Ristek Headline |
Minggu 31 Agustus 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI

CPNS 2014

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 22 Agustus 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Selasa 09 Oktober 2012
Penguatan Kelembagaan Penangkar Benih sebagai Upaya Mempercepat penghiliran Benih Unggul Hasil Litbang
Print PDF Facebook Twitter Email

Tingginya animo masyarakat untuk menggunakan benih unggul padi yang dihasilkan oleh Batan terindentifikasi ketika dilakukan sosialisasi Pendayagunaan Iptek Nuklir non Energi di Tanah Laut, Kalimantan Selatan pada 26 September 2012. Pada acara sosialisasi tersebut, Ruslan selaku Kepala Pusat Diseminasi Iptek Nuklir, Batan, menyampaikan berbagai hasil atau capaian litbang Batan di bidang pertanian, pangan, dan kesehatan. Selanjutnya Sobrizal, selaku peneliti di bidang pemuliaan dari Pusat Aplikasi Teknologi  Isotop dan Radiasi, memaparkan dengan lebih rinci berbagai varietas unggul tanaman pangan seperti padi, kedelai, kacang hijau, dan sorgum yang telah dihasilkan Batan. Asdep Kompetensi Kelembagaan yang diwakili Sahat M. Panggabean menyampaikan perlu adanya suatu lembaga di daerah yang berperan sebagai “jembatan” antara pengembang teknologi dengan penggunanya. Peran ini dapat dilakukan oleh Pemda bersama dengan Perguruan Tinggi.

Acara ini dihadiri oleh Balitbang Provinsi Kalsel, Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Kelompok Tani, dan Dinas Teknis di Jajaran Pemda Tanah Laut. Dari sesi diskusi terungkalihat bahwa sebagian varietas unggul hasil litbang Batan belum dikenal di Kalsel. Namun hal yang menggembirakan adalah ada keinginan dari pemda dan  masyarakat untuk menggunakannya karena produktivitas yang tinggi dan lebih tahan terhadap hama. Untuk melihat lebih jauh bagaimana upaya dan permasalahan dalam menghilirkan benih unggul tersebut, pada siang harinya diadakan pertemuan lanjutan dalam bentuk FGD Penguatan Kelembagaan Penangkar Benih yang dilaksanakan di Kantor Bappeda Tanah Laut yang dihadiri oleh Batan, Kemenristek, Fakultas Pertanian Unlam, PT. Sang Hyang Sri, Pemda Tanah Laut yang terdiri dari Bappeda, Dinas Pertanian, Penyuluh, dan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Pada saat FGD tersebut teridentifikasi  permasalahan yang dihadapi lembaga litbang dalam memperkenalkan sekaligus menghilirkan benih unggul yang dihasilkannya yaitu belum tertatanya kelembagaan penangkar benih di daerah.

Selanjutnya di tingkat petani, permasalahan yang muncul adalah ketersediaan benih unggul tepat waktu musim tanam dan dalam jumlah yang sesuai kebutuhan petani. Pada kesempatan tersebut Sahat M. Panggabean menyampaikan perlunya dibentuk kelembagaan penangkar benih dan untuk itu Bappeda Tanah Laut dapat berperan dalam menfasilitasi pembentukannya. Dinas Pertanian, Penyuluh, dan BPSB menyambut baik usulan tersebut dan akan mengawal pelaksanaannya di lapangan dengan catatan agar disepakati terlebih dahulu jenis benih yang akan ditangkarkan, hal ini terkait erat dengan aspek sosial budaya masyarakat. Misalnya tanaman padi, sebagian daerah menginginkan padi dengan nasi pulen, sedangkan daerah lain menginginkan yang pera. Agar kelembagaan ini segera dapat terwujud dan memainkan perannya, Batan sepakat mengirim benih unggul padi varietas sidenuk yang memiliki rasa pulen untuk ditangkarkan.

Untuk itu Unlam, Penyuluh, dan Dinas Pertanian Tanah Laut menyiapkan kelompok tani penangkar benih yang sesuai untuk varietas sidenuk tersebut, dan mengawal pelaksanaannya di lapangan, sedangkan Kemenristek bersama dengan Bappeda memfasilitasi pelaksanaan ujicoba penangkar benih dimaksud. Kegiatan dan sinergi ini diharapkan dapat menjadi suatu model penguatan kelembagaan penangkar benih di daerah sehingga benih unggul yang dihasilkan lembaga litbang dalam hal ini Batan dapat segara sampai ke pengguna dan yang lebih penting lagi adalah sesuai dengan kebutuhan pasar. (smp, ad3-dep1/ humasristek)



Senin 25 Agustus 2014
ASEAN Berikan Penghargaan pada Pegiat Iptek
Senin 25 Agustus 2014
Menteri Iptek ASEAN Bahas Kebijakan Iptek Tingkat Regional
Jumat 22 Agustus 2014
Kementerian Riset dan Teknologi Hadir di Kalsel Expo 2014
Jumat 22 Agustus 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68
Kamis 21 Agustus 2014
Penaganugerahan Gelar Perekaya Utama Kehormatan
Selasa 19 Agustus 2014
Simposium Nasional Implementasi Hasil Riset Vaksin
Senin 18 Agustus 2014
Inovasi untuk Komunitas ASEAN yang Lebih Baik
Minggu 17 Agustus 2014
Iptek Bagi Pembangunan Nasional
Rabu 13 Agustus 2014
Seminar Sejarah dan Peradaban Medang–Aspek Perkembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Nusantara
Rabu 13 Agustus 2014
Menristek Dapat Pengahargaan Bintang Mahaputra Adipradana
[ Berita lainnya ]