Ristek Headline |
Kamis 24 Juli 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 16 Juli 2014
Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Asdep Jaringan Penyedia Dengan Pengguna dan Menristek

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Selasa 21 Mei 2013
Uji Publik Naskah Akademik RUU SINas/Amandemen UU Nomor. 18 Tahun 2002
Print PDF Facebook Twitter Email

Saat ini, masyarakat dunia semakin percaya bahwa kemajuan perekonomian sangat tergantung pada kinerja Sistem Inovasi Nasional (SINas) di negara tersebut, yang pada prinsipnya adalah tergantung pada kapasitas negara dalam mengembangkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan nyata dan sesuai pula dengan kapasitas adopsi dari para pengguna teknologi. Penguatan inovasi nasional harus mampu mengantisipasi perubahan lingkungan strategis. Upaya penguatan inovasi nasional harus bersifat dinamis menyesuaikan dengan dinamika perubahan lingkungan strategis, baik pada tingkat global, regional, maupun nasional. Penguatan SINas ini juga tidak terlepas dari UU No. 18 Tahun 2002, dimana sistem nasional penelitian, pengembangan dan penerapan iptek bertujuan untuk memperkuat daya dukung iptek untuk percepatan pencapaian tujuan negara, peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa dalam pergaulan internasional.


Terkait dengan hal ini Asisten Deputi Legislasi Iptek Kemenristek bekerjasama dengan LPPM Universitas Universitas Brawijaya (Unibraw) menggelar Uji Publik Naskah Akademik RUU SINas/Amandemen UU Nomor. 18 Tahun 2002, yang diselenggarakan di Ruang Jamuan, Gedung Rektorat Universitas Brawijaya-Malang, pada hari Kamis, 16 Mei 2013, yang dihadiri oleh pejabat dan peneliti di lingkungan LPPM Unibraw, perwakilan perguruan tinggi dan balai-bali penelitian se-Malang, Bappeda dan Kadin Malang.


Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian road show uji publik yang akan diselenggarakan di berbagai daerah dengan tujuan untuk mendapatkan masukan dari pelaku iptek di berbagai lembaga pemerintah, perguruan tinggi, badan usaha, lembaga penunjang, dan masyarakat terkait dengan pengembangan dan penguatan SINas. Hadir dalam acara ini Tim legislasi, yaitu Endang Pergiwati selaku Kepala Bidang Program Legislasi Iptek, dan Agung Pambudi selaku Kasubbid Perguruan Tinggi dan Lemlitbang, serta Mohammad Amirulloh dan Anita Afriana, dari Pusat Studi Hukum Ekonomi dan Kebijakan Publik Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran.


Acara dibuka oleh Siti Chuzaemi, Ketua LPPM- Unibraw Malang, dengan moderator Maftuch, selaku Kepala Pusat Pelayanan Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat LPPM Unibraw. Bertindak sebagai pembicara, Mohammad Amirulloh dari Pusat Studi Hukum Ekonomi dan Kebijakan Publik Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, memaparkan mengenai kebijakan penguatan inovasi, materi muatan rancangan perubahan UU 18/2002, serta arah dan jangkauan pengaturan penguatan inovasi nasional.


Dalam diskusi, Imam Suryono, dari Bappeda Kota Batu Malang mengapresiasi langkah mengamandemen UU 18 Tahun 2002 atau inisiatif penyusunan RUU SINas, karena pentingnya membangun sistem inovasi yang lebih baik dan terarah untuk kemajuan bangsa. Untuk lebih menyempurnakan pengaturan dalam penyusunan peraturan perundangan ini, Suryono berpendapat perlunya memperjelas fungsi dan peran pemerintah, terutama dalam mendukung pengembangan dan pemberdayaan UMKM, memperkuat program pendampingan dan pelatihan dalam meningkatkan kemampuan iptek di masyarakat secara jelas dan nyata, serta memperkuat proses monitoring dan evaluasi pada program dan kebijakan iptek nasional.


