Komite Inovasi Nasional akan Berpartisipasi Penuh dalam Peringatan Hakteknas ke-16
Tuesday, May 10, 2011


Dalam rangka menyukseskan Peringatan Hakteknas ke-16, Benyamin Lakitan, Wakil Penanggung Jawab Umum Panitia Peringatan Hakteknas ke-16 beserta beberapa koordinator kegiatannya, telah bertemu dengan Zuhal, Ketua Komite Inovasi Nasional (KIN). Benyamin Lakitan melaporkan berbagai kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan untuk menyambut puncak peringatan Hakteknas ke-16, pada tanggal 10 Agustus 2011 mendatang.

“Acara puncak akan dihadiri Bapak B.J.Habibie untuk  menyampaikan ceramah ilmiah mengenai penguatan inovasi nasional. Acara ‘innovation lecture’ ini diharapkan akan diisi pula oleh tokoh inovasi dari Swedia. Di samping itu, akan diselenggarakan pula seminar yang menghadirkan para pembicara dari para pengambil kebijakan di pemerintahan seperti Kemenko Perekonomian dan Bappenas, serta KIN dan KEN. Puncak acara peringatan Hakteknas ke-16 ini akan dimeriahkan pula dengan Ritech Expo 2011 yang akan menampilkan berbagai hasil Inovasi Anak Bangsa , Wisata iptek dan Science Camp, Expose Taman Teknologi, yang  mendukung terciptanya Puspiptek sebagai "Indonesia Science and Technology Park" dan berbagai kegiatan lainnya serta tidak ketinggalan Technotainmentnya”, Lapor benyamin.

Disamping itu, akan ada wahana Negara tetangga dalam kancah Asean Biorisk and Biosecurity Conference and Exhibition" sebagai bentuk realisasi kerjasama yang selama ini dilakukan diantara negara-negara ASEAN", ujarnya.

Menanggapi hal itu, Zuhal sangat mendukung penyelengaraan Acara Peringatan Hakteknas ke-16 yang akan dipusatkan di kawasan Puspiptek Serpong. Sesuai dengan tema Hakteknas ke-16, ‘Inovasi untuk Kesejahteraan Rakyat’, “KIN akan menyampaikan strategi dan kebijakan yang diperlukan untuk mendorong inovasi”, dukung Zuhal.

Menurut Zuhal, Inovasi dpat dilihat dari 2 sisi, melalui pendidikan dalam rangka mendukung budaya inovasi dan menumbuhkan masyarakat berbasis iptek.  Perlu di tentukan akan di tekankan dimana, apakah diawali dari persepsi kemudian ke arah operasional yg harus sudah lebih spesifik", ujar Zulhal lagi.

Selain itu, Zuhal, yang menjabat pula sebagai Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) menekankan pentingnya mengembangkan kerjasama dengan media untuk mengenalkan kemajuan iptek bangsa Indonesia.

Pesannya:” Kerjasama dengan universitas swasta dalam penguasaan dan pemanfaatan iptek harus dikembangkan, tidak hanya dengan perguruan tinggi negeri saja”.

Pemilihan inovator terbaik yang dilakukan oleh lembaga swasta maupun dari perguruan tinggi dapat menjadi alternatif inovator yang ditampilkan dalam puncak acara peringatan Hakteknas ke-16.

Selanjutnya, Zuhal menyarankan agar “Peringatan Hakteknas ke-16 agar menjadi moment lembaga-lembaga non riset untuk lebih menghargai inovasi bangsa Indonesia. Olehkarenanya pemasangan umbul-umbul, baliho, maupun pemanfaatan media promosi lainnya akan lebih mendorong semangat Hakteknas di berbagai lembaga pemerintahan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat”, sarannya lagi.

Disela sela diskusi, mencuat gagasan tentang bentuk sosialisasi dan promosi serta publikasi Innovasi dalam bentuk lain dengan kategori Technotainment yg sudah sering di gunakan dalam dunia seni dan budaya diperkenalkan dalam sentuhan "Innovation Idol" yang  diharapkan dapat bekerja sama dengan media elektronik.

Audiensi yang dilakukan pada tanggal 10 Mei 2011 di ruang Rektor Universitas Al Azhar ini, antara lain dihadiri Ahmad H. Lubis, spesialis kebijakan kluster KIN, dan Ary Syahriar Dekan Fakultas Iptek UAI. Hadir dari Kementerian Riset dan Teknologi adalah Anny Sulaswatty, Ketua Pelaksana Peringatan Hakteknas ke-16; Dadit Herdikiagung, Sekretaris Hakteknas ke-16; Agus Puji P, koordinator kreativitas iptek; dan Erry Ricardo, koordinator seminar/workshop.

Dalam upaya menggalang dukungan pelaksanaan Peringatan Hakteknas ke-16 ini, tim juga akan melakukan audiensi dengan lembaga-lembaga pemerintah terkait lainnya.  (ad-4/dep-1/humasristek)