Ristek Headline |
Saturday, August 2, 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Wednesday, July 16, 2014
Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Asdep Jaringan Penyedia Dengan Pengguna dan Menristek

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Wednesday, March 10, 2010
Pengembangan Klaster Sawit dan Revitalisasi Industri Gula dan Pupuk
Print PDF Facebook Twitter Email

Badan Kordinasi Kehumasan Pemerintah (Bakohumas) sebagai forum komunikasi dan kerjasama antara humas lembaga pemerintah, lembaga negara dan BUMN memiliki peran penting dalam mendisemenasikan informasi antar lembaga. Seringkali informasi pembangunan dan kebijakan pemerintah tidak mendapat publikasi yang cukup karena kalah oleh pemberitaan besar-besaran mengenai beberapa kasus akhir-akhir ini, Oleh karena itu, anggota Bakohumas di setiap instansi diharapkan dapat berkordinasi untuk saling bertukar informasi antar instansi.

Hal di atas disampaikan oleh Sudarmoko, Kepala Pusat Humas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang mewakili Ketua Bakohumas Pusat pada acara Forum Komunikasi Bakohumas di Kementerian Perindustrian, Rabu 10 Maret 2010. Acara yang berlangsung di Ruang Garuda Lantai 2 Gedung Kementerian Perindustrian ini bertujuan menyebarkan informasi kebijakan tentang Pengembangan Klaster Industri Petro Kimia, Pengembangan Industri Hilir Kelapa Sawit dan Revitalisasi Industri Pupuk dan Industri Gula kepada instansi-instansi terkait.  

Pengembangan Klaster Industri Petro Kimia, Pengembangan Industri Hilir Kelapa Sawit dan Revitalisasi Industri Pupuk dan Industri Gula merupakan bagian dari program 100 hari Kementerian Perindustrian yang mendapt rapor hijau (baik) dari pemerintah . Keberhasilan dalam keempat hal tersebut memiliki implikasi dan dampak yang besar terhadap masyarakat luas.

Industri kelapa sawit di Indonesia memegang peranan penting dalam perekonomian nasional. Hal ini dikarenakan oleh fungsinya sebagai penghasil devisa, penyerap tenaga kerja dan penyedia kebutuhan pokok masyarakat. Kelapa sawit merupakan The New Frontier of Indonesian Economics, ujar Alexander Barus, Direktur Industri Kimia Hulu selaku narasumber. Namun demikian, kepastian pasokan minyak sawit mentah (MSM) untuk industri dalam negeri kurang terjamin.

Kendala tesebut dikarenakan harga ekspor yang lebih tinggi dari penjualan dalam negeri, sehingga produsen memilih untuk mengekspor daripada menjual ke industri dalam negeri. Oleh karena itu untuk mengantisapasi kendala yang terjadi pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden No. 28 tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional.

Didalam Peraturan  menyebutkan bahwa industri pengolahan kelapa sawit merupakan salah satu prioritas nasional untuk dikembangkan. Selain itu dicanangkan pengembangan klaster industri hilir sawit di Sumatera Utara, Riau dan Kalimantan Timur untuk untuk mendukung pengembangan industri hilir kelapa sawit.

Indonesia mempunyai sumber yang potensial untuk pengembangan klaster industri petrokimia. Produk-produk industri petrokimia merupakan produk strategis karena merupakan bahan baku dari berbagai industri seperti tekstil, kosmetik, pestisida, farmasi, dan lainnya. Menurut Alexander, agar industri petrokimia tumbuh menjadi industri yang kompetitif diperlukan pasokan bahan baku yang stabil dan kompetitif. Selain itu, kebutuhan akan integrasi refinery dan industri petrokimia mutlak adanya untuk menurunkan biaya bahan baku.
 
