Menristek Ajak Kampus Sinergi Bangun Kemampuan Inovasi di Kalangan Mahasiswa
Monday, June 28, 2010

Menristek Suharna Surapranata mengajak kalangan kampus menyatukan potensi dan kemampuannya dalam bersinergi membangun kemampuan inovasi dan kreatifitas di kalangan mahasiswa. Ajakan tersebut disampaikan kepada dua pimpinan universitas dalam dua kesempatan berbeda saat kunjungan kerja di Yogyakarta, hari Minggu, 27 Juni 2010.

Ajakan pertama disampaikan Menristek saat bertemu dengan Rektor Universitas Gajah Mada, Prof. Dr. Ir. Sudjarwadi M.Eng. sebelum membuka Kompetisi Roket Mahasiswa 2010 di Pantai Pandansimo, Bantul, Yogyakarta. Ajakan kedua disampaikan Menristek kepada Rektor Universitas Islam Indonesia, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec dan jajarannya sebelum menjadi pembicara kunci pada Seminar Nasional` Sains dan Teknologi 2010 dengan tema Membangun Semangat Kewirausahaan berbasiskan Penelitian’ yang diadakan oleh Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) di auditorium UII, Yogyakarta.

Dalam dua kesempatan tersebut, Menristek menyebut dirinya terikat kontrak kinerja dengan Presiden SBY yaitu terkait dengan kebijakan peningkatan kemampuan inovasi dan kreatifitas di kalangan pemuda. Sebagai bagian dari pemuda, para mahasiswa yang berkecimpung dalam dunia akademisi setidaknya mampu memainkan peran penting kendati hanya dalam waktu yang pendek, 4-5 tahun.

‘’Kalau tahun pertama, lebih pada penyesuaian dan orientasi lewat ospek atau posma, tahun kedua mencoba berkiprah di organisasi kemahasiswaan, tahun ketiga menapaki kepemimpinan organisasi mahasiswa, maka tahun ke empat sibuk dengan tugas akhir. Masa pendek ini harus mampu membentuk jiwa kepemimpinan, kompetensi, dan kepedulian pada diri para mahasiswa,’’ papar menristek.

Oleh karena itu, lanjut menristek, harus ada keseimbangan dari para mahasiswa dalam kiprahnya di kampus. Mereka harus membina jiwa kepemimpinan lewat aktivitas organisasi kampus, namun mereka juga tidak lupa membuat prestasi akademik yang baik, serta memikirkan lingkungan masyarakat sekitar untuk dapat memberi kemanfaatan atas ilmu yang diperolehnya di kampus.

‘’Saya melihat, dibandingkan kampus-kampus lain di Indonesia ini, mahasiswa di kampus-kampus Yogyakarta punya kelebihan dalam soal kepedulian kepada masyarakat. Hal ini merupakan sebuah bentuk memberi kemanfaatan atas ilmu pengetahuan dan teknologi yang dipelajari di kampus-kampus mereka,’’ ujar menristek.

Sebab, menurut menristek, secara lebih luas, indikator keberhasilan pembangunan iptek ditunjukkan melalui sejauhmana keberhasilan iptek menjadi solusi atau mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat dan bangsa ini. Banyaknya aktivitas pendampingan, praktek kerja lapangan, hingga kuliah kerja nyata dengan tema-tema tertentu yang dilakukan mahasiswa kampus di Yogyakarta menjadi bukti bila upaya pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berjalan dengan baik.

Oleh karena itu, menristek mengajak pimpinan kedua kampus yang dikunjungi untuk mensinergikan tradisi kepedulian tersebut dengan program-program riset terapan yang diusung oleh Kementerian Ristek. Salah satu contohnya, inisiasi Kemenristek membangun proyek percontohan pengembangan energi hibrid di Pandansimo, Bantul sangat membutuhkan partisipasi kalangan kampus, khususnya mahasiswa dalam membimbing dan mendampingi masyarakat dalam memberdayakan dirinya.

‘’Nantinya, kita berharap para mahasiswa menjadi motor dalam menggerakkan masyarakat membangun desanya yang mendapat pasokan energi listrik dari kincir air yang kita bangun. Utamanya dalam bidang ekonomi dengan adanya pabrik es untuk kebutuhan nelayan dan listrik untuk penerangan, namun juga bidang-bidang lainnya. Pada akhirnya, kehadiran mereka mampu menjadi solusi bagi masyarakat,’’ papar menristek.

Kedua kampus melalui kedua pimpinannya, menyambut baik ajakan dari menristek. Mereka sepakat di masa-masa mendatang akan dijalin kerjasama yang lebih menyeluruh menyangkut pembangunan kreatifitas dan inovasi pemuda, khususnya mahasiswa. ‘’Akan kita konkritkan pola kerjasama yang akan dilakukan nantinya,’’ ujar Rektor UGM Sudjarwadi.

Sebagai penutup acara Seminar Nasional di UII, Menristek menganugrahkan penghargaan MITI Award kepada tiga mahasiswa berprestasi berbasis karya ilmiah dan akademik. Menristek juga menyerahkan Hibah MITI kepada mahasiswa pengaju proposal pengabdian masyarakat terbaik dengan tema Program “Pemberdayaan Potensi Lokal yang berdaya Saing Global”. (humasristek/am)