Ristek Headline |
Rabu 03 September 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI

CPNS 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Senin 25 Agustus 2014
Menteri Iptek ASEAN Bahas Kebijakan Iptek Tingkat Regional

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 14 Desember 2009
Musrenbangnas Jangka Menengah Nasional 2010-2014
Print PDF Facebook Twitter Email

Musrenbangnas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014  bertemakan  “Mewujudkan Indonesia yang Sejahtera, Demokratis, dan Berkeadilan”, dibuka  oleh Presiden RI. Susilo Bambang Yudhoyono  di  Ruang Pertemuan PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat,  pada tanggal 11 Desember 2009.


Hadir dalam acara ini, Para Menteri KIB II, Kepala Lembaga, Panglima TNI, Kapolri, Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua DPD, Sekjen/Sesmen/Sestama dan Karo Perencanaan K/L, Perwakilan dunia usaha, lembaga/negara donor, lembaga profesi, LSM, akademisi.  Sedangkan peserta dari Daerah terdiri dari : Gubernur, Bupati/Walikota Kepala Bappeda Provinsi, Kabupaten dan Kota, perwakilan dunia usaha, lembaga profesi, LSM, serta para akademisi daerah.

Sesuai dengan ketentuan Pasal 14 ayat 1 UU 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), Kemeneg PPN/Bappenas menyiapkan Rancangan awal RPJMN yang memuat penjabaran dari visi, misi, dan program Presiden. Selanjutnya, penyusunan RPJMN berpedoman pada RPJP Nasional, yang memuat strategi pembangunan Nasional, kebijakan umum, program Kementerian/Lembaga dan lintas Kementerian/Lembaga, kewilayahan dan lintas kewilayahan, serta kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal dalam rencana kerja yang berupa kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif  kerangka kebijakan pembangunan nasional 5 tahun.

Tema yang dicanangkan dalam penyusunan RPJMN 2010-2014 didasarkan pada Visi Presiden dan Wakil Presiden terpilih, yaitu “Indonesia yang Sejahtera, Demokratis, dan Berkeadilan”. Sebagai bagian dari proses penyelenggaraan SPPN,  maka dalam perencanaan pembangunan jangka menengah tahun 2010-2014 perlu dilakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) RPJMN tahun 2010-2014 yang akan membahas dan menyempurnakan rancangan RPJMN 2010-2014. Selain itu,  berdasarkan pasal 16 ayat (1) dan (2) UU 25/2004, rancangan RPJMN dijadikan bahan pembahasan dalam Musrenbangnas, yang diselenggarakan dengan melibatkan seluruh unsur penyelenggaran negara dan juga mengikutsertakan masyarakat.


Musrenbangnas Jangka Menengah Nasional 2010-2014, diawali dengan  Laporan Meneg PPN/Kepala Bappenas, Armida S. Alisjahbana  kepada Presiden tentang penyelenggaraan Musrenbang Nasional Rancangan RPJMN 2010-2014 yang bertujuan Melakukan sinkronisasi kebijakan prioritas nasional 5 tahun dengan perspektif arah pembangunan wilayah/ daerah dan pembangunan sektoral, Mendapatkan masukan substansi untuk penyempurnaan kebijakan, strategi, dan program prioritas RPJM Nasional serta Mensinkronkan arah pengembangan wilayah per pulau dengan kebijakan sektor dalam kerangka kebijakan pembangunan nasional 5 tahun.


Acara dilanjutkan dengan  Pengarahan dan Pembukaan Musrenbang Nasional Rancangan RPJMN 2010-2014 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang ditandai dengan pemukulan Gong.


Sidang pada hari pertama adalah Pleno Penjelasan Rancangan RPJMN 2010-2014  yang dimoderatori  oleh  Sesmeneg PPN/Sestama Bappenas mencakup pemaparan  dari Menko Perekonomian, Menko Kesra , Menko Polhukkam, terkait dengan koordinasi pencapaian sasaran prioritas RPJMN 2010-2014 3. Sedangkan paparan Meneg PPN/Kepala Bappenas tentang Rancangan Awal RPJMN 2010-2014, Menteri Keuangan tentang  Arah Kebijakan Fiskal dan Resource Envelope Jangka Menengah 2010-2014 dalam pelaksanaan RPJMN 2010-2014 4.dan diakhiri dengan paparan dari Menteri Dalam Negeri tentang Arah Kebijakan Pencapaian pelaksanaan RPJMN 2010-2014 oleh Pemerintah Daerah.

Paparan Menko Perekonomian Hatta Rajasa bertajuk “Koordinasi Pencapaian Sasaran Prioritas Nasional Bidang Perekonomian dalam RPJMN 2010-2014” , dimana  “RPJMN 2010-2014 diarahkan untuk “Memantapkan penataan kembali NKRI, meningkatkan kualitas SDM, membangun kemampuan IPTEK, untuk memperkuat daya saing perekonomian nasional. Untuk itu,   Prioritas nasional pembangunan dalam RPJMN 2010-2014 menetapkan 11 prioritas pembangunan sebagai perwujudan visi dan misi Presiden. Para Menteri Koordinator memiliki tanggung jawab untuk saling mensinergikan ke 11 prioritas dalam rangka mewujudkan daya saing perekonomian nasional”, Ujar Hatta Rajasa.


