Ristek Headline |
Thursday, August 28, 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI

CPNS 2014

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Friday, August 22, 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Thursday, May 2, 2013
Konsorsium Porang Segera Dibentuk
Print PDF Facebook Twitter Email

Potensi tanaman porang di hutan Jawa Timur masih luas. Di Kabupaten Madiun sendiri sekitar 40% wilayahnya masih berupa kawasan hutan dimana sebagian besar penduduk sekitar masih menggantungkan perekonomiannya. Tanaman porang atau suweg ini ditanam oleh petani tumpang sari dengan pohon jati di hutan. Melihat hasil yang selama ini sangat menggembirakan, tidak salah apabila sekarang porang menjadi salah satu ikon hasil pertanian perkebunan andalan Kabupaten Madiun.

 

Saat ini Kabupaten Madiun telah menghasilkan porang dengan kapasitas 8.000 ton/tahun. Keberadaan porang atau glucomannan yang memiliki nama latin Amorphophallus Muelleri tersebut bermanfaat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selama ini, umbi dari tanaman porang telah diekspor ke Jepang untuk diolah menjadi bahan pangan. Olahan makanan dari porang merupakan makanan favorit di Jepang. Untuk itu upaya pengembangan porang menjadi salah satu perhatian pemerintah.

 

“Bukan hanya pada proses tanam hingga panen saja, namun bagaimana agar proses pasca panen dapat dioptimalkan sehingga petani dan masyarakat mendapatkan nilai tambah yang berlipat.” Ujar Sekda Kabupaten Madiun, Soekardi dalam Rapat Koordinasi Pembentukan Konsorsium Glukomannan yang diselenggarakan pada hari Selasa, 30 April 2013.

 

Lebih lanjut Soekardi yang mewakili Bupati Madiun menyampaikan, di tengah isu kelestarian hutan dan ekosistemnya, pemerintah daerah perlu memberikan arah pengelolaan sumber daya hutan dengan memadukan aspek ekonomi, ekologi, dan sosial secara proporsional dan profesional serta meningkatkan peran dan tanggung jawab stakeholder kehutanan yang ada terhadap keberlanjutan fungsi dan manfaat sumberdaya hutan.

 

Dalam kesempatan ini, Asisten Deputi Jaringan Penyedia, Goenawan Wybiesana menyampaikan apresiasi Kementerian Riset dan Teknologi dalam budi daya porang sebagai produk unggulan Madiun. Untuk itu Kementerian Ristek melalui Asisten Deputi Jaringan Penyedia menginisiasi pembentukan konsorsium porang dalam bentuk fasilitasi kegiatan forum jaringan antar peneliti dan lembaga litbang. Konsorsium yang dibentuk akan melalui pengusulan proposal penelitian dalam skema Pendanaan Penelitian Kompetitif dan Tematik dari Kementerian Ristek tahun  2014. Goenawan mengatakan pembentukan konsorsium ini dibutuhkan komitmen dari Pemerintah Kabupaten Madiun dan pihak terkait dalam mengembangkan porang sebagai produk unggulan daerah.

 

Bertindak sebagai moderator, Koordinator Forum Jaringan PPD IPTEKSB Jatim, Niniek Fajar Puspita memaparkan, dengan pendekatan penguatan SIDa peningkatan rantai nilai porang menjadi tepung glukomannan dan produk-produk derivatifnya dapat menjadi fokus bagi tumbuh kembang inovasi, disamping perlu penguatan kelembagaan, jaringan antar aktor inovasi serta regulasi yang mendukung. Namun pada kenyataannya hingga saat ini sebagian besar porang yang dihasilkan diekspor dalam bentuk chip kering ke Jepang, Taiwan dan China, sehingga nilai tambah yang diperoleh masyarakat lokal belum optimal.

 

Rapat koordinasi ini melibatkan komponen ABG, yaitu para peneliti porang dan glukomannan dari berbagai universitas di Jawa Timur, Forum Kampus se-Kabupaten Madiun, kelompok petani porang di Kabupaten Madiun, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) se-Kabupaten Madiun, perwakilan seluruh SKPD se-Kabupaten Madiun, serta pengusaha yang diwakili oleh Kadinda. Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh pakar porang dan glukomannan, antara lain Ketua Pusat Penelitian dan Pengkajian Porang Indonesia yang juga dijuluki sebagai ‘begawan Porang, Prof. Simon Bambang Widjanarko, Dr. Edy Mulyono dari Balai Besar Pasca Panen Kementerian Pertanian, dan dari Pusat Konservasi Tumbuhan Kebon Raya Bogor.

 

Dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan di kantor Pemkab Madiun tersebut disepakati Universitas Brawijaya Malang sebagai leader konsorsium glukomannan dan penunjukan liaison officer (LO) konsorsium dari Pemerintah Kabupaten Madiun. Ditetapkan pula tindak lanjut dan klarifikasi berbagai penelitian porang, verifikasi roadmap porang, penyusunan roadmap konsorsium, serta penyusunan proposal penelitian berbasis roadmap yang telah disepakati. Seluruh kesepakatan ini akan difasilitasi oleh Kepala Bidang Perkembangan Asdep Jaringan Penyedia Iptek.

 

Rapat kordinasi yang berlangsung selama sehari tersebut dilanjutkan dengan tinjauan ke lokasi penanaman porang di kawasan hutan jati Desa Padas. Pada hari berikutnya peninjauan dilanjutkan di Desa Klangon dan Sumberbendo, Kecamatan Saradan. (Ad1-D3/humasristek)



Monday, August 25, 2014
ASEAN Berikan Penghargaan pada Pegiat Iptek
Monday, August 25, 2014
Menteri Iptek ASEAN Bahas Kebijakan Iptek Tingkat Regional
Friday, August 22, 2014
Kementerian Riset dan Teknologi Hadir di Kalsel Expo 2014
Friday, August 22, 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68
Thursday, August 21, 2014
Penaganugerahan Gelar Perekaya Utama Kehormatan
Tuesday, August 19, 2014
Simposium Nasional Implementasi Hasil Riset Vaksin
Monday, August 18, 2014
Inovasi untuk Komunitas ASEAN yang Lebih Baik
Sunday, August 17, 2014
Iptek Bagi Pembangunan Nasional
Wednesday, August 13, 2014
Seminar Sejarah dan Peradaban Medang–Aspek Perkembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Nusantara
Wednesday, August 13, 2014
Menristek Dapat Pengahargaan Bintang Mahaputra Adipradana
[ Berita lainnya ]