Ristek Headline |
Minggu 26 Oktober 2014
 
 

thanks

IQE

Seleksi Calon Kepala LIPI
CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 21 Oktober 2014
Perpisahan Menristek : Kita Harus Bertransformasi Melakukan Perubahan

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


INFO IPTEK
Kamis 01 Desember 2011
Menduga Penyebab Runtuh
Print PDF Facebook Twitter Email

Ketika menjabat Bupati Kutai Kartanegara, AW Sulaiman bermimpi memiliki jembatan seperti Golden Gate di San Fransisco, Amerika Serikat. Sepuluh tahun setelah diresmikan, jembatan itu ambruk. Apa penyebabnya?

Pemilihan model jembatan gantung, menurut ahli beton dan konstruksi jembatan, Wiratman Wangsadinata, tergantung selera. Dari sisi pembiayaan dan kekuatan, selisih ketiga model jembatan tak terlalu signifikan.

Penyelidikan di lapangan masih dilakukan. Namun, para ahli konstruksi jembatan mengungkap sejumlah skenario dari bukti yang dikumpulkan di lapangan.

Kegagalan struktur

Data Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Kartanegara terungkap, sejak tahun 2001 terjadi pergeseran 8-10 sentimeter (cm) pada ujung atas tiang jembatan (pylon). Ujung pylon yang seharusnya tegak berubah melengkung ke arah sungai. Artinya, sesaat setelah jembatan diresmikan sudah terjadi ketidakberesan struktur jembatan.

Pylon yang konstruksinya dari baja profil besar ini menancap pada pilar jembatan yang terhubung pada fondasi. Hidajat Sugihardjo, ahli konstruksi jembatan dari Jurusan Teknik Sipil ITS yang terjun ke lapangan mengatakan, pylon melengkung karena blok angkur yang menahan kabel utama sudah bergeser 8-10 cm.

Pada saat pylon melengkung, terjadi penurunan gaya tarik pada kabel utama dan kabel penggantung. Singkatnya, kabel-kabel baja yang digunakan menahan gelagar atau lantai jembatan mengendur. Kendurnya kabel membuat gelagar atau rangka balok penopang lantai jembatan (bagian yang dilalui kendaraan) ikut melengkung ke bawah.

Pengukuran terakhir tahun 2011 lengkungannya 72 cm. ”Kondisi ini yang ingin diperbaiki dengan mengencangkan kembali kawat penggantung jembatan agar gelagar penopang lantai jembatan kembali ke level semula atau kembali datar,” kata Hidajat.

Sesaat sebelum runtuh, petugas sedang mengecek ulang pada kabel penggantung bagian tengah dari kedua sisi jembatan. Dari tengah, kabel penggantung ini lalu akan disetel ulang satu per satu. Kabel di arah hulu sungai berhasil dinaikkan hingga 15 cm dengan dongkrak. Saat akan berpindah ke kabel lain, jembatan tiba-tiba runtuh.

”Melengkungnya gelagar jembatan hanya menjadi salah satu pemicu runtuhnya jembatan. Prosedur pengencangan kabel penggantung agar gelagar jembatan kembali ke level semula inilah yang harus diselidiki lebih lanjut,” kata Hidajat.

Kelemahan sambungan

Bambang Suhendro, ahli konstruksi dari UGM yang memandu tim internal UGM menyelidiki runtuhnya jembatan, mengungkap skenario lain. Ia melihat kegagalan pada sistem sambungan antara kabel utama dan kabel penggantung.

”Nyawa” jembatan gantung, kata Bambang, pada sistem sambungan kabel. Pada saat perancangan, sistem sambungan ini harus memenuhi syarat kekuatan, kekakuan, stabilitas, kemampuan menopang saat perbaikan, dan ketahanan material.

Mengingat jembatan difungsikan 10 tahun, kelima syarat itu sebenarnya terpenuhi. Namun, karena sistem jembatan gantung ini elemen pentingnya pada kabel utama dan kabel penggantung, perawatan merupakan paling krusial.

Sistem sambungan ini banyak menahan beban tarik sehingga elemen sambungan, seperti kabel penggantung, klem, mur, dan bautnya, meregang secara lambat. Regangan ini penyebab gelagar jembatan melengkung mendekati patah. ”Kalau tak segera diperbaiki, badan jembatan bisa patah,” kata Bambang.

Gejala lain adalah ”kelelahan” bahan sambungan. Terus-menerus menanggung beban berat, kemampuan baja menahan beban berangsur menurun.

Regangan dan ”kelelahan” bahan ini bisa menyebabkan keretakan pada sistem sambungan. ”Jika ada 3-4 sambungan dalam kondisi buruk, sementara jembatan terus-menerus menerima beban, akan putus. Kemudian, terjadi efek domino, yaitu kabel lain ikut putus karena menanggung beban tambahan,” kata dia.

Hidajat menambahkan, perencanaan, pelaksanaan, dan perawatan pada jembatan harus dilakukan komprehensif. ”Pada jembatan, metode perawatan dan pelaksanaan perawatannya harus direncanakan sejak awal karena itu memengaruhi ukuran struktur jembatan,” kata dia. (Kompas, 1 Desember 2011/ humasristek)



Kamis 23 Oktober 2014
Rupa-Rupa Modifikasi Pangan Kreasi Mahasiswa
Kamis 16 Oktober 2014
Indonesia Kuasai Teknologi Baterai Lithium
Kamis 16 Oktober 2014
SMPN Surabaya sabet dua juara Robotika Nasional
Kamis 16 Oktober 2014
Mahasiswi Darmajaya Ciptakan Software Pendeteksi Flu Burung
Senin 29 September 2014
2 Pelajar Banjarnegara Ubah Biji Salak Jadi Energi
Jumat 19 September 2014
Siswa SMK Gresik Ubah Air Urin Menjadi Air Bersih
Jumat 19 September 2014
Software dari ITS Bantu Negara Hemat Rp52 M
Rabu 17 September 2014
Ilmuwan Buat Baterai Nuklir Berbahan Dasar Air
Kamis 04 September 2014
Dukung Konversi BBM ke BBG, UGM Kembangkan Tabung BBG Cartridge Bertekanan Rendah
Rabu 27 Agustus 2014
Mahasiswa ITS ciptakan "Smart Solar Panel"
[ Berita lainnya ]