Ristek Headline |
Kamis 17 April 2014
 
 
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 11 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
BERITA KEGIATAN RISTEK
Selasa 09 Oktober 2012
Penguatan Kelembagaan Penangkar Benih sebagai Upaya Mempercepat penghiliran Benih Unggul Hasil Litbang
Print PDF Facebook Twitter Email

Tingginya animo masyarakat untuk menggunakan benih unggul padi yang dihasilkan oleh Batan terindentifikasi ketika dilakukan sosialisasi Pendayagunaan Iptek Nuklir non Energi di Tanah Laut, Kalimantan Selatan pada 26 September 2012. Pada acara sosialisasi tersebut, Ruslan selaku Kepala Pusat Diseminasi Iptek Nuklir, Batan, menyampaikan berbagai hasil atau capaian litbang Batan di bidang pertanian, pangan, dan kesehatan. Selanjutnya Sobrizal, selaku peneliti di bidang pemuliaan dari Pusat Aplikasi Teknologi  Isotop dan Radiasi, memaparkan dengan lebih rinci berbagai varietas unggul tanaman pangan seperti padi, kedelai, kacang hijau, dan sorgum yang telah dihasilkan Batan. Asdep Kompetensi Kelembagaan yang diwakili Sahat M. Panggabean menyampaikan perlu adanya suatu lembaga di daerah yang berperan sebagai “jembatan” antara pengembang teknologi dengan penggunanya. Peran ini dapat dilakukan oleh Pemda bersama dengan Perguruan Tinggi.

Acara ini dihadiri oleh Balitbang Provinsi Kalsel, Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Kelompok Tani, dan Dinas Teknis di Jajaran Pemda Tanah Laut. Dari sesi diskusi terungkalihat bahwa sebagian varietas unggul hasil litbang Batan belum dikenal di Kalsel. Namun hal yang menggembirakan adalah ada keinginan dari pemda dan  masyarakat untuk menggunakannya karena produktivitas yang tinggi dan lebih tahan terhadap hama. Untuk melihat lebih jauh bagaimana upaya dan permasalahan dalam menghilirkan benih unggul tersebut, pada siang harinya diadakan pertemuan lanjutan dalam bentuk FGD Penguatan Kelembagaan Penangkar Benih yang dilaksanakan di Kantor Bappeda Tanah Laut yang dihadiri oleh Batan, Kemenristek, Fakultas Pertanian Unlam, PT. Sang Hyang Sri, Pemda Tanah Laut yang terdiri dari Bappeda, Dinas Pertanian, Penyuluh, dan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Pada saat FGD tersebut teridentifikasi  permasalahan yang dihadapi lembaga litbang dalam memperkenalkan sekaligus menghilirkan benih unggul yang dihasilkannya yaitu belum tertatanya kelembagaan penangkar benih di daerah.

Selanjutnya di tingkat petani, permasalahan yang muncul adalah ketersediaan benih unggul tepat waktu musim tanam dan dalam jumlah yang sesuai kebutuhan petani. Pada kesempatan tersebut Sahat M. Panggabean menyampaikan perlunya dibentuk kelembagaan penangkar benih dan untuk itu Bappeda Tanah Laut dapat berperan dalam menfasilitasi pembentukannya. Dinas Pertanian, Penyuluh, dan BPSB menyambut baik usulan tersebut dan akan mengawal pelaksanaannya di lapangan dengan catatan agar disepakati terlebih dahulu jenis benih yang akan ditangkarkan, hal ini terkait erat dengan aspek sosial budaya masyarakat. Misalnya tanaman padi, sebagian daerah menginginkan padi dengan nasi pulen, sedangkan daerah lain menginginkan yang pera. Agar kelembagaan ini segera dapat terwujud dan memainkan perannya, Batan sepakat mengirim benih unggul padi varietas sidenuk yang memiliki rasa pulen untuk ditangkarkan.

Untuk itu Unlam, Penyuluh, dan Dinas Pertanian Tanah Laut menyiapkan kelompok tani penangkar benih yang sesuai untuk varietas sidenuk tersebut, dan mengawal pelaksanaannya di lapangan, sedangkan Kemenristek bersama dengan Bappeda memfasilitasi pelaksanaan ujicoba penangkar benih dimaksud. Kegiatan dan sinergi ini diharapkan dapat menjadi suatu model penguatan kelembagaan penangkar benih di daerah sehingga benih unggul yang dihasilkan lembaga litbang dalam hal ini Batan dapat segara sampai ke pengguna dan yang lebih penting lagi adalah sesuai dengan kebutuhan pasar. (smp, ad3-dep1/ humasristek)



Rabu 16 April 2014
DWP Kemenristek Kunjungi Taman Pintar Yogyakarta
Rabu 16 April 2014
Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi dan Bisnis Inovatif Usia Muda
Senin 14 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon
Selasa 08 April 2014
Sosialisasi dan Pengukuran Technology Readiness Level di Jawa Tengah
Selasa 08 April 2014
Kerjasama Iptek RI-Jerman: Implementasi Iptek untuk Mendukung Pembangunan Nasional
Senin 07 April 2014
Pengukuran TRL di Pusat Unggulan Iptek Kakao
Senin 07 April 2014
ASEAN Persiapkan Diri untuk Mobilitas SDM Iptek
Senin 07 April 2014
Kemenristek Hadiri Rakor BPPD Provinsi Jatim
Kamis 03 April 2014
Kemenristek Dorong Konsorsium Pembangunan Satelit Penginderaan Jauh
Kamis 03 April 2014
Rapat Koordinasi Undang-Undang Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014 Dalam Rangka Penguatan Teknologi Industri
[ Berita lainnya ]