Selain pengaturan mengenai Kelapa sawit, diatur juga mengenai Industri gula. Terkait fungsinya sebagai bahan baku industri makanan dan minuman, gula memiliki peranan yang sangat vital. Pada tahun 2009 kebutuhan gula kristal putih dan gula kristal rafinasi masing-masing 2,7 juta ton dan 2,15 juta ton. Proyeksi kebutuhan gula nasional pada tahun 2014 mencapai 5,7 juta ton. Oleh karena itu diperlukan revitalisasi industri gula, yaitu (1) penambahan areal penanaman tebu dan meningkatkan infratruktur dan sarana irigasi (2) peningkatan produksi gula dan peningkatan efisiensi pabrik yang sudah ada.

Selanjutnya sebagai negara agraria, Indonesia memiliki ketergantungan akan pupuk sangat tinggi. Pupuk memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional terutama kaitannya dengan peningkatan produksi dan produktifitas pertanian.
Namun kebutuhan yang tinggi akan pupuk, terutama urea, di dalam negeri belum diimbangi dengan kemampuan memproduksi pupuk secara efektif dan efisien.

Penyebab kekurangan produksi pupuk, disebabkan oleh dua faktor, (1) umur pabrik pupuk di Indonesia pada umumnya sudah tua, sehingga tingkat konsumsi bahan baku/energi tidak berimbang dengan kapasitas produksi; (2) ketersediaan gas sebagai bahan baku pupuk urea tidak mendapat jaminan dari produsen gas dalam negeri.

Menurut Sutarto Budidarmo, Direktur Teknik dan Pengembangan PT. Pupuk Sriwidjaja yang mewakili Direktur Utama Pusri, seharusnya setiap tahun dibangun satu pabrik pupuk urea untuk meningkatkan produksi dan memenuhi kebutuhan dalam negeri yang semakin meningkat serta merevitalisasi pabrik-pabrik yang sudah tua.

Pembangunan pabrik pupuk baru memerlukan waktu 3 tahun, ini juga salah satu kendala yang berkaitan dengan program revitalisasi Industri pupuk . Oleh karena itu, perlu dikembangkan pupuk alternative seperti pupuk organic atau kompos untuk membantu pemenuhan kebutuhan pupuk nasional dari hasil riset anak bangsa.

Acara yang dimoderatori oleh Abdul Rohim dari Kementerian Perindustrian dan menghadirkan Alexander Barus serta Sutarto Budiarmo selaku narasumber, dihadiri 125 peserta dari berbagai instansi pemerintah dan berlangsung interaktif. (humasristek/mha)



Thursday, July 17, 2014
Menristek Resmikan Workshop Fasilitas Pilot Plant Riset Baterai Lithium
Monday, July 14, 2014
Menristek Hadiri Peresmian RS Pusat Otak Nasional
Tuesday, July 8, 2014
Sinkronisasi Kebijakan, Program dan Pendanaan Iptek 2015-2019
Monday, July 7, 2014
Buka Puasa Bersama : Mari Kita Tingkatkan Keimanan dan Pengabdian Kita
Monday, July 7, 2014
DWP Kemenristek Serahkan Santunan Pendidikan
Friday, July 4, 2014
Pengembangan Teknologi Transportasi Multiguna Pedesaan Hasil Konsorsium Riset
Friday, July 4, 2014
Peresmian Bio Center Plant dan Ground Breaking Unit Produksi Enzim PT Petrosida Gresik
Thursday, July 3, 2014
Pengembangan Industri Perdesaan Berbasis Sumber Daya dan Produk Lokal Ternak Ruminansia Kecil dalam Wadah Konsorsium
Tuesday, July 1, 2014
Kemenristek Dorong Penguatan Jaringan Riset dalam Pengembangan Energi Alternatif di Kota Surakarta
Tuesday, July 1, 2014
Indonesia - Iran: Dua Negara Islam Bersahabat yang Berkomitmen untuk Melaksanakan Penelitian dan Produksi Iptek Bersama
[ Berita lainnya ]