Ristek Headline |
Sabtu 29 November 2014
 
 

IQE

CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Kamis 27 November 2014
Final Symposium Agriculture Beyond Food (ABF)

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


ARTIKEL IPTEK
Jumat 23 April 2010
Priiiiit — Sempritan Polisi
Print PDF Facebook Twitter Email

Misi dan Nilai Luhur Polisi

Jika kita berkunjung ke situs POLRI dan polisi mancanegara maka kita akan berkesimpulan bahwa nilai-nilai luhur dan misi kepolisian itu adalah:

* Memberikan pengayoman dan pelayanan secara mudah, tanggap dan adil agar masyarakat bebas dari rasa takut.
* Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat sepanjang waktu di seluruh wilayah Nusantara
  * Menjaga ketertiban lalu-lintas untuk menjamin keselamatan dan kelancaran arus orang dan barang.
* Menegakkan hukum, menjamin kepastian hukum dan mewujudkan rasa keadilan.
* Mengembangkan perpolisian berbasis pada masyarakat patuh hukum.

 

 

 

 

 

 

 

Dari misi dan nilai luhur diatas, jelas sempritan atau pluit adalah salah satu alat bantu polisi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.


Sempritan atau pluit (whistle) sudah lama sekali kita kenal. Sejak dari jaman batu dahulu kala sempritan sudah menjadi bagian dari kehidupan kita, khususnya sebagai pemberi tanda, aba-aba ataupun peringatan. Sempritan bahkan sudah juga digunakan sebagai jargon dalam ranah sosiopolitik. Orang Inggris sering menggunakan istilah whistle-blower bagi orang yang melontar isu ketidakberesan sebagai pemicu perhatian orang banyak. Jika kita terapkan istilah ini ditanah air secara aktual maka kita langsung terbayang sebuah nama dan tampilan fisik seorang whistle-blower yang sedang menjadi selebriti-bintang pengisi media TV dan radio serta penghias media cetak koran, majalah, tabloid dan dot.com yaitu sempritan “berbunyi” MARKUS (makelaar kasus) yang berkeliaran digedung angker dengan land-mark Patung Gajahmada dibilangan Jakarta Selatan.

Banyak ragam pluit yang kita kenal dalam keseharian — juru parkir, wasit olahraga, polisi, pelatih binatang, pramuka, kepala stasiun kereta api sampai relawan “pak ogah” pengatur lalu-lintas. Hampir semua pluit itu menghasilkan bunyi yang serupa jika tidak kita bilang sama bunyinya kecuali pluit kepala stasiun KA, pluit pramuka dan pelatih binatang khususnya anjing. Keserupaan bunyi pluit ini sering menimbulkan kerancuan. Sempritan pak polisi kita sangka berasal dari juru parkir. Pertandingan olahraga bisa kacau akibat sempritan berulang-ulang juru parkir. Artikel ini fokus pada pemikiran penyempurnaan sempritan yang digunakan polisi lalu-lintas.

Bunyi Unik dan Khas


Hampir semua sempritan memiliki frekuensi yang berada dalam rentang pendengaran manusia yaitu antara 20 - 20.000 Hertz yang dalam bahasa teknis disebut audible range. Frekuensi rendah kita kenal dengan bunyi bernada bass sedangkan yang berfrekuensi tinggi yang terasa melengking ditelinga kita sebut bernada treble. Hanya pluit pelatih binatang, khususnya pawang anjing yang menggunakan pluit yang jika ditiup tidak terdengar oleh kita karena frekuensi bunyi yang dihasilkan tidak berada dalam audible range. Bentuk fisik yang baku dari pluit polisi adalah seperti gambar berikut.



Dari sudut pandang teknis, mudah sekali membuat pluit yang mampu menghasilkan bunyi yang berbeda yaitu uni dan khas dengan bunyi yang dihasilkan oleh pluit-pluit lain namun tantangan terbesar adalah promosi dan sosialisasi dari pluit ini untuk dikenal dan diterima masyarakat luas. Berbeda dengan wajib menggunakan helm (helmet) bagi pengendara sepeda motor atau wajib memakai sabuk pengaman (seat belt) bagi pengemudi dan penumpang kendaraan roda empat atau lebih. Kewajiban ini bisa dilakukan dengan membuat peraturan dan perundangan serta diikuti dengan penegakan hukum yang tegas dan konsisten. Tidak demikian dengan bunyi baru pluit polisi. Pembelajaran publik, promosi, sosialisasi dan pembiasaan adalah satu-satunya cara. Bukan hal yang mustahil, kesabaran dan kesungguhan adalah kata kunci keberhasilannya. Jika perubahan ini akan dilakukan maka sekaligus musti diperhatikan banyak hal lain yang kini juga menjadi kendala dalam penggunaan pluit polisi. Faktor-faktor itu adalah polusi baik polusi udara maupun polusi bising (noise) serta keramaian lalu-lintas. Selain unsur kebisingan, kini kendaraan-kendaraan juga dibuat kedap suara sehingga suara pluit tidak akan terdengar oleh pengendara.

