Ristek Headline |
Tuesday, July 29, 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Wednesday, July 16, 2014
Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Asdep Jaringan Penyedia Dengan Pengguna dan Menristek

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Friday, September 16, 2011
Geospasial Untuk Negeri
Print PDF Facebook Twitter Email

Informasi geospasial merupakan data geospasial yang sudah diolah dan dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijkan, pengambilan keputusan atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian.

Informasi geospasial yang kuat dapat dipertanggungjawabkan dan mudah diakses oleh masyarakat  sangat dibutuhkan untuk dasar perencanaan penataan ruang, penanggulangan bencana, pengelolaan sumber daya alam, SDM dan lainnya, sehingga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

Pencanangan Geospasial untuk Negeri rencananya akan diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) di Istana Negara pada 17 Oktober 2011 mendatang. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bakosurtanal, Asep Karsidi, yang hadir dalam konferensi pers di Gedung II BPPT, 16 September 2011.

Informasi geospasial dasar terdiri atas jaring kontrol geodesi dan peta dasar. Jaring kontrol geodesi menjadi acuan referensi posisi horzontal dan vertikal serta acuan gaya berat. Sedangkan peta dasar sendiri terdiri dari Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI), Peta Lingkungan Pantai Indonesia dan Peta Lingkungan Laut Nasional, dan lain-lain. Peta dasar inilah yang disusun oleh Bakosurtanal sebagai acuan standar nasional yang terkoneksi dengan internasional (mengkoordinasikan standarisasi data dan informasi geospasial).

Seluruh instansi sektoral, badan usaha, kelompok usaha atau perorangan nantinya diharapkan dapat mengacu pada informasi geospasial dasar ini. Dengan adanya satu acuan ini, tumpang tindih informasi ruang kebumian yang menimbulkan ketidakpastian hukum dan kerusakan lingkungan dapat diakhiri.

Penggunaan single references ini juga dapat berdampak pada peningkatan sektor ekonomi, pertahanan dan keamanan, sosial dan lain-lain. “Sebagai contoh, pertikaian perebutan wilayah antar kedua negara dapat diatasi dengan melihat pada satu acuan baku yang digunakan suatu negara,” kata Asep.

Staf Khusus Menristek Bidang Kebijakan Iptek, Ade Komara Mulyana juga mengatakan adanya informasi geospasial dasar yang baku penting agar tidak ada lagi kerancuan dalam menentukan batas dan mendorong sektor perekonomian. Standar nasional ini tentunya juga merupakan acuan yang dipakai untuk referensi internasional. (bhh/aps/mt/humasristek)



Thursday, July 17, 2014
Menristek Resmikan Workshop Fasilitas Pilot Plant Riset Baterai Lithium
Monday, July 14, 2014
Menristek Hadiri Peresmian RS Pusat Otak Nasional
Tuesday, July 8, 2014
Sinkronisasi Kebijakan, Program dan Pendanaan Iptek 2015-2019
Monday, July 7, 2014
Buka Puasa Bersama : Mari Kita Tingkatkan Keimanan dan Pengabdian Kita
Monday, July 7, 2014
DWP Kemenristek Serahkan Santunan Pendidikan
Friday, July 4, 2014
Pengembangan Teknologi Transportasi Multiguna Pedesaan Hasil Konsorsium Riset
Friday, July 4, 2014
Peresmian Bio Center Plant dan Ground Breaking Unit Produksi Enzim PT Petrosida Gresik
Thursday, July 3, 2014
Pengembangan Industri Perdesaan Berbasis Sumber Daya dan Produk Lokal Ternak Ruminansia Kecil dalam Wadah Konsorsium
Tuesday, July 1, 2014
Kemenristek Dorong Penguatan Jaringan Riset dalam Pengembangan Energi Alternatif di Kota Surakarta
Tuesday, July 1, 2014
Indonesia - Iran: Dua Negara Islam Bersahabat yang Berkomitmen untuk Melaksanakan Penelitian dan Produksi Iptek Bersama
[ Berita lainnya ]