Ristek Headline |
Selasa 16 September 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI

CPNS 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Kamis 11 September 2014
Peresmian Gedung InaCC dan LIPI Expo

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 09 Mei 2011
Iptek Dalam Pemanfaatan Teknologi Nuklir Untuk Mengatasi Krisis Energi Di Indonesia
Print PDF Facebook Twitter Email

Pada tanggal 8 Mei 2011 kemarin, telah dilaksanakan Seminar Nasional dengan tema “Meningkatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam pemanfaatan Teknologi Nuklir Untuk Mengatasi Krisis Energi di Indonesia”, di Lampung yang di selenggarakan sebagai rangkaian kegiatan dari Fisika Ekspo Tahunan ke-10 (FIESTA X) oleh Himpunan Mahasiswa Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah keterampilan dan kreativitas mahasiswa/pelajar di bidang fisika/nuklir, meningkatkan pengetahuan dan wawasan mahasiswa/pelajar dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, menumbuhkan jiwa dan pola pikir ilmiah di kalangan mahasiswa/pelajar, memperkenalkan dan mengekspos ilmu tentang nuklir secara lebih dekat, dan lain-lain. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa adanya sinergi kelembagaan dan sumber daya iptek bisa meningkatkan kapasitas iptek dan pendayagunaanya dalam kegiatan ekonomi.

Kegiatan seminar ini merupakan salah satu cara untuk mensosialisasikan nuklir dan aplikasinya pada masyarakat luas serta memberikan pandangan positif tentang nuklir. 

Hadir sebagai pembicara yang memberikan paparan dalam seminar tersebut ialah Staf Ahli Menteri Riset dan Teknologi Bidang Energi dan Material Maju, Agus Rusyana Hoetman, dan dari Badan Tenaga Nuklir Nasional, Eko.

Pada kesempatan tersebut, Agus R Hoetman membahas mengenai kebijakan riset, bauran energi nasional, dan perkembangan teknologi pembangkit listrik serta keuntungan dan kerugiannya secara teknologi,ekonomi, lingkungan hidup dan faktor keamanannya.

“Banyak mahasiswa yang tertarik terhadap perkembangan teknologi nuklir khususnya dibidang Teknologi Energi, lebih khususnya lagi dalam hal Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan faktor “Safety”nya serta dampaknya terhadap kesehatan manusia,” ujar Agus.

Sedang pembicara dari Batan membahas mengenai “Aplikasi Nuklir dalam Kehidupan Sehari-hari” meliputi dasar teknlogi nuklir, dari masalah radiasi, pemanfaatan teknologi nuklir dibidang kesehatan, energi, pertanian dan pangan.

Seperti diketahui, selain memiliki potensi digunakan sebagai pembangkit listrik, nuklir juga telah dimanfaatkan di berbagai bidang antara lain untuk pemuliaan tanaman, pengendalian hama, pemetaan air tanah, radioterapi, kedokteran nuklir, dan lain-lain.

Diskusi pada seminar berlangsung dengan hangat. Peserta umumnya menanyakan mengenai kebijakan energi. Seperti pertanyaan dari salah satu peserta yang mengenai kerja sama antara Kementerian Ristek dengan departemen lainnya. Terutama mengenai Biofuel pun tampaknya jalan sendiri-sendiri. Bagaimana seharusnya kebijakan biofuel di Indonesia?

Kebijakan riset dan perkembangan energi yang dilakukan Kementerian Riset dan Teknologi sudah kompak dan bersinergi. Sebagai contoh untuk biofuel, LIPI melakukan penelitian dasar, lalu BATAN tentang mutasi benih jarak pagar dengan teknologi radiasi, sedangkan BPPT melakukan budi daya benih jarak pagar dengan teknologi Ex-Vitro.

Kemudian, peserta lainnya juga mengajukan pertanyaan seputar kebijakan energi nuklir untuk pembangkit listrik yang menuai pro dan kontra di masyarakat.

“Menurut kebijakan energi nasional yang diterbitkan Presiden, nuklir harus berkontribusi 2% dari energi primer Indonesia pada 2025. Ini setara 4% listrik nasional. UU 17/2007 tentang rencana jangka panjang nasional juga mengamanatkan PLTN harus mulai digunakan 2015-2019. Jadi, dasar hukumnya sudah jelas. Ini ditetapkan setelah menilai dengan hati-hati segala aspek terkait ketersediaan sumber energi kita,” jelas Agus.

Seminar ini dihadiri oleh para mahasiswa jurusan Fisika FMIPA seluruh Indonesia  yang tertarik terhadap perkembangan perkembangan teknologi pembangkit listrik  pada umumnya dan  teknologi nuklir khususnya di bidang teknologi energi. (sa-emm/humasristek)



Senin 15 September 2014
KJSA 2014: Exploring the Brain for a Better Tomorrow
Jumat 12 September 2014
Technopreneurship, Wirausaha Berbasis Teknologi
Rabu 10 September 2014
Cerdas Cermat Ozon Dalam Rangka Memperingati Hari Ozon Internasional 2014
Selasa 09 September 2014
Menristek Kunjungi Fasilitas Riset Lembaga Eijkman
Jumat 05 September 2014
Menristek Hadiri Acara MP3EI
Rabu 03 September 2014
Soft Launching Belitung Timur Taman Pintar
Senin 01 September 2014
Pengembangan dan Peningkatan Sistem Informasi Iptek Nasioal (SIIN) dan SDM
Jumat 29 Agustus 2014
Kemenristek Dorong Pembentukan Sub Forum Bidang Fokus Energi dan Air di Jawa Barat
Jumat 29 Agustus 2014
Kunjungan Bupati Purbalingga dalam Rangka Perintisan Pengembangan Science Center di Purbalingga
Kamis 28 Agustus 2014
Membangun Kolaborasi Riset Industri, Universitas dan Pemerintah yang Tepat
[ Berita lainnya ]