Ristek Headline |
Saturday, November 1, 2014
 
 

IQE

CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Tuesday, September 9, 2014
Menristek Kunjungi Fasilitas Riset Lembaga Eijkman

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


INFO IPTEK
Thursday, December 1, 2011
Menduga Penyebab Runtuh
Print PDF Facebook Twitter Email

Ketika menjabat Bupati Kutai Kartanegara, AW Sulaiman bermimpi memiliki jembatan seperti Golden Gate di San Fransisco, Amerika Serikat. Sepuluh tahun setelah diresmikan, jembatan itu ambruk. Apa penyebabnya?

Pemilihan model jembatan gantung, menurut ahli beton dan konstruksi jembatan, Wiratman Wangsadinata, tergantung selera. Dari sisi pembiayaan dan kekuatan, selisih ketiga model jembatan tak terlalu signifikan.

Penyelidikan di lapangan masih dilakukan. Namun, para ahli konstruksi jembatan mengungkap sejumlah skenario dari bukti yang dikumpulkan di lapangan.

Kegagalan struktur

Data Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Kartanegara terungkap, sejak tahun 2001 terjadi pergeseran 8-10 sentimeter (cm) pada ujung atas tiang jembatan (pylon). Ujung pylon yang seharusnya tegak berubah melengkung ke arah sungai. Artinya, sesaat setelah jembatan diresmikan sudah terjadi ketidakberesan struktur jembatan.

Pylon yang konstruksinya dari baja profil besar ini menancap pada pilar jembatan yang terhubung pada fondasi. Hidajat Sugihardjo, ahli konstruksi jembatan dari Jurusan Teknik Sipil ITS yang terjun ke lapangan mengatakan, pylon melengkung karena blok angkur yang menahan kabel utama sudah bergeser 8-10 cm.

Pada saat pylon melengkung, terjadi penurunan gaya tarik pada kabel utama dan kabel penggantung. Singkatnya, kabel-kabel baja yang digunakan menahan gelagar atau lantai jembatan mengendur. Kendurnya kabel membuat gelagar atau rangka balok penopang lantai jembatan (bagian yang dilalui kendaraan) ikut melengkung ke bawah.

Pengukuran terakhir tahun 2011 lengkungannya 72 cm. ”Kondisi ini yang ingin diperbaiki dengan mengencangkan kembali kawat penggantung jembatan agar gelagar penopang lantai jembatan kembali ke level semula atau kembali datar,” kata Hidajat.

Sesaat sebelum runtuh, petugas sedang mengecek ulang pada kabel penggantung bagian tengah dari kedua sisi jembatan. Dari tengah, kabel penggantung ini lalu akan disetel ulang satu per satu. Kabel di arah hulu sungai berhasil dinaikkan hingga 15 cm dengan dongkrak. Saat akan berpindah ke kabel lain, jembatan tiba-tiba runtuh.

”Melengkungnya gelagar jembatan hanya menjadi salah satu pemicu runtuhnya jembatan. Prosedur pengencangan kabel penggantung agar gelagar jembatan kembali ke level semula inilah yang harus diselidiki lebih lanjut,” kata Hidajat.

Kelemahan sambungan

Bambang Suhendro, ahli konstruksi dari UGM yang memandu tim internal UGM menyelidiki runtuhnya jembatan, mengungkap skenario lain. Ia melihat kegagalan pada sistem sambungan antara kabel utama dan kabel penggantung.

”Nyawa” jembatan gantung, kata Bambang, pada sistem sambungan kabel. Pada saat perancangan, sistem sambungan ini harus memenuhi syarat kekuatan, kekakuan, stabilitas, kemampuan menopang saat perbaikan, dan ketahanan material.

Mengingat jembatan difungsikan 10 tahun, kelima syarat itu sebenarnya terpenuhi. Namun, karena sistem jembatan gantung ini elemen pentingnya pada kabel utama dan kabel penggantung, perawatan merupakan paling krusial.

Sistem sambungan ini banyak menahan beban tarik sehingga elemen sambungan, seperti kabel penggantung, klem, mur, dan bautnya, meregang secara lambat. Regangan ini penyebab gelagar jembatan melengkung mendekati patah. ”Kalau tak segera diperbaiki, badan jembatan bisa patah,” kata Bambang.

Gejala lain adalah ”kelelahan” bahan sambungan. Terus-menerus menanggung beban berat, kemampuan baja menahan beban berangsur menurun.

Regangan dan ”kelelahan” bahan ini bisa menyebabkan keretakan pada sistem sambungan. ”Jika ada 3-4 sambungan dalam kondisi buruk, sementara jembatan terus-menerus menerima beban, akan putus. Kemudian, terjadi efek domino, yaitu kabel lain ikut putus karena menanggung beban tambahan,” kata dia.

Hidajat menambahkan, perencanaan, pelaksanaan, dan perawatan pada jembatan harus dilakukan komprehensif. ”Pada jembatan, metode perawatan dan pelaksanaan perawatannya harus direncanakan sejak awal karena itu memengaruhi ukuran struktur jembatan,” kata dia. (Kompas, 1 Desember 2011/ humasristek)



Thursday, September 4, 2014
Dukung Konversi BBM ke BBG, UGM Kembangkan Tabung BBG Cartridge Bertekanan Rendah
Wednesday, August 27, 2014
Mahasiswa ITS ciptakan "Smart Solar Panel"
Monday, August 25, 2014
Helm Anti-Kantuk Mahasiswa Ubaya Raih Emas International Invention, Innovation, and Design di Malaysia
Friday, August 22, 2014
Rangka Sepeda Buatan Dosen ITS Raih Piagam Paten
Wednesday, August 20, 2014
Ukur Tinggi dan Berat Badan Lebih Praktis Dengan Nutrisomatic
Friday, August 15, 2014
Mahasiswa UGM Kembangkan Teknik Pembibitan Tebu Berkualitas
Friday, July 4, 2014
Waterman: Alat Semprot Pestisida Semi Otomatis
Thursday, July 3, 2014
Tim Aplikasi Quick Disaster UGM Raih Global Winner di London
Wednesday, July 2, 2014
Mahasiswa FT-UB Ciptakan Prototipe Mobil Berbahan Bakar Batu Kapur
Tuesday, July 1, 2014
Ciptakan Aplikasi untuk Smart Watch, Mahasiswa UI Raih Prestasi di Ajang Hackathon
[ Berita lainnya ]