Ristek Headline |
Kamis 02 Juli 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 30 Juni 2015
Pelantikan Dirjen Kemenristekdikti

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

surat

Ristek TV

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Kamis 06 Oktober 2011
Iptek Voice : Teknologi Tepat Guna untuk Petani Kacang Tanah
Print PDF Facebook Twitter Email

Pilihan komoditas kedua yang ditanam petani di Jepara setelah padi adalah kacang tanah. Dikatakan Kepala Litbang Bappeda Jepara, Anik Susila, hal ini dikarenakan lahannya cukup luas dan permintaan pasar cukup tinggi.

Mulai tahun 2010,kegiatan spesifikasi lokasi yang digagas Kementerian Ristek dilakukan untuk mengembanglan potensi kacang tanah. Dari diskusi yang telah dilakukan diketahui bahwa permasalahan utama mencakup kualitas kacang dan pembenihan yang sulit ketika musim hujan tiba. Pengembangan kacang tanah alat perontok kacang dan alat oven/ pemanas benih.

“Ketika musim hujan petani tidak bisa dapat benih karena tidak kering jadi perlu dibantu alat agar bisa memproduksi benih saat musim hujan. Karena pada musim tersebut permintaannya sangat banyak. Selain itu, kacang tanah yang kualitasnya kurang bagus karena terdapat banyak kotoran sering dihargai rendah sehingga menurunkan pendapatan petani,” jelas Anik pada program siaran Iptek Voice, 6 Oktober 2011.

Maka, diseminasi teknologi di Jepara pun dilakukan dengan pemberian prototype alat perontok kacang tanah dan oven pengering untuk pembenihan kacang tanah.

Dengan alat perontok, waktu pemanenan jadi lebih cepat karena memisahkan kacang dengan tanaman lebih mudah dan bersih dengan alat tersebut. Cara kerja alat perontok seperti sistem perontok padi dimana kacang dimasukkan ke dalam alat secara otomatis akan tercabut tangkai dan kotoran dengan pengayaknya.

Sedangkan dengan oven pengering yang berupa bak bisa mengeringkan kapasitas sekitar 2-3 ton dalam sekali prosesnya. Hal ini membantu ketika musim hujan tiba. Kedua alat ini bisa direplikasi dan tidak sulit untuk merakitnya sehingga petani bisa membuat dan mengoperasikannya.

“Kapasitas daerah dapat ditingkatkan melalui teknologi yang menjadi kunci peningkatan ekonomi. Instansi terkait menajdi pusat. Untuk menjamin keberlanjutan kegiatan sejenis speklok tidak ada salahnya di daerah membuat sanggar iptek masyarakat yang bisam embantu pengembangan program transfer dan informasi teknologi dari manapun. Masyarakat bisa langsung belajar dan memanfaatkan,” kata Anik.

Sahabat Iptek...simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE setiap Senin sampai Jumat pukul 08.30-09.00 WIB di PRO 4, 92.8 FM .IPTEK VOICE "The Sound of Science". (bhh/aps/humasristek)



Rabu 01 Juli 2015
Pelantikan Dirjen di Kemenristekdikti
Rabu 17 Juni 2015
Sosialisasi Inkubasi Bisnis Teknologi di Yogyakarta
Selasa 16 Juni 2015
Kesepahaman antara Kemenristekdikti, KemenLHK, dan Kemendikbud
Selasa 16 Juni 2015
Sosialisasi Inkubasi Teknologi di Politeknik Negeri Jember
Senin 15 Juni 2015
Integrasi Sistem Pendidikan dan Sertifikasi Berbasis KKNI
Senin 15 Juni 2015
Menristekdikti Resmikan IHRI
Senin 15 Juni 2015
Menristekdikti Lantik Pejabat Eselon I Kemenristekdikti
Minggu 14 Juni 2015
Menristekdikti Hadiri Diskusi Interaktif di Undana
Sabtu 13 Juni 2015
UMP Akan Menjadi Pusat Unggul Kelapa Kopyor
Sabtu 13 Juni 2015
Wapres RI Buka ISES 2015
[ Berita lainnya ]