Anti-Polusi Suara Dan Udara


Bayangkan seorang polisi yang sedang mengatur lalu-lintas dalam keadaan kemacetan lalu-lintas. Hasil pembakaran bahan bakar di ruang mesin dan keluar sebagai gas buang melalui knalpot sangatlah mengotori udara sekitar. Gas buang itu selain mencemari udara juga berpotensi mengganggu kesehatan polisi melalui peracunan saluran pernafasan. Itu sebabnya kerap kita melihat polisi menggunakan penutup hidung dan mulut (masker). Tentu ini membuat polisi tidak bisa meniup pluit untuk memperingati atau menangkap pengendara yang melanggar rambu lalu-lintas atau pengganggu ketertiban lalu-lintas. Secara teknis, membuat pluit yang tidak harus ditiup juga mudah. Pluit elektronik adalah solusinya, cukup menekan tombol maka bunyi sempritan akan dihasilkan. Namun kita sudah terbiasa bahkan instan menengok ke polisi saat mendengar suara sempritan. Tentu janggal jika kita mendengar suara pluit namun dimulut polisi tidak terlihat adanya pluit. Akibatnya kita tidak mengindahkan peringatan melalui bunyi pluit tersebut. Sekali lagi ini isu, masalah dan tantangan sosial. Kebisingan lalu-lintas dan kedap-suara kendaraan modern menjadi tantangan tersendiri.

Terarah dan kombinasi dengan sinar

Lampu senter (flashlight) dan laser (light amplification by stimulated emission of radiation) adalah dua contoh bagaimana sinar bisa kita arahkan ke lokasi bahkan titik yang kita tuju. Pengarahan dan fokus bisa kita lakukan berkat adanya lensa yang membuat sinar yang semula menyebar kesegala penjuru menjadi terarah. Prinsip serupa bisa juga diterapkan untuk membuat bunyi terarah. Alat-bantunya adalah lensa akustik. Sekali lagi, secara teknis pluit elektronik dengan kemampuan terarah dan fokus bukanlah masalah besar. Namun demikian solusi teknologi ini belum menyelesaikan problema pluit secara paripurna. Kendaraan modern yang demi kenyamanan pengemudi dan penumpang telah dibuat nyaris kedap suara. Bunyi pluit yang tertarah dan fokus pada kendaraan yang dituju tidak akan berhasil memberi peringatan atau perintah pada pengemudi untuk mengarahkan kendaraannya keluar dari keramaian lalu-lintas. Solusi teknisnya adalah inovasi pluit yang mengkombinasikan bunyi dengan sinar, misalnya laser. Pluit elektronik akan mampu menjadi solusi.

Lengkap sudah secara teknis upaya untuk menawarkan solusi sempritan yang mengantikan sempritan klasik yang sampai kini masih digunakan polisi. Kini pekerjaan rumah yang lebih besar menanti yaitu merencanakan, merancang dan melaksanakan kegiatan sosial agar pluit baru itu dapat dipahami dan diterima oleh masyarakat luas. Ini sebuah perubahan besar (big change) yang barangkali tepat menjadi bagian dari strategi dan kiat POLRI dalam melakukan transformasi.

Seorang posisi sahabat saya menulis dalam contact profile di BlackBerry-nya

In God we trust, all others are suspects

(kompasiana.com/kusmayantokadiman/ humasristek)



Jumat 17 Oktober 2014
Garis Kemiskinan Perlu Dinaikkan
Kamis 25 September 2014
PLTN, Kenapa Tidak?
Kamis 11 September 2014
Kaji Ulang Pengendalian BBM Bersubsidi
Kamis 11 September 2014
Pikir Matang Penggabungan Kementerian Perdagangan
Selasa 19 Agustus 2014
Dampak Pencabutan Subsidi Listrik
Jumat 15 Agustus 2014
Urgensi Pengaturan Institusi Litbang
Jumat 18 Juli 2014
Masyarakat Ekonomi ASEAN : Sedikit-sedikit Disulitin
Rabu 02 Juli 2014
Iptek, Politik, dan Capres
Jumat 11 April 2014
Revisi atas Garis Kemiskinan
Kamis 10 April 2014
Investasi untuk Riset
[ Berita lainnya ]