Pengarahan Wakil Presiden Boediono  diselenggarakan pada  Sidang Pleno hari kedua dilanjutkan dengan dialog Wakil Presiden dengan para Gubernur dan Bupati/Walikota, serta pelaku kepentingan lainnya tentang tentang pencapaian prioritas pembangunan dalam Rancangan RPJM Nasional 2010-2014 secara sinergis antara Pusat dan Daerah. Wakil Presiden didampingi oleh Menko Perekonomian, Menko Kesra dan Menko Polhukam  bertempat di  Ruang Pertemuan PRJ Kemayoran Jakarta Pusat dengan Moderator  Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas.


“RPJMN 2010-2014 sebagai RPJMN Tahap II diarahkan untuk memperkuat daya saing perekonomian nasional. Karena itu, Ilmu pengetahuan dan teknologi yang selama ini belum mampu berbicara banyak dalam kemajuan bangsa, kedepan segera dirancang agar turut  berperan dalam pencapaian daya saing perekonomian nasional.  Pengembangan IPTEK seharusnya semakin dihubungkan untuk kepentingan pengelolaan SDA agar memiliki nilai tambah dan daya saing di tingkat global dan internasional” Ucap Boediono.


Peserta acara ini terdiri dari  : Menteri/Kepala Lembaga terkait, Sekjen/Sesmen/Sestama dan Karo Perencanaan K/L, Perwakilan dunia usaha, lembaga/negara donor, lembaga profesi, LSM, akademisi juga peserta dari daerah mencakup Gubernur, Bupati/Walikota Kepala Bappeda Provinsi, Kabupaten dan Kota, serta perwakilan dunia usaha, lembaga profesi, LSM, akademisi daerah.

Lepas waktu ishoma, kegiatan dilanjutkan dengan sidang kelompok di  Gedung Bidakara, Jakarta Selatan mencakup :  Kelompok: Bidang Kesra (Sosbud Agama dan Kemiskinan;  Bidang Ekonomi I (Ekonomi, Pengembangan IPTEK, SDA&LH);  Bidang Ekonomi II (Wilayah & TR dan Infrastruktur); serta  Bidang Polhukam (Hukum-Aparatur, Hankamneg, Politik) yang  dimoderatori oleh masing-masing Staf Ahli Bappenas dengan Penyaji masing-masing Deputi Bappenas  dan didampingi  para  Direktur terkait. Sedangkan  Pesertanya  mencakup Bappeda, Dunia Usaha, Akademisi, Lembaga Profesi, LSM , Kepala Biro Perencanaan dan Direktorat K/L baik dari daerah dan pusat yang disesuaikan dengan bidang masing-masing.

Pembagian Peserta Daerah menurut Kelompok Wilayah Pembangunan, mencakup a).Wilayah Sumatera (10 provinsi): NAD, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Babel, Lampung;  b).Wilayah Jawa-Bali (7 provinsi): Banten, DKI, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali;  c).Wilayah Kalimantan dan Sulawesi (10 provinsi): Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kalsel, Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sulbar, Sulsel, Sultra;  d).Wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua (6 provinsi): NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.
 
Penutupan Musrenbangnas dilakukan pada hari minggu 13 Sesember 2009  di awali dengan  Kesimpulan hasil Musrenbangnas RPJMN 2010-2014 dan Penandatanganan Nota Kesepakatan Pusat-Daerah dalam tindak lanjut penyempurnaan Rancangan RPJMN 2010-2014, serta Pidato Penutupan oleh Meneg PPN/Kepala Bappenas, Armida S. Alisjahbana. (Bappenas.go.id/humasristek).



Kamis 25 September 2014
Intermediary Expert Training Untuk Mendukung Sistem Inovasi Nasional (SINas)
Senin 25 Agustus 2014
ASEAN Berikan Penghargaan pada Pegiat Iptek
Senin 25 Agustus 2014
Menteri Iptek ASEAN Bahas Kebijakan Iptek Tingkat Regional
Jumat 22 Agustus 2014
Kementerian Riset dan Teknologi Hadir di Kalsel Expo 2014
Jumat 22 Agustus 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68
Kamis 21 Agustus 2014
Penaganugerahan Gelar Perekaya Utama Kehormatan
Selasa 19 Agustus 2014
Simposium Nasional Implementasi Hasil Riset Vaksin
Senin 18 Agustus 2014
Inovasi untuk Komunitas ASEAN yang Lebih Baik
Minggu 17 Agustus 2014
Iptek Bagi Pembangunan Nasional
Rabu 13 Agustus 2014
Seminar Sejarah dan Peradaban Medang–Aspek Perkembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Nusantara
[ Berita lainnya ]