Ristek Headline |
Rabu 30 Juli 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 16 Juli 2014
Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Asdep Jaringan Penyedia Dengan Pengguna dan Menristek

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


INFO IPTEK
Kamis 01 Desember 2011
Menduga Penyebab Runtuh
Print PDF Facebook Twitter Email

Ketika menjabat Bupati Kutai Kartanegara, AW Sulaiman bermimpi memiliki jembatan seperti Golden Gate di San Fransisco, Amerika Serikat. Sepuluh tahun setelah diresmikan, jembatan itu ambruk. Apa penyebabnya?

Pemilihan model jembatan gantung, menurut ahli beton dan konstruksi jembatan, Wiratman Wangsadinata, tergantung selera. Dari sisi pembiayaan dan kekuatan, selisih ketiga model jembatan tak terlalu signifikan.

Penyelidikan di lapangan masih dilakukan. Namun, para ahli konstruksi jembatan mengungkap sejumlah skenario dari bukti yang dikumpulkan di lapangan.

Kegagalan struktur

Data Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Kartanegara terungkap, sejak tahun 2001 terjadi pergeseran 8-10 sentimeter (cm) pada ujung atas tiang jembatan (pylon). Ujung pylon yang seharusnya tegak berubah melengkung ke arah sungai. Artinya, sesaat setelah jembatan diresmikan sudah terjadi ketidakberesan struktur jembatan.

Pylon yang konstruksinya dari baja profil besar ini menancap pada pilar jembatan yang terhubung pada fondasi. Hidajat Sugihardjo, ahli konstruksi jembatan dari Jurusan Teknik Sipil ITS yang terjun ke lapangan mengatakan, pylon melengkung karena blok angkur yang menahan kabel utama sudah bergeser 8-10 cm.

Pada saat pylon melengkung, terjadi penurunan gaya tarik pada kabel utama dan kabel penggantung. Singkatnya, kabel-kabel baja yang digunakan menahan gelagar atau lantai jembatan mengendur. Kendurnya kabel membuat gelagar atau rangka balok penopang lantai jembatan (bagian yang dilalui kendaraan) ikut melengkung ke bawah.

Pengukuran terakhir tahun 2011 lengkungannya 72 cm. ”Kondisi ini yang ingin diperbaiki dengan mengencangkan kembali kawat penggantung jembatan agar gelagar penopang lantai jembatan kembali ke level semula atau kembali datar,” kata Hidajat.

Sesaat sebelum runtuh, petugas sedang mengecek ulang pada kabel penggantung bagian tengah dari kedua sisi jembatan. Dari tengah, kabel penggantung ini lalu akan disetel ulang satu per satu. Kabel di arah hulu sungai berhasil dinaikkan hingga 15 cm dengan dongkrak. Saat akan berpindah ke kabel lain, jembatan tiba-tiba runtuh.

”Melengkungnya gelagar jembatan hanya menjadi salah satu pemicu runtuhnya jembatan. Prosedur pengencangan kabel penggantung agar gelagar jembatan kembali ke level semula inilah yang harus diselidiki lebih lanjut,” kata Hidajat.

Kelemahan sambungan

Bambang Suhendro, ahli konstruksi dari UGM yang memandu tim internal UGM menyelidiki runtuhnya jembatan, mengungkap skenario lain. Ia melihat kegagalan pada sistem sambungan antara kabel utama dan kabel penggantung.

”Nyawa” jembatan gantung, kata Bambang, pada sistem sambungan kabel. Pada saat perancangan, sistem sambungan ini harus memenuhi syarat kekuatan, kekakuan, stabilitas, kemampuan menopang saat perbaikan, dan ketahanan material.

Mengingat jembatan difungsikan 10 tahun, kelima syarat itu sebenarnya terpenuhi. Namun, karena sistem jembatan gantung ini elemen pentingnya pada kabel utama dan kabel penggantung, perawatan merupakan paling krusial.

Sistem sambungan ini banyak menahan beban tarik sehingga elemen sambungan, seperti kabel penggantung, klem, mur, dan bautnya, meregang secara lambat. Regangan ini penyebab gelagar jembatan melengkung mendekati patah. ”Kalau tak segera diperbaiki, badan jembatan bisa patah,” kata Bambang.

Gejala lain adalah ”kelelahan” bahan sambungan. Terus-menerus menanggung beban berat, kemampuan baja menahan beban berangsur menurun.

Regangan dan ”kelelahan” bahan ini bisa menyebabkan keretakan pada sistem sambungan. ”Jika ada 3-4 sambungan dalam kondisi buruk, sementara jembatan terus-menerus menerima beban, akan putus. Kemudian, terjadi efek domino, yaitu kabel lain ikut putus karena menanggung beban tambahan,” kata dia.

Hidajat menambahkan, perencanaan, pelaksanaan, dan perawatan pada jembatan harus dilakukan komprehensif. ”Pada jembatan, metode perawatan dan pelaksanaan perawatannya harus direncanakan sejak awal karena itu memengaruhi ukuran struktur jembatan,” kata dia. (Kompas, 1 Desember 2011/ humasristek)



Jumat 04 Juli 2014
Waterman: Alat Semprot Pestisida Semi Otomatis
Kamis 03 Juli 2014
Tim Aplikasi Quick Disaster UGM Raih Global Winner di London
Rabu 02 Juli 2014
Mahasiswa FT-UB Ciptakan Prototipe Mobil Berbahan Bakar Batu Kapur
Selasa 01 Juli 2014
Ciptakan Aplikasi untuk Smart Watch, Mahasiswa UI Raih Prestasi di Ajang Hackathon
Senin 30 Juni 2014
Dosen FK UI Rancang Alat Deteksi Stroke Termurah
Jumat 27 Juni 2014
SIPAGI Sikat Gigi Praktis Untuk Perjalanan
Kamis 26 Juni 2014
Remaja 15 Tahun Buat Aplikasi Stetoskop Digital
Rabu 25 Juni 2014
Dentalion Permudah Pemeriksaan Gigi
Jumat 20 Juni 2014
Studi Doktor di Jepang, Alumni Unnes Ciptakan Aplikasi HalalMinds
Kamis 19 Juni 2014
Ternyata, Ampas Kopi Bisa Jadi Biodiesel
[ Berita lainnya ]