Ristek Headline |
Sabtu 01 November 2014
 
 

IQE

CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 28 Oktober 2014
Selamat Datang Pak Nasir

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 04 Juni 2012
Teknologi Smart Micro Grid Di Sumba Barat Daya
Print PDF Facebook Twitter Email

Satu lagi teknologi dalam negeri mampu diciptakan anak bangsa. Teknologi pembangkit listrik Plant Smart Micro Grid telah diresmikan Menteri Negara Riset dan Teknologi, Sabtu, 3 Juni 2012, untuk digunakan sebagai sumber listrik bagi daerah Sumba Barat Daya, NTT.

Plant Smart Micro Grid  merupakan pembangkit listrik tenaga surya skala besar dengan smart micro grid controller yang menghasilkan energi listrik sebesar 500 Kwh. Smart micro grid yang dirancang oleh BPPT untuk mengendalikan PLTS dan pembangkit listrik lainnya ini hampir 100% buatan dalam negeri. Dan menurut Kepala BPPT, Marzan A Iskandar merupakan salah satu yang pertama yang berskala besar beropreasi di daerah.

Teknologi Smart grid  mengintegrasikan energi surya, mikro hidro, dan pembangkit diesel.  Kholid Akhmar, perekayasa fotovoltaik BPPT mengatakan teknologi ini nantinya apabila maksimal dapat melistriki sampai 1000 rumah dengan daya 500watt per rumah.

Plant Smart Micro Grid Sumba berada di Desa Billa Cenge, Sumba Barat Daya,  yang mengintegrasikan pembangkit surya berkapasitas 500 kWp ke dalam sistem jaringan 20kV milik PLN.

Smart Micro Grid ini dibangun di lahan seluas 2 hektar dan yang terbesar dan yang pertama kali terhubung dengan jaringan listrik milik PLN di Indonesia. Smart Micro Grid menambah kapasitas jaringan listrik 20kV PLN di Sumba bagian barat dimana beban listrik di pulau Sumba selama ini didominasi oleh penggunaan pembangkit Diesel. 

Komponen instalasi proyek ini terdiri dari perangkat fotovoltaic berkapasitas 500kW, perangkat penyimpanan listrik (storage) berkapasitas 500kWh/hari dan pusat kontrol jarak jauh (remote terminal unit) distribusi listrik jaringan PLN.
Pusat kontrol memiliki fungsi untuk memantau naik turunnya keluaran daya PLTS dan pasokan listrik dari sumber lain di Sumba bagian barat untuk mempertahankan kestabilan jaringan listrik.
Sementara itu, storage digunakan untuk menyimpan kelebihan listrik yang dihasilkan PLTS pada siang hari sehingga dapat dipakai untuk memasok kebutuhkan listrik pada malam harinya.

Panel-panel untuk menangkap dan menyimpan panas matahari ini di bangun di atas lahan seluas hampir dua hektar sehingga menjadikan pembangkit listrik dengan sistem ini merupakan yang terbesar di Indonesia saat ini.

Pengendalian smart grid Sumba dilakukan oleh master controller yang terpasang di Bila Cenge bersama slave controller atau remote terminal unit (RTU) yang terpasang di setiap subsistem pembangkit. Komunikasi data antara master kontroller dengan seluruh slave kontroller dilakukan melalui bantuan satelit VSAT. Setiap RTU atau slave kontroller dilengkapi dengan sensor-sensor yang digunakan untuk membaca parameter kelistrikan disetiap pembangkit serta jaringan, seperti tegangan, arus serta frekuensi.

Kepala BPPT, Marzan A Iskandar juga mengatakan teknologi smart grid ini merupakan pendekatan baru untuk mengoperasikan sistem tenaga listrik yang memanfaatkan teknologi komunikasi, komputer, dan siber dalam menyalurkan energi listrik di masa datang.

“Dengan peresmian proyek Smart Grid di Sumba Barat Daya ini, diharapkan akan banyak daerah lain terutama yang sulit dalam pasokan energi dapat memanfaatkan teknologi dan sistem ini. Selain itu akan semakin tumbuh dan berkembangnya industri fotovoltaik yang pada akhirnya akan menekan harga dari teknologi yang saat ini masih cukup mahal dan impor,” ujar Marzan.

Penggunaan smart grid dapat memberi keuntungan yang besar dikarenakan jumlah pembangkit terbarukan dan unit penyimpan yang terdistribusi dan terintegrasi meningkat, efisiensi meningkat, biaya operasional menurun, keandalan meningkat dan emisi karbondioksida (CO2) menurun.

Hal ini senada dengan yang apa disampaikan Menegristek bahwa energi ini merupakan energi hijau yang ramah lingkungan.

Guna mengoptimalkan suplai daya listrik dari seluruh pembangkit listrik yang terdapat di sumba bagian barat dan yang terhubung dengan jaringan 20kV ke beban, seluruh pembangkit dilengkapi perangkat RTU (Remote Terminal Unit) yang berfungsi memonitor parameter kelistrikan setiap pembangkit, mengendalikan dan mengirimkan data ke pusat pengendali. (aps/humasristek)



Rabu 29 Oktober 2014
Kunjungan Menristekdikti ke LIPI
Selasa 28 Oktober 2014
Menristek Dikti Hadiri Pelantikan Ketua dan Wakil Ketua BPK
Selasa 28 Oktober 2014
Selamat Datang Pak Nasir
Selasa 28 Oktober 2014
Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-86
Jumat 24 Oktober 2014
Rapat Koordinasi tentang Implementasi Permenperin No. 69 Tahun 2014 dalam TKDN Pengembangan (R&D)
Selasa 21 Oktober 2014
Perpisahan Menristek : Kita Harus Bertransformasi Melakukan Perubahan
Senin 20 Oktober 2014
Seminar Nasional Teknologi Sistem Pemantauan dan Pengawasan Batubara di Indonesia
Kamis 16 Oktober 2014
Rapat Kerja PP-IPTEK 2014: Peran Strategis PP-IPTEK Dalam Mewujudkan SDM Iptek yang Berdaya Saing
Kamis 16 Oktober 2014
RISET-PRO Targetkan Cetak Doktor Handal
Kamis 16 Oktober 2014
Workshop Inkubasi Bisnis Teknologi
[ Berita lainnya ]