Apresiasi rencana Amandemen UU Nomor. 18 Tahun 2002/ RUU SINas juga muncul dari Uun Budiana, dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Unibraw, yang dalam masukannya berpendapat bahwa perlunya kehati-hatian dalam merumuskan jangkauan dan arah penguatan SINas, sehingga dalam pelaksanaannya sesuai dengan harapan yang diinginkan. Dalam kesempatan yang sama Uun juga mengingatkan bahwa perlunya lebih mempertimbangkan lagi dalam hal pengembangan pusat unggulan dan pembentukan konsorsium inovasi dalam penguatan inovasi nasional, karena sulitnya menyatukan kepentingan dari berbagai pihak dalam suatu wadah yang sama.


Memperkaya masukan dalam uji publik Naskah Akademik RUU SINas/Amandemen UU Nomor. 18 Tahun 2002, Luqman Hakim dari Fakultas Ilmu Administrasi-Unibraw berpendapat bahwa perlunya memasukkan aspek sosial dalam naskah akademis yang telah disusun, sehingga pada akhirnya UU SINas/Amandemen UU Nomor. 18 Tahun 2002 yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.


Lain halnya dengan Arif Mussadad dari Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) Malang, yang menyatakan bahwa hal terpenting dari sebuah penyusunan perundang-undangan salah satunya yaitu efektifitas dari pelaksanaan perundangan tersebut. Arif mengingatkan perlunya kehati-hatian dalam tahap harmonisasi dan sinkronisasi dalam Amandemen UU 18 Tahun 2002/RUU SINas ini, sehingga pada akhirnya pelaksanaan peraturan perundangan ini dapat berjalan efektif.


Masukan-masukan lain yang tak kalah penting, yaitu : perlunya dipertimbangan pembangunan iptek yang berbasis kearifan lokal dalam mendukung arah dan jangkauan pengaturan Amandemen UU 18 Tahun 2002/RUU SINas yang diungkapkan oleh Prihatiningtyas selaku Ketua LPPM Univ. Tribuwana Tunggal Dewi Malang; perlunya pengaturan yang mampu mendukung kemudahkan dalam proses untuk mendapatkan HAKI, termasuk rendahnya sarana pendukung dalam proses maupun pemeliharaan HAKI tersebut, yang diungkapkan oleh Kuswanto dari Fakultas Pertanian-Unibraw; dan masukan dari Maftuh, selaku Kepala Pusat Pelayanan Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat LPPM Unibraw bahwa perlunya memperjelas peran masing-masing lembaga-lembaga iptek yang ada, seperti DRN, KIN, DRD, dan lembaga-lembaga litbang lainnya.


Acara ditutup oleh Maftuh, dengan menitik beratkan beberapa hal penting sebagi masukan untuk penyempurnaan Naskah Akademik RUU SINas/Amandemen UU Nomor. 18 Tahun 2002, antara lain perlunya memasukkan bidang sosial (social engineering), penguatan pendampingan teknologi di masyarakat, pengaturan dan dukungan mengenai HAKI, penguatan fungsi monitoring dan evaluasi program iptek nasional, dan pembangunan iptek berbasis kearifan lokal. (Ad2-D3/ humasristek)



Kamis 17 Juli 2014
Menristek Resmikan Workshop Fasilitas Pilot Plant Riset Baterai Lithium
Senin 14 Juli 2014
Menristek Hadiri Peresmian RS Pusat Otak Nasional
Selasa 08 Juli 2014
Sinkronisasi Kebijakan, Program dan Pendanaan Iptek 2015-2019
Senin 07 Juli 2014
Buka Puasa Bersama : Mari Kita Tingkatkan Keimanan dan Pengabdian Kita
Senin 07 Juli 2014
DWP Kemenristek Serahkan Santunan Pendidikan
Jumat 04 Juli 2014
Pengembangan Teknologi Transportasi Multiguna Pedesaan Hasil Konsorsium Riset
Jumat 04 Juli 2014
Peresmian Bio Center Plant dan Ground Breaking Unit Produksi Enzim PT Petrosida Gresik
Kamis 03 Juli 2014
Pengembangan Industri Perdesaan Berbasis Sumber Daya dan Produk Lokal Ternak Ruminansia Kecil dalam Wadah Konsorsium
Selasa 01 Juli 2014
Kemenristek Dorong Penguatan Jaringan Riset dalam Pengembangan Energi Alternatif di Kota Surakarta
Selasa 01 Juli 2014
Indonesia - Iran: Dua Negara Islam Bersahabat yang Berkomitmen untuk Melaksanakan Penelitian dan Produksi Iptek Bersama
[ Berita lainnya ]