Ristek Headline |
Monday, April 21, 2014
 
 
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Friday, April 11, 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
BERITA KEGIATAN RISTEK
Monday, June 27, 2011
Institut de Recherche pour le Development (IRD) Perancis Undang Kerjasama Penelitian
Print PDF Facebook Twitter Email

Sebagai kelanjutan dari kerjasama penelitian yang telah terjalin baik antara Indonesia dan Perancis selama ini, IRD (Institut de Recherche pour le Development) menyampaikan program kerjasama riset tahun 2012-2016 di depan Sidang TKPIPA (Tim Koordinasi Pemberian Izin Penelitian Asing) tanggal 22 Juni 2011, yang dipimpin oleh Anny Sulaswatty, Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian Ristek selaku Sekretaris TKPIPA.

Jean-Paul Toutain sebagai perwakilan IRD di Indonesia terlebih dahulu memperkenalkan Lembaga tersebut. “IRD adalah Lembaga R&D Pemerintah Perancis yang melakukan penelitian ilmiah untuk pembangunan di negara-negara “Selatan”, dengan bidang utama terkait manusia dan lingkungan”,papar Toutain.

Sejauh ini proyek yang telah berjalan adalah di bidang budidaya ikan dan keanekaragaman hayati, kehutanan dan perkebunan, kelautan, ilmu sosial, dan arkeologi. Dalam hal budidaya dan keanekaragaman ikan, proyek yang cukup besar adalah Fish-DIVA (Freshwater Fish Diversity in South East Asia) yang sudah dimulai sejak 1995 dan akan dilanjutkan hingga tahun 2012”,lanjutnya.

Sebagai mitra utama adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), khususnya Puslitbang Perikanan Budidaya, dan telah mempunyai Laboratorium di Depok. Dalam proyek ini saja, sudah terdapat empat sub kegiatan, yaitu: budidaya dan patologi ikan, keanekaragaman ikan air tawar, teknologi pembenihan ikan belang (botia), dan biokonversi untuk pakan ikan.

Dari proyek ini telah dihasilkan 12 publikasi Internasional, capacity building dalam bentuk studentship sejumlah tiga S3, enam S2, duabelas S1, duabelas peserta pelatihan di Perancis, dan pembiayaan delegasi ilmuwan Indonesia di Seminar Internasional. Disamping itu dihasilkan dua paten tentang teknologi pembenihan ikan belang dan biokonversi larva belatung untuk pakan ikan; dan ekspedisi ke Papua dan Lengguru-Kaimana”, jelasnya lagi

Untuk rencana kedepan, IRD menawarkan penguatan dan perluasan jaringan proyek ini, yang diberi istilah RISA (Research on Ichthyodiversity and Sustainable Agriculture). Skema dalam proposal proyek kedepan adalah peningkatan dana dari IRD untuk penggunaan laboratorium bersama, pertukaran peneliti, pendekatan multi-disiplin ilmu, multi-mitra (yang utama dengan KKP, LIPI, dan IPB), dan multiyears.

Proyek kedua yang diusulkan adalah MEGAVOL Project, yaitu metode geofisika untuk pemantauan aktivitas gunung berapi. Ini merupakan perluasan jaringan ilmuwan vulkanologis regional dari negara Filipina, Vanuatu, Papua Nugini, dan Salomon. Urgensi dari proyek penelitian vulkanologi adalah karena di kawasan ini terdapat 120 gunung berapi aktif, yang menimbulkan letusan dengan frequensi rata-rata 10 kali per tahun, yang mengancam populasi 4,5 juta penduduk secara langsung”, ujarnya.

Proyek ketiga, diberi istilah kode BIOCORT, yaitu yang terkait dengan konservasi keanekaragaman hayati di segitiga terumbu karang (Coral Triangle), dengan mitra utama Universitas Udayana dan LIPI. Dan terakhir, proyek keempat adalah Proyek Arkeologi, yang bertujuan untuk mendokumentasikan sejarah Austronesian di proninsi Nusa Tenggara, dengan mitra utama Puslitbang Arkenas.

Disamping itu sidang TKPIPA menghadirkan tiga presentasi berikutnya dari pemohon yang ditunda keputusannya, yaitu Kari Malen dari Amerika Serikat, sehubungan dengan permohonannya sebagai tenaga sukarelawan dalam proyek penelitian primata di Kalimantan Barat, Iris van Eeden dari Belanda, sehubungan dengan proposalnya yang berjudul “Economic Development and Human Security, an Indonesian Example”, dan Katharine Mc Gregor dari Australia, dengan proposalnya di Bidang Hubungan Internasional dan Sejarah.

Selanjutnya sidang TKPIPA membahas dua permohonan perpanjangan ijin penelitian  dan dua puluh permohonan ijin baru. Hadir dalam Rapat adalah perwakilan dari LIPI, Kemenhut, Kementan, Kemkumham, Kemenag, Mabes Polri, BIN, BAIS TNI, Kemhan, Setneg, Kemlu, Kemdagri, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, dan Asdep terkait dari Kementerian Ristek(bhh/ls/humasristek).



Wednesday, April 16, 2014
DWP Kemenristek Kunjungi Taman Pintar Yogyakarta
Wednesday, April 16, 2014
Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi dan Bisnis Inovatif Usia Muda
Monday, April 14, 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon
Tuesday, April 8, 2014
Sosialisasi dan Pengukuran Technology Readiness Level di Jawa Tengah
Tuesday, April 8, 2014
Kerjasama Iptek RI-Jerman: Implementasi Iptek untuk Mendukung Pembangunan Nasional
Monday, April 7, 2014
Pengukuran TRL di Pusat Unggulan Iptek Kakao
Monday, April 7, 2014
ASEAN Persiapkan Diri untuk Mobilitas SDM Iptek
Monday, April 7, 2014
Kemenristek Hadiri Rakor BPPD Provinsi Jatim
Thursday, April 3, 2014
Kemenristek Dorong Konsorsium Pembangunan Satelit Penginderaan Jauh
Thursday, April 3, 2014
Rapat Koordinasi Undang-Undang Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014 Dalam Rangka Penguatan Teknologi Industri
[ Berita lainnya ]