30 August 2008 - 6:12Perbesar Kekuatan Pertanian dengan Iptek

  • Dari Harian Kompas, 30 Agustus 2008. Lihat berita berkaitan di Makalah-Menteri: “Petani Berwawasan Luas (KK di Acara MOU KNRT-Pemprov Sulteng-Univ. Tadulako”

    Indonesia Bisa Menjadi Eksportir Kakao Terbesar di Dunia

    Jakarta, Kompas - Indonesia berpeluang menjadi pengekspor kakao nomor satu dunia asalkan dapat mengatasi dua masalah utama, yaitu penyediaan bibit unggul dan penggunaan pupuk alami. Saat ini Indonesia berada di peringkat ketiga dunia setelah Ghana dan Pantai Gading.

    Hal itu dilontarkan Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman seusai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara Kementerian Negara Riset dan Teknologi serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Universitas Tadulako di Jakarta, Jumat (29/8). Penandatanganan dilakukan oleh Deputi Menristek Bidang Program Riset Iptek Teguh Rahardjo, Gubernur Sulawesi Tengah Bendjela Paliudju, dan Rektor Universitas Tadulako Sahabuddin Mustapa.

    Kerja sama ini bertujuan meningkatkan sumber daya manusia, melaksanakan penelitian bersama, serta memanfaatkan teknologi bagi kemajuan masyarakat di provinsi tersebut.

    Bendjela mengatakan, pengembangan perkebunan kakao telah menjadi program regional yang melibatkan Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan. Untuk pengembangan produksi kakao perlu tambahan 50 hingga 100 hektar lahan kakao di setiap provinsi. Sulawesi Tengah menghasilkan 145.000 ton kakao per tahun.

    Selain kakao, lanjut Kusmayanto, Kementerian Negara Ristek juga dapat membantu teknologi pengolahan biji cokelat menjadi bubuk kakao guna meningkatkan pendapatan masyarakat. Juga diintroduksi teknologi untuk mengatasi masalah hama di sektor pertambakan udang, budidaya nilam, dan apel.

    Dalam pengembangan sektor pertanian, Kusmayanto mengingatkan, hal yang tak boleh diabaikan adalah peran para penyuluh pertanian dalam mengintroduksi hasil riset kepada para petani. Mereka harus diberi insentif yang memadai.

    Selain itu juga akan dilakukan eksploitasi dan pengolahan gas alam di kawasan yang berdekatan dengan sumber air irigasi. ”Diperlukan pendekatan teknologi agar kedua aktivitas tersebut dapat berjalan,” katanya.

    Gas alam yang diolah menjadi gas alam cair berpotensi membuka lapangan kerja 10 kali lipat lebih besar dibandingkan mengekspor gas alam mentah. (YUN)

    No Comments | Tags: > 08/08 - Agustus 2008, > Energi, Pertanian/Pangan, Transportasi, > Wawancara, 6. Topik - 6 (Enam) Bidang Fokus:, 7. Laporan Kegiatan:, 8. Kliping

    Add a Comment