senyuman satu orang akan mengajak seluruh dunia tersenyum. Dalam konteks Kekayaan alam nusantara, khususnya keindahan wilayah Karo tidak akan menjadi atraktif jika budaya senyum dan melayani tidak melekat pada komunitas tuan rumah.

    2 Comments | Tags: > 09/08 - September 2008, 7. Laporan Kegiatan:

    Comments:

    1. Adres Ginting says;
      23 Sep 2008 - 7:44

      Mas KK,

      Senang sekali membaca KK ikut di acara Permata GBKP, saya dulu aktif di Permata Bandung sewaktu kuliah di EL-ITB.

      Semoga dengan kehadiran KK di acara tersebut membukakan banyak mata dan hati pemuda-pemudi Karo khususnya.

      O ya, mungkin KK masih ingat saya adalah adiknya Samuel Ginting.

      Salam hormat,
      adres

    2. H G Pandia says;
      23 Sep 2008 - 14:40

      Dear Pak Mentri,

      Perkenalkan saya pandia dari PT. BRI
      saya mendapat website ini dari Kakak saya Helen Sinaga, dan cukup terkejut atas perhatian yang diberikan oleh pak mentri kepada pemuda, terutama Pemuda karo..

      hal-hal yang berhubungan dengan IPTEK memang masih sangat butuh untuk dikembangkan dan dimotivasi kepada generasi muda karo..karena budaya dan kondisi yang sangat nyaman dahulu (dimana daerah yang sangat subur untuk pertanian)… memciptakan budaya yang membuat generasi muda karo kurang berkembang dan mencari tantangan keluar dari daerahnya…

      tapi saat ini saya yakin sebagai pemuda karo sudah saatnya pemuda karo yang muncul kepermukaan menggantikan generasi senior yang sudah dirintis…dan mudah2 dengan kunjungan pak mentri pemuda karo semakin tertantang untuk lebih berkembang..
      Trimakasih…

      Salam hormat,

      Pandia

    Add a Comment