IPTEK VOICE : Science- Tech Idol
Wednesday, June 22, 2011

Dunia Sains dan Teknologi seringkali menjadi sosok yang dianggap menakutkan dan ‘terlalu serius’ bagi sebagian anak-anak dan generasi muda pada umumnya. Padahal dunia tersebut merupakan dunia yang  sangat kaya dengan inovasi, kreasi, kreativitas serta dapat menjadi ‘sesuatu’ yang menarik jika dikemas dan  disajikan dalam bentuk yang sesuai dengan perkembangan pola pikir dan gaya hidup terkini.

Setelah sukses menggelar event SCIENCE TECH IDOL I di Yogyakarta pada tahun 2010 lalu, kini,Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta bersama-sama dengan  Kementerian Riset dan Teknologi dan Taman Pintar Yogyakarta serta didukung penuh oleh  BPMIGAS kembali menggelar acara yang sama “SCIENCE TECH IDOL II 2011” dengan ruang lingkup penyelenggaraan yang lebih bersifat nasional.

Program ini diselenggarakan untuk mentransformasikan dinamika sosial, budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi ke dalam dunia anak dan remaja sehingga dapat menumbuhkembangkan tradisi belajar dan penelitian bagi anak dan remaja dengan cara yang lebih menyenangkan. Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan untuk membangun kesadaran generasi muda dan anak-anak terhadap krisis energi melalui penemuan-penemuan ilmiah sederhana, sekaligus mengasah kreativitas anak-anak dan remaja untuk menemukan teknologi sederhana dalam mengembangkan energi terbarukan.

“Kita melaksanakan STI pertama itu hanya sebatas di Yogyakarta. Karena sukses atas penyelenggaraan pertama ini, akhirnya kami menyelenggarakan yang kedua di 6  kota besar di Indonesia yaitu Padang, Palembang, Jakarta,Yogyakarta, Balikpapan dan Makasar. Konsep dari science-tech ini kita ingin membuat iptek itu dari sisi yang disukai orang. Orang itu kalau sudah mendengar science itu pasti sulit dan tidak menarik. Nah melalui event ini kami ingin membuat science menjadi sesuatu yang menantang dan menarik,” jelas Ketua Dewan Juri STI, Toni Isbandi pada program Iptek Voice, 22 Juni 2011.

 

Penyelenggaraan acara STI II ini mengangkat tema ”ENERGI ALTERNATIF”.  Diharapkan dengan event ini dapat ditemukan bibit-bibit peneliti muda yang concern terhadap teknologi sederhana serta pengembangan energi terbarukan. Melalui STI II inilah upaya untuk membangun kecintaan generasi muda pada dunia sains dan teknologi diharapkan dapat tersosialisasikan dengan baik, sekalugus merubah paradigma idol-idol selama ini yang kerap berkonotasi dengan kemampuan menghibur dalam bentuk olah vokal atau gerak semata.

“Kita ingin membentuk para idola dari pemenang nanti sebagai sosok yang mahir akan iptek saja tapi juga ingin mengangkat sisi humanis dari si idol ini agar bisa menjadi teladan bagi anak muda Indonesia,” jelas Yosie, Ketua Penyelenggara  STI yang juga hadir di studio Iptek Voice.

 

Proses seleksi sendiri dimulai dengan peserta mengirimkan proposalnya yang akan ditransfer ke Jogja dan dipilih oleh pihak juri sebanyak 15 orang, selanjutnya di audisi kembali, dan dipilih 6 orang yang akan mengikuti grand final di Jakarta. Proses audisi sendiri akan dimulai di Jogjakarta pada Juli mendatang dan menyusul selanjutnya di lima kota lainnya. (bhh/aps/humasristek)


IPTEK VOICE : Science- Tech Idol

Dunia Sains dan Teknologi seringkali menjadi sosok yang dianggap menakutkan dan ‘terlalu serius’ bagi sebagian
 anak-anak dan generasi muda pada umumnya. Padahal dunia tersebut merupakan dunia yang
sangat kaya dengan inovasi, kreasi, kreativitas serta dapat menjadi ‘sesuatu’ yang menarik jika dikemas dan
 disajikan dalam bentuk yang sesuai dengan perkembangan pola pikir dan gaya hidup terkini.


Setelah sukses menggelar event SCIENCE TECH IDOL I di Yogyakarta pada tahun 2010 lalu,                                             kini, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta bersama-sama dengan
 Kementerian Riset dan Teknologi dan Taman Pintar Yogyakarta serta didukung penuh oleh
 BPMIGAS kembali menggelar acara yang sama “SCIENCE TECH IDOL II 2011” dengan ruang lingkup
 penyelenggaraan yang lebih bersifat nasional.


Program ini diselenggarakan untuk mentransformasikan dinamika sosial, budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi ke
dalam dunia anak dan remaja sehingga dapat menumbuhkembangkan tradisi belajar dan penelitian bagi anak dan
 remaja dengan cara yang lebih menyenangkan
. Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan untuk membangun kesadaran generasi muda dan anak-anak terhadap krisis energi melalui penemuan-penemuan ilmiah sederhana, sekaligus mengasah kreativitas anak-anak dan remaja untuk
 menemukan teknologi sederhana dalam mengembangkan energi terbarukan.


“Kita melaksanakan Scie-Tech pertama itu hanya sebatas di Yogyakarta. Karena sukses atas penyelenggaraan pertama ini, akhirnya kami menyelenggarakan yang kedua di 6  kota besar di Indonesia yaitu Padang, Palembang, Jakarta,
 Yogyakarta, Balikpapan dan Makasar. Konsep dari science-tech ini kita ingin membuat iptek itu dari sisi yang disukai orang. Orang itu kalau sudah mendengar science itu pasti sulit dan tidak menarik. Nah melalui event ini kami ingin membuat science menjadi sesuatu yang menantang dan menarik,” jelas Ketua Dewan Juri STI, Toni Isbandi pada program Iptek Voice, 22 Juni 2011.

Penyelenggaraan acara STI II ini mengangkat tema ”ENERGI ALTERNATIF”.  Diharapkan dengan event ini dapat ditemukan bibit-bibit peneliti muda yang
 concern terhadap teknologi sederhana serta pengembangan energi terbarukan.
 Melalui STI II inilah upaya untuk membangun kecintaan generasi muda pada dunia sains dan
 teknologi diharapkan dapat tersosialisasikan dengan baik, sekalugus merubah paradigma idol-idol selama ini yang
 kerap berkonotasi dengan kemampuan menghibur dalam bentuk olah vokal atau gerak semata.


“Kita ingin membentuk para idola dari pemenang nanti sebagai sosok yang mahir akan iptek saja tapi juga ingin mengangkat sisi humanis dari si idol ini agar bisa menjadi teladan bagi anak muda Indonesia,” jelas Yosie, Ketua Penyelenggara  STI yang juga hadir di studio Iptek Voice.

Proses seleksi sendiri dimulai dengan peserta mengirimkan proposalnya yang akan ditransfer ke Jogja dan dipilih oleh pihak juri sebanyak 15 orang, selanjutnya di audisi kembali, dan dipilih 6 orang yang akan mengikuti grand final di Jakarta. Proses audisi sendiri akan dimulai di Jogjakarta pada Juli mendatang dan menyusul selanjutnya di lima kota lainnya. (bhh/aps/humasristek)