Humas Pemerintah Harus Banyak Strategi
Kamis 21 Februari 2013

Suara nyaring DPR terhadap Humas pemerintah selama ini masih kental terdengar. Humas pemerintah masih dianggap belum bekerja secara maksimal karena citra masyarakat akan lembaga pemerintah belum terbangun dengan reputasi yang baik. Hal tersebut diungkap Sekretaris Kementerian Riset dan Teknologi, Mulyanto, saat memberikan arahan pada Forum Kehumasan Ristek – LPNK, Rabu, 20 Februari 2013.

Banyak strategi yang harus ditempuh Humas pemreintah dalam membentuk citra yang positif. Menurut Sesmenristek, diperlukan sinergi program kegiatan untuk membuat suara humas menjadi lebih nyaring. Penggunaan satu titik lokus menjadikan efek sinergi tersebut terpusat.

Tidak dipungkiri, salah satu faktor kendala dalam kegiatan kehumasan adalah biaya atau anggaran. Untuk itu, para praktisi Humas pemerintah harus pandai-pandai melakukan publisitas dengan biaya minim dan memaksimalkan strategi. Sesmenristek menyebutkan contohnya ketika moment Hakteknas ke 17 pada 2012, Menegristek mengangkat isu mobil listrik sehingga publisitas pun berdatangan.

“Oleh karena itu, perlu dilakukan mobilisasi agar dana yang dikeluarkan humas menjadi lebih ringan,” tambah Sesmenristek.

Forum Humas Ristek – LPNK yang diselenggarakan di Gedung II BPPT dan dibuka oleh Kepala Biro Hukum dan Humas Kemenristek, Anny Sulaswatty, tersebut merupakan kegiatan pertemuan rutin yang ditujukan untuk mensinergikan dan mengkoordinasikan rencana kegiatan kehumasan Ristek dan masing-masing LPNK yang terdiri dari BPPT, BATAN, BAPETEN, LIPI, LAPAN, BIG, LBM Eijkman, dan BSN.

Masing-masing lembaga mempresentasikan rencana kehumasan tahun 2013. Thomas Franky, konsultan komunikasi dari Fortune PR mengatakan terdapat kecenderungan adanya ketidakterhubungan kegiatan LPNK satu sama lain setelah melihat paparan masing-masing Humas.

“Satu hal lagi, yang sering terlupa adalah perlunya ditentukan pesan apa yang mau disampaikan, dibuat umbrella message kemudian dibreak down lagi. Dari message tersebut lah strategi media baru mudah, apa yang akan digunakan. Message tersebut menentukan media. Message yang mendrive kegiatan,” tambah Franky.

Tidak lupa Franky juga menambahkan Humas juga harus membangun jembatan antara lembaga dengan publik internalnya, hal ini kemudian nantinya bisa dimanfaatkan untuk menjangkau publik eksternal. (bhh/aps/humasristek)