Pelajaran dari Jepang: Pentingnya Manajemen HKI Untuk Mendukung Pengembangan Inovasi
Senin 19 November 2012

Pengalaman panjang Negara Jepang dalam mengelola sistem Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terutama paten, telah menjadikan negara tersebut menjadi salah satu negara paling maju di dunia. Sistem manajemen HKI yang telah dikembangkan Jepang sejak 120-an tahun yang lalu menunjukkan bahwa HKI merupakan bagian penting dalam perekonomian Jepang saat ini.


Dalam upaya mempelajari berbagai kemajuan tersebut, Asisten Deputi Kekayaan Intelektual dan Standardisasi, Kementerian Riset dan Teknologi yang diwakili oleh Sabartua Tampubolon (Kepala Bidang Masyarakat), Medy P. Sargo (Kepala Bidang Lembaga Litbang dan Perguruan Tinggi) dan OK. Sofyan (Kepala Bidang Industri) dalam rangka mendapatkan informasi yang obyektif dan lengkap dari sumber yang berkompeten di Jepang di bidang kebijakan dan implementasi Hak Kekayaan Intelektual yang meliputi sistem inovasi, komersialisasi, sistem penghargaan dan pengakuan, dan strategi penguatan pemahaman HKI di kalangan peneliti, khususnya yang bekerja di lembaga penelitian, universitas, dan industri.

 

Jepang selain telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, juga adalah merupakan mitra lama Indonesia di bidang perdagangan maupun kerjasama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu yang menjadi alasan utama Jepang sebagai tujuan kunjungan Tim yang dilaksanakan selama 6 (enam) hari dari tanggal 11 November hingga 17 November 2012 ke beberapa lembaga yang berkaitan dengan HKI di Tokyo Jepang. Adapun lembaga pertama yang dikunjungi adalah Japan Patent Office (JPO). Di lembaga ini, peserta kunjungan memperoleh informasi dan pembelajaran terutama mengenai penguatan kebijakan perlindungan paten, strategi peningkatan HKI di Perguruan Tinggi, kebijakan mengenai optimalisasi konsultan paten/HKI dan upaya JPO dalam mengatasi pelanggaran paten. Dalam kunjungan ini, JPO mempresentasikan berbagai perkembangan dan kemajuan yang telah dicapai Jepang terutama dalam pengembangan sistem paten yang telah memberikan kontribusi yang besar pada perekonomian Jepang.


Kunjungan berikutnya adalah ke Japan Institute of Invention and Innovation (JIII) dan Japan Institute of Promoting Invention and Innovation (JIPII). Lembaga ini didirikan tahun 1904 dan membawahi lembaga-lembaga sejenis di 47 propinsi di Jepang. Pada awalnya lembaga ini hanya JIII saja, tetapi sejak tahun 2012 dipisahkan menjadi 2 (dua), yaitu JIII dan JIPII. JIII dikhususkan pada kegiatan publik, sedangkan JIPII untuk melaksanakan pelatihan yang berkaitan dengan HKI, baik untuk peserta pelatihan dalam negeri maupun luar negeri.


Selain lembaga tersebut, peserta juga malakukan kunjungan kerja ke Tokyo Institute of Technology (TIT), salah satu Perguruan Tinggi terkemuka di Jepang. Dalam kunjungan kerja di perguruan tinggi ini, Tim Kemenristek memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan perkembangan dan kemajuan sentra HKI di Indonesia. Dilanjutkan kemudian dengan presentasi dari Hidemi Takahashi (Director of International Collaboration Division). Informasi yang paling penting diperoleh dari Perguruan Tinggi ini adalah bahwa pemberian royalti ke inventor, telah memberikan pengaruh signifikan bagi kemajuan riset di Perguruan tinggi tersebut. Skema insentif yang diperoleh dari pemerintah Jepang, sepenuhnya menjadi hak Perguruan Tinggi dan tidak ada kewajiban bagi perguruan tinggi untuk mengembalikan sebagian pendapatan yang diperoleh dari hasil komersialisasi menjadi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), hal yang berbeda dengan di Indonesia.

 

Kunjungan terakhir dilakukan ke 2 (dua) industri kecil dan menengah, yaitu Wellthy Corporation dan Asahi Seiko Japan. Pelajaran yang berharga yang diperoleh di Industri Kecil dan Menengah (IKM) ini adalah kesadaran yang tinggi dalam pengelolaan HKI yang dikembangkan terus-menerus, termasuk dengan membentuk divisi khusus untuk mengurusi HKI. Wellthy Corp. yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan air (water treatment) telah menghasilkan 100 lebih HKI sejak 1985, yang sebagian besar merupakan HKI di bidang bisnis yang mereka kembangkan. Demikian juga dengan Asahi Seiko yang salah satu produknya adalah coin selector machine, telah menghasilkan paten yang kemudian diindustrikan dan dipasarkan bukan saja di Jepang, tetapi juga di China dan Amerika Serikat. (ad5-dep2/ humasristek)