Ristek Headline |
Sabtu 29 November 2014
 
 

IQE

CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Kamis 27 November 2014
Final Symposium Agriculture Beyond Food (ABF)

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


INFO IPTEK
Kamis 17 Oktober 2013
Kotoran Burung Puyuh, Pakan Lele Murah Meriah
Print PDF Facebook Twitter Email

Peternak ikan lele kini bisa menekan biaya pakan ternak mereka hingga sekira 50%. Bila biasanya mereka butuh Rp9.000 untuk membeli 1 kilogram (kg) pakan ikan lele, kini cukup dengan Rp5.000, mereka bisa memberi pakan tinggi protein bagi lele yang dibiakkan.
 
Ketua Tim Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKwu) UNS Ir. Suyono menjelaskan, harga pakan ikan yang mahal mengakibatkan usaha budidaya ikan banyak mengalami kerugian. Padahal, di sisi lain, pemerintah sedang menggalakkan program masyarakat gemar makan ikan.
 
"Itulah yang memunculkan wacana perlu upaya menemukan pakan lele yang murah dan ramah untuk masyarakat," ujar Suyono.
 
Bersama timnya, Suyono pun merekayasa kotoran burung puyuh untuk dijadikan alternatif pakan ikan lele. Awalnya, peternak burung puyuh ini merasa tertantang untuk memanfaatkan kotoran burung puyuh yang tersedia melimpah untuk dijadikan pakan lele. Selain murah, kata Suyono, kotoran burung puyuh dipilih karena kandungan proteinnya yang tinggi dibandingkan kotoran ayam.
 
"Kandungan protein kotoran burung puyuh adalah 21 persen, sedangkan kandungan protein dalam kotoran ayam petelur 11-14 persen," jelasnya.
 
Suryono mencampur kotoran burung puyuh dengan bulu ayam dan sisa ikan asin. Bulu ayam berfungsi membuat pakan lele dapat mengambang di air. Sisa ikan asin digunakan untuk menambah nafsu makan ikan lele.
 
Pembuatan pakan lele dengan pemanfaatan limbah organik tersebut, menurut Suryono menggunakan perbandingan 1:1:1. Satu kg kotoran kering burung puyuh dicampur 1 kg bulu ayam yang telah dipresto dan 1 kg ikan asin.
 
"Setelah dikeringkan, kemudian digiling menjadi tepung dan dicampur. Baru kemudian diproses menjadi pelet," urai Dosen Fakultas Pertanian UNS itu.
 
Suryono mengimbuh, bila dijual, pakan lele dari limbah organik dihargai Rp5.000 per kg. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan pakan ikan pada umumnya yang dibanderol Rp8.000-Rp9.000 per kg.
 
"Tetapi pakan ikan lele hasil ujicoba ini belum dipasarkan. Tetapi hanya sebatas dimanfaatkan oleh UNS sebagai pendampingan peternak ikan lele," tuturnya. (kampus.okezone.com/ humasristek)



Kamis 23 Oktober 2014
Rupa-Rupa Modifikasi Pangan Kreasi Mahasiswa
Kamis 16 Oktober 2014
Indonesia Kuasai Teknologi Baterai Lithium
Kamis 16 Oktober 2014
SMPN Surabaya Sabet Dua Juara Robotika Nasional
Kamis 16 Oktober 2014
Prestasi Nasional Mahasiswa FTUI
Kamis 16 Oktober 2014
Mahasiswi Darmajaya Ciptakan Software Pendeteksi Flu Burung
Senin 29 September 2014
2 Pelajar Banjarnegara Ubah Biji Salak Jadi Energi
Jumat 19 September 2014
Siswa SMK Gresik Ubah Air Urin Menjadi Air Bersih
Jumat 19 September 2014
Software dari ITS Bantu Negara Hemat Rp52 M
Rabu 17 September 2014
Ilmuwan Buat Baterai Nuklir Berbahan Dasar Air
Kamis 04 September 2014
Dukung Konversi BBM ke BBG, UGM Kembangkan Tabung BBG Cartridge Bertekanan Rendah
[ Berita lainnya ]