Ristek Headline |
Sunday, April 20, 2014
 
 
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Friday, April 11, 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
BERITA KEGIATAN RISTEK
Wednesday, July 18, 2012
Iptek Voice : Plastik Hijau dari Tapioka Nuklir
Print PDF Facebook Twitter Email

Penggunaan produk plastik sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Pengelolaan limbah plastik sulit dan mahal harganya, sehingga kini menjadi permasalahan lingkungan yang serius. Permasalahan plastik yang sulit terurai menjadi latar belakang penelitian mengenai plastik hijau yang ramah lingkungan dari limbah tapioka.

Ide inovasi plastic ramah lingkungan dari komposit limbah tapioca adalah merekayasa sifat plastic menggunakan teknologi radiasi dari bahan aditif alami agar dapat terurai secara alami. Komposisi produk biji plastik terdiri dari limbah tapioka, polimer hidropobik dan bahan alami lainnya.

Proses pembuatan plastik dari tapioka dibuat dari singkong yang diparut dan diperas. Sisa perasannya berupa onggok itulah limbah tapioka yang dimanfaatkan. Dari limbah tersebut dimanfaatkan untuk bahan plastik. Dari tapioka langsung juga bisa digunakan tetapi harganya akan lebih mahal, dengan menggunakan limbah disamping bisa mengurangi pencemaran lingkungan juga punya nilai jual dan lebih murah biaya produksinya.

Kemudian, dengan teknologi radiasi, onggok tersebut direkayasa. Diberikan paparan sinar gama yang tidak menggunakan katalis kimia dengan intensitas sangat sederhana. Prosesnya sendiri dengan radiasi rendah, sekitar dua jam, kapasitasnya bisa sampai maksimum 1,5 ton. Kemudian dikeringkan, ditambahkan bahan yang mempunyai nilai leleh tinggi supaya bisa dicetak. Proses pengeringan cukup lama karena kadar air cukup tinggi. Suhu yang digunakan akan mempengaruhi struktur bahan yang dihasilkan. Proses ini bisa tiga sampai empat hari. Untuk cetaknya sendiri 1000 produk dalam sehari bisa dihasilkan menggunakan mesin cetak injeksi dan hidrolik.

Produk jadi yang sudah dapat dihasilkan dari plastik ramah lingkungan ini antara lain pot tanaman, piring, cangkir, mug, tatakan gelas, mainan anak-anak, dan lain-lain.

Dengan menggunakan bahan dari tapioca nuklir, bahan plastic dapat terurai sempurna alias hilang.

“Untuk pot dari hasil penelitian kita sebuan sudah bisa terurai. Itu tebalnya sekitar 1 mili. Tapi untuk piring sekitar 4 bulan sepuluh hari tinggal 38% sisa plastiknya. Beberapa industri sudah tertarik bahkan ada yang sudah menandatangani MoU untuk memanfaatkan plastik ramah lingkungan ini,” kata Sudrajat Iskandar, peneliti PATIR BATAN, pada siaran Iptek Voice, 18 Juli 2012. Sudrajat mengharapkan penelitian ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan industri dan masyarakat, nilai ekonomi dan lingkungan dapa terpenuhi.

Sahabat Iptek...simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE setiap Senin sampai Jumat pukul 08.30-09.00 WIB di PRO 4, 92.8 FM .IPTEK VOICE "The Sound of Science". (bhh/aps/humasristek)



Wednesday, April 16, 2014
DWP Kemenristek Kunjungi Taman Pintar Yogyakarta
Wednesday, April 16, 2014
Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi dan Bisnis Inovatif Usia Muda
Monday, April 14, 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon
Tuesday, April 8, 2014
Sosialisasi dan Pengukuran Technology Readiness Level di Jawa Tengah
Tuesday, April 8, 2014
Kerjasama Iptek RI-Jerman: Implementasi Iptek untuk Mendukung Pembangunan Nasional
Monday, April 7, 2014
Pengukuran TRL di Pusat Unggulan Iptek Kakao
Monday, April 7, 2014
ASEAN Persiapkan Diri untuk Mobilitas SDM Iptek
Monday, April 7, 2014
Kemenristek Hadiri Rakor BPPD Provinsi Jatim
Thursday, April 3, 2014
Kemenristek Dorong Konsorsium Pembangunan Satelit Penginderaan Jauh
Thursday, April 3, 2014
Rapat Koordinasi Undang-Undang Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014 Dalam Rangka Penguatan Teknologi Industri
[ Berita lainnya ]