Menristek Ajak Daerah Manfaatkan Teknologi Guna Pacu Pembangunan Ekonomi
Selasa 13 September 2011

Setiap daerah di Indonesia memiliki potensi dan keunikannya tersendiri. Sumatera Barat memiliki kekayaan sumber daya alam di bidang pertanian dan perkebunan serta sumber daya manusia yang cukup besar. Namun demikian, dalam upaya pemberdayaan potensi tersebut dibutuhkan sebuah mekanisme. Sistem Inovasi Daerah (SIDa) hadir sebagai sebuah mekanisme untuk mengintegrasikan dan mensinergikan komponen penggerak inovasi yang meliputi pemerintah, akademisi, industri dan masyarakat sehingga pemanfaatan potensi daerah dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan pembangunan.

Oleh karena itu, setiap daerah haruslah memanfaatkan dan meningkatkan kontribusi iptek terhadap pembangunan untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Demikian disampaikan oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek), Suharna Surapranata dalam sambutannya pada acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kementerian Riset dan Teknologi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tentang Pengembangan Inovasi Daerah, 13 September 2011 di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat.

Suharna juga menegaskan pemerintah tidak boleh lagi bergantung kepada sumber daya alam semata tanpa memberdayakan potensi sumber daya manusianya. “Kalau kita melakukan business as usual, dengan bergantung kepada sumber daya alam, maka potensi anak bangsa yang sangat banyak di Sumatera Barat ini hanya akan menjadi menara gading”, ujar Suharna.

Berkaca pada hasil kajian World Economic Forum (WEF) 2011, Indonesia secara umum sudah berada pada tahap pembangunan berbasis efisiensi dimana iptek sudah mulai dimanfaatkan dalam pemberdayaan sumber daya alam. “Tahun kemarin kita beralih dari pembangunan berbasis sumber daya alam ke efisiensi. Tahun ini kita dalam fase pembangunan berbasis efisiensi”, tegas Suharna.

Selain itu menurut Suharna, Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang diluncurkan pada Mei tahun ini haruslah diimplementasikan untuk memastikan bahwa pertumbuhan perekonomian dapat terdistribusi secara baik melalui koridor-koridor ekonomi yang ada dimana Sumatera Barat merupakan bagian dari Koridor 1. “Peran pemerintah sangatlah penting untuk memberikan rangsangan agar perekonomian daerah tumbuh dan daerah tersebut mampu mengembangkan potensi ekonominya”, ujar Suharna.

Penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerjasama

Sebelumnya, Menristek dan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menandatangani Kesepakatan Bersama antara Kementerian Riset dan Teknologi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tentang Pengembangan Inovasi Daerah.

Irwan menyatakan kebanggaannya karena program Kementerian Riset dan Teknologi masuk ke Sumatera Barat. Menurutnya, MoU tersebut merupakan payung dalam menjalankan penerapan iptek di bidang peternakan, pertanian, perkebunan dan perikanan.  “Penandatanganan MoU (Kesepakatan Bersama) dengan Kementerian Riset dan Teknologi diharapkan dapat memperkuat daya saing daerah”, ujar Irwan.

Pada acara tersebut turut ditandatangani tiga perjanjian kerjasama sebagai implementasi dari MoU yang ditandatangani sebelumnya. Perjanjian yang ditandatangani oleh Deputi Kelembagaan Iptek, Benyamin Lakitan tersebut adalah Perjanjian Kerjasama antara Pemprov Sumbar dengan Kementerian Riset dan Teknologi dan LIPI, BPPT, BATAN, Universitas Andalas dan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Bahan Baku Lokal untuk Formulasi dan Produksi Pakan Ternak dan Ikan; dan Perjanjian Kerjasama antara Pemkab Kabupaten Limapuluh Kota dengan Kementerian Riset dan Teknologi dan Universitas Andalas, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dan Bappeda Provinsi Sumbar tentang Pengembangan Inovasi Daerah Berbasis Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan Utamanya Kakao dan Gambir di Kabupaten Limapuluh Kota.

Adapun Perjanjian Kerjasama Kementerian Riset dan Teknologi dengan Pemkab Agam tentang Pengembangan Sistem Inovasi Daerah dalam Sistem Peringatan Dini Longsor di Kabupaten Agam ditandatangani oleh Asisten Deputi Iptek Pemerintah, Pariatmono Sukamdo dan perwakilan dari Kabupaten Agam.

Pada kesempatan yang sama Menristek, turut menyerahkan piagam penghargaan kepada pemenang Inovator tingkat Prov, Sumsel tahun 2011 dan juga berdialog dengan jajaran Pemda dan undangan. Turut hadir pada acara ini Staf Khusus Menristek bidang Kebijakan Iptek, Ade Komara, Staf Ahli Bidang Pangan dan Pertanian, Masrizal, Anggota DPR-RI, Azwir Dainy Tara, Asisten Deputi Kompetensi Kelembagaan, I Wayan Budiastra, Sestama dan Deputi LPNK, para Bupati dan Walikota se-Sumatera Barat dan jajaran pemerintah daerah lainnya. (mha/ahm/humasristek)