Ristek Headline |
Monday, November 24, 2014
 
 

IQE

CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Tuesday, September 9, 2014
Menristek Kunjungi Fasilitas Riset Lembaga Eijkman

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Friday, July 24, 2009
IPTEK TALK : ENERGI ALTERNATIF BBN (BAHAN BAKAR NABATI)
Print PDF Facebook Twitter Email
BBN adalah bahan bakar yang sumbernya dari tumbuh-tumbuhan, ungkap Dr. Ir. Tatang Hernas Surawijaya, Dosen Fak. Teknik Kimia ITB yang didampingi Dr. Ratna Aryati, Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Departemen ESDM, serta Ir. Paulus Tjakrawan, Sekjen Assosiasi Produsen Biofuel Indonesia pada Talkshow Iptek Talk, 25 Juli 2009. Iptek Talk kembali hadir dengan topik : Energi Alternatif Bahan Bakar Nabati (BBN).
Tatang menjelaskan ada banyak sumber energi, a.l.: Listrik, panas bumi, angin, dan air. Yang paling mahal harganya adalah bahan bakar yang berwujud cair, karena bisa disimpan secara mudah dan aman dalam waktu lama, mudah diangkut dan dikirim jarak jauh (dapat diperniagakan), relatif mudah dinyalakan tetapi tidak mudah meledak (seperti gas), bisa digunakan sebagai pembangkit listrik, dan berperan penting untuk transportasi. Jadi bahan bakar yang cair dan yang telah ada sekarang adalah Bahan Bakar Nabati (BBN) atau biofuel. Sebagai contoh. Biodiesel dibuat dari minyak nabati (dari kelapa sawit), dan bioethanol (dibuat dari tebu atau dari singkong) yang hasilnya bisa menggerakkan mesin diesel atau pembangkit listrik. Biodiesel sebagai campuran solar dan bioethanol sebagai campuran bensin.

Dari segi teknologi, menurut Tatang, BBN tidak bisa dihindari di dunia. BBN bisa menggantikan BBM dalam jangka menengah dan jangka panjang. Untuk itu harus ada kebijakan dari Pemerintah. Mis. Kebijakan harga. Harga bahan baku BBN itu tinggi, karena bersaing dengan pangan. Dari segi komposisi bahan baku, perusahaan besar menggunakan 40% sawit, PTP menggunakan 20% sawit, dan masyarakat menggunakan sekitar 40% sawit.

Dari segi produksi, Paulus mengungkapkan tahun 2006 produksi biodiesel sebesar 3 juta ton per tahun. Sejak tahun 2006, kapasitas produksi sebesar 200.000 kilo liter per tahun dari hampir 20 perusahaan. Tetapi dua tahun terakhir ini produksi berhenti karena harga mahal. Untuk pengembangan BBN ini, Paulus mengharapkan pemerintah segera mengeluarkan peraturan yang menunjang produksi, khususnya peraturan harga. Pengembangan bahan baku akan meningkat kalau harganya murah. Dan yang paling sering terjadi menurut Paulus adalah koordinasi yang lambat dengan pemangku kepentingan.

Menurut Paulus, pengusaha BBN mempunyai tanggung jawab terhadap tenaga kerja. Upah tenaga kerja BBN jauh lebih besar dari pada upah tenaga kerja BBM. Cth. Untuk menghasilkan 2500 Barel Oil Equipment membutuhkan 750 tenaga kerja. Untuk menghasilkan biodiesel diperlukan 10.000 tenaga kerja. Untuk itu perlu aturan yang komprehensif, terutama masalah harga.

Ratna menjelaskan telah dikeluarkan Peraturan Pemerintah tentang Kebijakan Energi Nasional, a.l. Inpres No. 1 tahun 2006. Salah satu di dalamnya tahun 2025 BBN diharapkan memberikan kontribusi sebesar 1% dari kebutuhan energi nasional. Upaya yang dilakukan a.l. Mencari bahan baku yang lain (kerja sama dengan peneliti dari Ristek, Universitas, Litbang). Pemerintah juga melakukan koordinasi dengan semua pihak, membuat program yang bisa menciptakan pasar, menggalang partisipasi masyarakat ( seperti desa mandiri).
Ratna menegaskan masyarakat perlu tahu, bahwa ke depan kita tidak bisa hidup tanpa energi. Untuk itu masyarakat, pemerintah, pengusaha dihimbau mendukung BBN sebagai salah satu sarana untuk mensejahterakan masyarakat. Sejahtera dari segi kesehatan (karena BBN ramah lingkungan), dan sejahtera dari sisi ekonomi.

Akhirnya Ratna mengajak masyarakat untuk menggunakan BBN, karena BBN sudah banyak dipasarkan. Apabila masyarakat sadar bahwa energi bukan hanya sebagai sumber energi sehari-hari, tetapi juga sarana mengantisipasi agar tidak terjadi pemanasan global.

Selengkapnya, silakan menyaksikan Iptek Talk di TVRI pada hari Sabtu, 25 Juli 2009, pkl. 16.30 ā€“ 17.00 WIB. Selamat menyaksikan..! Cintailah terus ilmu pengetahuan dan teknologi, dan jangan pernah membayangkan hidup tanpa iptek ;). (gs/ad-pkipt).


Tuesday, September 9, 2014
Menristek Kunjungi Fasilitas Riset Lembaga Eijkman
Friday, September 5, 2014
Menristek Hadiri Acara MP3EI
Wednesday, September 3, 2014
Soft Launching Belitung Timur Taman Pintar
Monday, September 1, 2014
Pengembangan dan Peningkatan Sistem Informasi Iptek Nasioal (SIIN) dan SDM
Friday, August 29, 2014
Kemenristek Dorong Pembentukan Sub Forum Bidang Fokus Energi dan Air di Jawa Barat
Friday, August 29, 2014
Kunjungan Bupati Purbalingga dalam Rangka Perintisan Pengembangan Science Center di Purbalingga
Thursday, August 28, 2014
Membangun Kolaborasi Riset Industri, Universitas dan Pemerintah yang Tepat
Wednesday, August 27, 2014
8 Fraksi DPR RI Setujui RUU Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
Monday, August 25, 2014
Intermediary Expert Training Untuk Mendukung Sistem Inovasi Nasional (SINas)
Monday, August 25, 2014
ASEAN Berikan Penghargaan pada Pegiat Iptek
[ Berita lainnya ]