Ristek Headline |
Minggu 20 April 2014
 
 
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 11 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
BERITA KEGIATAN RISTEK
Jumat 24 April 2009
Kunjungan Kerja Mennegristek Ke LAPTIAB BPPT
Print PDF Facebook Twitter Email
Jumā€™at, 24 April 2009, Menteri Negara Riset dan Teknologi berkesempatan mengunjungi Laboratoria Pengembangan Teknologi IndustriĀ  dan Biomedika (LAPTIAB) BPPT.

Mennegristek didampingi oleh Deputi IV, Amin Soebandrio; Staf Ahli Pangan dan Kesehatan, Listyani Wijayanti; serta Kepala Biro Hukum dan Humas KNRT, Anny Sulaswatty; diterima oleh Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB)- BPPT, Wahono Sumaryono beserta jajaran Kedeputian TAB.Ā  Acara dimulai dengan presentasiĀ  Deputi TABĀ  tentang Profil Industri FarmasiĀ  Indonesia dan Strategi Pengembangan Obat Herbal, dimana dipaparkan tentangĀ  informasi keilmuan dasar dan terapan yang erat berkaitan dengan pengembangan obat herbal.

ā€œPengembangan obat herbalĀ  perluĀ  terus dikembangkan mengingat ketersediaan bahan baku berupa tanaman obat melimpah,Ā  volume pasarĀ  yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu juga kenyataan mahalnya harga obat kimia karena lebih dari 95% bahan bakunya tergantung impor. Strategi yang direkomendasikan adalah: pembangunan dan pengembangan perkebunan tanaman obat sesuai agroklimat, pembangunan dan pengembangan industri ekstrak standar, sinergi fungsi dan program pusat-pusat penelitian dan program mengenai kimia bahan alam, mendorongĀ  asosiasi terkait seperti GP Jamu dan GP Farmasi untuk secara berkelanjutan mengembangkan obat herbal terstandar dan fitofarmaka, selain itu Pemerintah juga perlu menetapkan Rumah Sakit rujukan untuk uji klinik obat herbal tanpa harus dilakukan uji klinik multicentre yang memerlukan biaya tinggi, memberikan insentif fiskal untuk mendorong pengembangan klaster industri obat herbal termasuk pengawasan obat herbal asal luar negeri. Komitmen yang kuat serta koordinasi antar seluruh pemangku kepentingan menjadi suatu keharusan bagi keberhasilan program pengembangan obat herbalā€. Ujar Wahono

Khusus mengenai istilah ā€œobat herbalā€ Mennegristek mengusulkan untuk didiskusikan lebih lanjut dengan para ahli bahasa karena kata ā€œherbalā€ merupakan kata sifat. Salah satu kemungkinan istilah pengganti adalah ā€œobat nabatiā€.

Presentasi dilanjutkan olehĀ  Kepala Seksi Bioteknologi Pertanian, Balai Bioteknologi-BPPT, Teuku Tajuddin yang saat ini sedang melakukan analisis sidik jari temulawak. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapatĀ  menjadi justifikasiĀ  untuk mengantarkan pembuktian temulawak sebagai tanaman asli Indonesia sekaligus sebagai perlindungan terhadap plasma nutfah Indonesia.

Kepala Pengelola LAPTIAB, Heri PurwotoĀ  dalam presentasinya memaparkan sekilas tentang kronologis pembangunan fasilitas dan kegiatan LAPTIAB. Pembangunan LAPTIAB dilakukan secara bertahap mulai tahun 2006. Pada tahun 2007 Kemennegristek memberikan dukungan sejumlah peralatan laboratorium.

Dalam arahannya, Mennegristek menegaskan tentang tiga hal yang harus mendapatkan perhatian khusus dan segera ditindaklanjuti : 1) tentang kemungkinan mensinergikan fungsi LAPTIAB dan laboratorium Kimia LIPI menjadi laboratoria kelas dunia dengan mengundang partisipasi dunia usaha, 2) penguatan kemitraan dan pengembangan risetĀ  tanaman obat antara Korean Research Institute of Bioscience and Biotechnology (KRIBB) denganĀ  BPPTĀ  serta pelaksanaan risetĀ  temulawak yang diarahkan pada : eksplorasi /pengayaan koleksi tanaman temulawak di berbagaiĀ  wilayah Indonesia dan sampel dari luar negeri sebagaiĀ  pembanding, melakukan studi pustaka tentang temulawak, pelaksanaan sequencingĀ  untukĀ  menemukan penanda yang khas pada tanaman temulawak, analisis metabolit sekunder guna mendapatkan tanaman temulawak dengan kandungan bahan aktif paling tinggi, melaksanakan studi etnobotani dan antropologi yangĀ  kesemuanya ditujukan dalam rangka menaikkan citra temulawak dan menjadikannya sebagaiĀ  ā€œiconā€ Indonesia, sebagaimana ginseng yang identik dengan Korea.

Kunjungan kerja Mennegristek diakhiri dengan meninjau fasilitas laboratoria Teknologi Agroindustri. Memperhatikan produk-produk yang sedang dikembangkan,Ā  beliau berpesan agar bahan baku produksi gelatin diperluas selain dari kulit dan tulang sapi juga memanfaatkan kulit ikan / hasil samping fillet ikan; memperbaiki kualitas produk pangan olahan berbasis jagung seperti bubur jagung dan mie jagung instan dengan benchmarking produk sejenis berkualitas tinggi yang telah beredar di pasaran dan diterima oleh masyarakat luas. Dalam kesempatan berdiskusi dengan para peneliti yang mengembangkan teknologi destilasi minyak atsiri, Mennegristek berpesan agar dapat dikembangkan produk-produk aromatherapy berbasis minyak atsiri Indonesia. (LAPTIAB/SAMPK/Humasristek)


Rabu 16 April 2014
DWP Kemenristek Kunjungi Taman Pintar Yogyakarta
Rabu 16 April 2014
Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi dan Bisnis Inovatif Usia Muda
Senin 14 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon
Selasa 08 April 2014
Sosialisasi dan Pengukuran Technology Readiness Level di Jawa Tengah
Selasa 08 April 2014
Kerjasama Iptek RI-Jerman: Implementasi Iptek untuk Mendukung Pembangunan Nasional
Senin 07 April 2014
Pengukuran TRL di Pusat Unggulan Iptek Kakao
Senin 07 April 2014
ASEAN Persiapkan Diri untuk Mobilitas SDM Iptek
Senin 07 April 2014
Kemenristek Hadiri Rakor BPPD Provinsi Jatim
Kamis 03 April 2014
Kemenristek Dorong Konsorsium Pembangunan Satelit Penginderaan Jauh
Kamis 03 April 2014
Rapat Koordinasi Undang-Undang Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014 Dalam Rangka Penguatan Teknologi Industri
[ Berita lainnya ]