Ristek Headline |
Kamis 02 Juli 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 30 Juni 2015
Pelantikan Dirjen Kemenristekdikti

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

surat

Ristek TV

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Selasa 09 Oktober 2012
Penguatan Kelembagaan Penangkar Benih sebagai Upaya Mempercepat penghiliran Benih Unggul Hasil Litbang
Print PDF Facebook Twitter Email

Tingginya animo masyarakat untuk menggunakan benih unggul padi yang dihasilkan oleh Batan terindentifikasi ketika dilakukan sosialisasi Pendayagunaan Iptek Nuklir non Energi di Tanah Laut, Kalimantan Selatan pada 26 September 2012. Pada acara sosialisasi tersebut, Ruslan selaku Kepala Pusat Diseminasi Iptek Nuklir, Batan, menyampaikan berbagai hasil atau capaian litbang Batan di bidang pertanian, pangan, dan kesehatan. Selanjutnya Sobrizal, selaku peneliti di bidang pemuliaan dari Pusat Aplikasi Teknologi  Isotop dan Radiasi, memaparkan dengan lebih rinci berbagai varietas unggul tanaman pangan seperti padi, kedelai, kacang hijau, dan sorgum yang telah dihasilkan Batan. Asdep Kompetensi Kelembagaan yang diwakili Sahat M. Panggabean menyampaikan perlu adanya suatu lembaga di daerah yang berperan sebagai “jembatan” antara pengembang teknologi dengan penggunanya. Peran ini dapat dilakukan oleh Pemda bersama dengan Perguruan Tinggi.

Acara ini dihadiri oleh Balitbang Provinsi Kalsel, Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Kelompok Tani, dan Dinas Teknis di Jajaran Pemda Tanah Laut. Dari sesi diskusi terungkalihat bahwa sebagian varietas unggul hasil litbang Batan belum dikenal di Kalsel. Namun hal yang menggembirakan adalah ada keinginan dari pemda dan  masyarakat untuk menggunakannya karena produktivitas yang tinggi dan lebih tahan terhadap hama. Untuk melihat lebih jauh bagaimana upaya dan permasalahan dalam menghilirkan benih unggul tersebut, pada siang harinya diadakan pertemuan lanjutan dalam bentuk FGD Penguatan Kelembagaan Penangkar Benih yang dilaksanakan di Kantor Bappeda Tanah Laut yang dihadiri oleh Batan, Kemenristek, Fakultas Pertanian Unlam, PT. Sang Hyang Sri, Pemda Tanah Laut yang terdiri dari Bappeda, Dinas Pertanian, Penyuluh, dan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Pada saat FGD tersebut teridentifikasi  permasalahan yang dihadapi lembaga litbang dalam memperkenalkan sekaligus menghilirkan benih unggul yang dihasilkannya yaitu belum tertatanya kelembagaan penangkar benih di daerah.

Selanjutnya di tingkat petani, permasalahan yang muncul adalah ketersediaan benih unggul tepat waktu musim tanam dan dalam jumlah yang sesuai kebutuhan petani. Pada kesempatan tersebut Sahat M. Panggabean menyampaikan perlunya dibentuk kelembagaan penangkar benih dan untuk itu Bappeda Tanah Laut dapat berperan dalam menfasilitasi pembentukannya. Dinas Pertanian, Penyuluh, dan BPSB menyambut baik usulan tersebut dan akan mengawal pelaksanaannya di lapangan dengan catatan agar disepakati terlebih dahulu jenis benih yang akan ditangkarkan, hal ini terkait erat dengan aspek sosial budaya masyarakat. Misalnya tanaman padi, sebagian daerah menginginkan padi dengan nasi pulen, sedangkan daerah lain menginginkan yang pera. Agar kelembagaan ini segera dapat terwujud dan memainkan perannya, Batan sepakat mengirim benih unggul padi varietas sidenuk yang memiliki rasa pulen untuk ditangkarkan.

Untuk itu Unlam, Penyuluh, dan Dinas Pertanian Tanah Laut menyiapkan kelompok tani penangkar benih yang sesuai untuk varietas sidenuk tersebut, dan mengawal pelaksanaannya di lapangan, sedangkan Kemenristek bersama dengan Bappeda memfasilitasi pelaksanaan ujicoba penangkar benih dimaksud. Kegiatan dan sinergi ini diharapkan dapat menjadi suatu model penguatan kelembagaan penangkar benih di daerah sehingga benih unggul yang dihasilkan lembaga litbang dalam hal ini Batan dapat segara sampai ke pengguna dan yang lebih penting lagi adalah sesuai dengan kebutuhan pasar. (smp, ad3-dep1/ humasristek)



Rabu 01 Juli 2015
Pelantikan Dirjen di Kemenristekdikti
Rabu 17 Juni 2015
Sosialisasi Inkubasi Bisnis Teknologi di Yogyakarta
Selasa 16 Juni 2015
Kesepahaman antara Kemenristekdikti, KemenLHK, dan Kemendikbud
Selasa 16 Juni 2015
Sosialisasi Inkubasi Teknologi di Politeknik Negeri Jember
Senin 15 Juni 2015
Integrasi Sistem Pendidikan dan Sertifikasi Berbasis KKNI
Senin 15 Juni 2015
Menristekdikti Resmikan IHRI
Senin 15 Juni 2015
Menristekdikti Lantik Pejabat Eselon I Kemenristekdikti
Minggu 14 Juni 2015
Menristekdikti Hadiri Diskusi Interaktif di Undana
Sabtu 13 Juni 2015
UMP Akan Menjadi Pusat Unggul Kelapa Kopyor
Sabtu 13 Juni 2015
Wapres RI Buka ISES 2015
[ Berita lainnya ]