Ristek Headline |
Kamis 31 Juli 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 16 Juli 2014
Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Asdep Jaringan Penyedia Dengan Pengguna dan Menristek

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Kamis 05 Juli 2012
Supervisi Kegiatan Pengembangan Pusat Unggulan Iptek
Print PDF Facebook Twitter Email

Dalam upaya memberikan jaminan bahwa pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan lembaga litbang yang dikembangkan menjadi Pusat unggulan Iptek dapat berjalan dengan efektif, efisien, serta sesuai dengan persyaratan dan kriteria yang telah ditetapkan, Kementerian Riset dan Teknologi memandang perlu untuk melakukan pengawalan (pengawasan dan pengendalian) terhadap substansi kegiatan melalui kegiatan supervisi. Kegiatan ini dilakukan oleh Tim Supervisi yang merupakan tim independen yang dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi Nomor 138/M/Kp/V/2012 tentang Pembentukan Tim Pengarah, Tim Pelaksana, Tim Supervisi, Tim Monev, dan Sekretariat Program Pengembangan Pusat Unggulan Iptek Kementerian Riset dan Teknologi pada Tahun Anggaran 2012.

 

Menurut Koordinator Kegiatan Pengembangan Pusat Unggulan Iptek, Yohan, supervisi terhadap pelaksanaan kegiatan pengembangan Pusat Unggulan Iptek dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

 

  1. Kecocokan pelaksanaan kegiatan dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran yang tertera pada rencana strategis kegiatan atau masterplan pengembangan Pusat Unggulan Iptek yang telah ditetapkan.
  2. Prosedur pelaksanaan kegiatan.
  3. Laporan dan tindak lanjut audit internal yang telah dilakukan oleh lembaga litbang.
  4. Tindak lanjut hasil pengkajian manajemen sebelumnya.
  5. Faktor-faktor lainnya, seperti kegiatan pengendalian mutu, sumberdaya dan pelatihan staf, dan lain-lain.

 

Supervisi merupakan kegiatan yang dilakukan secara berkala, sedikitnya 1 kali dalam tiga bulan. Supervisi yang dilakukan dari tanggal 11-15 Juni 2012 tersebut merupakan kegiatan untuk kali kedua dalam tahun 2012. Lembaga-lembaga litbang yang disupervisi adalah lembaga-lembaga litbang yang telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi Nomor 244/M/Kp/IX/2011 tentang Penetapan Lembaga Penelitian dan Pengembangan yang Akan Dikembangkan Menjadi Pusat Unggulan Iptek untuk Dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012, yaitu Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan (pelaksanaan supervisi tanggal 15 Juni 2012), Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga (LPT Unair) Surabaya (pelaksanaan supervisi tanggal 11 Juni 2012), Pusat Kajian Hortikultura Tropika Institut Pertanian Bogor ((PKHT IPB) Bogor (pelaksanaan supervisi tanggal 13 Juni 2012),  dan Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Sub Optimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya Palembang (pelaksanaan supervisi tanggal 12 Juni 2012).

 

Beberapa catatan yang disampaikan Tim Supervisi adalah sebagai berikut: PPKS Medan diminta untuk meningkatkan jumlah peneliti kelapa sawit di bagian hilir dan perlu adanya peningkatan publikasi hasil penelitian pada jurnal-jurnal baik nasional terakreditasi maupun jurnal internasional. LPT Unair Surabaya diminta untuk segera membenahi manajemen lembaga agar bisa mempercepat proses akreditasi KNAPPP dan perlu dilakukan benchmarking dengan lembaga sejenis yang melakukan riset penyakit tropis di Negara lain. PKHT IPB Bogor diminta untuk membentuk lembaga nonteknis yang bertugas memasarkan produk-produk PKHT ke supermarket besar. Di samping itu PKHT IPB diminta untuk lebih meningkatkan riset yang terkait dengan sayuran agar Bogor secepatnya bisa dijadikan sebagai kota percontohan konsumsi hortikultura lokal. Sedangkan PUR-PLSO Palembang diminta untuk meningkatkan koordinasi dalam rangka sinergi program dan kegiatan dengan di antara anggota konsorsium. Dalam rangka keberlanjutan, PUR-PLSO diminta untuk menentukan lembaga litbang di Universitas Sriwijaya yang akan dikembangkan  menjadi Pusat Unggulan Iptek.

 

Melalui kegiatan supervisi kedua ini semua lembaga-lembaga litbang yang dikembangkan menjadi Pusat Unggulan Iptek dapat merasakan manfaat yang positif, setidaknya adanya perhatian bahwa lembaga-lembaga ini tidak sendirian dalam mengembangkan lembaganya menjadi Pusat Unggulan Iptek. (yo, ad3-dep1/ humasristek)



Kamis 17 Juli 2014
Menristek Resmikan Workshop Fasilitas Pilot Plant Riset Baterai Lithium
Senin 14 Juli 2014
Menristek Hadiri Peresmian RS Pusat Otak Nasional
Selasa 08 Juli 2014
Sinkronisasi Kebijakan, Program dan Pendanaan Iptek 2015-2019
Senin 07 Juli 2014
Buka Puasa Bersama : Mari Kita Tingkatkan Keimanan dan Pengabdian Kita
Senin 07 Juli 2014
DWP Kemenristek Serahkan Santunan Pendidikan
Jumat 04 Juli 2014
Pengembangan Teknologi Transportasi Multiguna Pedesaan Hasil Konsorsium Riset
Jumat 04 Juli 2014
Peresmian Bio Center Plant dan Ground Breaking Unit Produksi Enzim PT Petrosida Gresik
Kamis 03 Juli 2014
Pengembangan Industri Perdesaan Berbasis Sumber Daya dan Produk Lokal Ternak Ruminansia Kecil dalam Wadah Konsorsium
Selasa 01 Juli 2014
Kemenristek Dorong Penguatan Jaringan Riset dalam Pengembangan Energi Alternatif di Kota Surakarta
Selasa 01 Juli 2014
Indonesia - Iran: Dua Negara Islam Bersahabat yang Berkomitmen untuk Melaksanakan Penelitian dan Produksi Iptek Bersama
[ Berita lainnya ]