Ristek Headline |
Senin 31 Agustus 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 19 Agustus 2015
The 5th Steering Committee Meeting in The Field of Geothermal Energy

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
Info Pengadaan Barang Dan Jasa

surat

Ristek TV

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Jumat 24 April 2009
Kunjungan Kerja Mennegristek Ke LAPTIAB BPPT
Print PDF Facebook Twitter Email
Jumā€™at, 24 April 2009, Menteri Negara Riset dan Teknologi berkesempatan mengunjungi Laboratoria Pengembangan Teknologi IndustriĀ  dan Biomedika (LAPTIAB) BPPT.

Mennegristek didampingi oleh Deputi IV, Amin Soebandrio; Staf Ahli Pangan dan Kesehatan, Listyani Wijayanti; serta Kepala Biro Hukum dan Humas KNRT, Anny Sulaswatty; diterima oleh Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB)- BPPT, Wahono Sumaryono beserta jajaran Kedeputian TAB.Ā  Acara dimulai dengan presentasiĀ  Deputi TABĀ  tentang Profil Industri FarmasiĀ  Indonesia dan Strategi Pengembangan Obat Herbal, dimana dipaparkan tentangĀ  informasi keilmuan dasar dan terapan yang erat berkaitan dengan pengembangan obat herbal.

ā€œPengembangan obat herbalĀ  perluĀ  terus dikembangkan mengingat ketersediaan bahan baku berupa tanaman obat melimpah,Ā  volume pasarĀ  yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu juga kenyataan mahalnya harga obat kimia karena lebih dari 95% bahan bakunya tergantung impor. Strategi yang direkomendasikan adalah: pembangunan dan pengembangan perkebunan tanaman obat sesuai agroklimat, pembangunan dan pengembangan industri ekstrak standar, sinergi fungsi dan program pusat-pusat penelitian dan program mengenai kimia bahan alam, mendorongĀ  asosiasi terkait seperti GP Jamu dan GP Farmasi untuk secara berkelanjutan mengembangkan obat herbal terstandar dan fitofarmaka, selain itu Pemerintah juga perlu menetapkan Rumah Sakit rujukan untuk uji klinik obat herbal tanpa harus dilakukan uji klinik multicentre yang memerlukan biaya tinggi, memberikan insentif fiskal untuk mendorong pengembangan klaster industri obat herbal termasuk pengawasan obat herbal asal luar negeri. Komitmen yang kuat serta koordinasi antar seluruh pemangku kepentingan menjadi suatu keharusan bagi keberhasilan program pengembangan obat herbalā€. Ujar Wahono

Khusus mengenai istilah ā€œobat herbalā€ Mennegristek mengusulkan untuk didiskusikan lebih lanjut dengan para ahli bahasa karena kata ā€œherbalā€ merupakan kata sifat. Salah satu kemungkinan istilah pengganti adalah ā€œobat nabatiā€.

Presentasi dilanjutkan olehĀ  Kepala Seksi Bioteknologi Pertanian, Balai Bioteknologi-BPPT, Teuku Tajuddin yang saat ini sedang melakukan analisis sidik jari temulawak. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapatĀ  menjadi justifikasiĀ  untuk mengantarkan pembuktian temulawak sebagai tanaman asli Indonesia sekaligus sebagai perlindungan terhadap plasma nutfah Indonesia.

Kepala Pengelola LAPTIAB, Heri PurwotoĀ  dalam presentasinya memaparkan sekilas tentang kronologis pembangunan fasilitas dan kegiatan LAPTIAB. Pembangunan LAPTIAB dilakukan secara bertahap mulai tahun 2006. Pada tahun 2007 Kemennegristek memberikan dukungan sejumlah peralatan laboratorium.

Dalam arahannya, Mennegristek menegaskan tentang tiga hal yang harus mendapatkan perhatian khusus dan segera ditindaklanjuti : 1) tentang kemungkinan mensinergikan fungsi LAPTIAB dan laboratorium Kimia LIPI menjadi laboratoria kelas dunia dengan mengundang partisipasi dunia usaha, 2) penguatan kemitraan dan pengembangan risetĀ  tanaman obat antara Korean Research Institute of Bioscience and Biotechnology (KRIBB) denganĀ  BPPTĀ  serta pelaksanaan risetĀ  temulawak yang diarahkan pada : eksplorasi /pengayaan koleksi tanaman temulawak di berbagaiĀ  wilayah Indonesia dan sampel dari luar negeri sebagaiĀ  pembanding, melakukan studi pustaka tentang temulawak, pelaksanaan sequencingĀ  untukĀ  menemukan penanda yang khas pada tanaman temulawak, analisis metabolit sekunder guna mendapatkan tanaman temulawak dengan kandungan bahan aktif paling tinggi, melaksanakan studi etnobotani dan antropologi yangĀ  kesemuanya ditujukan dalam rangka menaikkan citra temulawak dan menjadikannya sebagaiĀ  ā€œiconā€ Indonesia, sebagaimana ginseng yang identik dengan Korea.

Kunjungan kerja Mennegristek diakhiri dengan meninjau fasilitas laboratoria Teknologi Agroindustri. Memperhatikan produk-produk yang sedang dikembangkan,Ā  beliau berpesan agar bahan baku produksi gelatin diperluas selain dari kulit dan tulang sapi juga memanfaatkan kulit ikan / hasil samping fillet ikan; memperbaiki kualitas produk pangan olahan berbasis jagung seperti bubur jagung dan mie jagung instan dengan benchmarking produk sejenis berkualitas tinggi yang telah beredar di pasaran dan diterima oleh masyarakat luas. Dalam kesempatan berdiskusi dengan para peneliti yang mengembangkan teknologi destilasi minyak atsiri, Mennegristek berpesan agar dapat dikembangkan produk-produk aromatherapy berbasis minyak atsiri Indonesia. (LAPTIAB/SAMPK/Humasristek)


Jumat 28 Agustus 2015
Pelantikan Eselon 2 Kemenristekdikti: Energi Baru di Lingkungan Kemenristekdikti
Senin 24 Agustus 2015
Sekjen Kemenristekdikti : Mahasiswa UNSOED Harus Jadi Pemimpin Berkarakter Kebangsaan
Senin 24 Agustus 2015
Workshop and Exhibition SATREPS 2015
Senin 24 Agustus 2015
KKN Kebangsaan: Pengabdian dan Pemupukan Rasa Persatuan dan Cinta Tanah Air
Sabtu 22 Agustus 2015
Menristekdikti Kunjungi Kampus 2 UNIPA Sorong
Jumat 21 Agustus 2015
Menristekdikti Kembangkan STP di Papua Barat
Kamis 20 Agustus 2015
Dies Natalis UNM: Menristekdikti Hadiri Seminar Nasional dan Internasional
Senin 17 Agustus 2015
Menko Maritim Pimpin Upacara Bendera Peringatan HUT RI ke-70
Senin 17 Agustus 2015
Menristekdikti Lepas Mobil Surya ITS
Kamis 13 Agustus 2015
Menristekdikti Hadiri Serah Terima Jabatan Menko Maritim
[ Berita lainnya ]