Ristek Headline |
Kamis 24 Juli 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 16 Juli 2014
Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Asdep Jaringan Penyedia Dengan Pengguna dan Menristek

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 04 Juni 2012
Teknologi Smart Micro Grid Di Sumba Barat Daya
Print PDF Facebook Twitter Email

Satu lagi teknologi dalam negeri mampu diciptakan anak bangsa. Teknologi pembangkit listrik Plant Smart Micro Grid telah diresmikan Menteri Negara Riset dan Teknologi, Sabtu, 3 Juni 2012, untuk digunakan sebagai sumber listrik bagi daerah Sumba Barat Daya, NTT.

Plant Smart Micro Grid  merupakan pembangkit listrik tenaga surya skala besar dengan smart micro grid controller yang menghasilkan energi listrik sebesar 500 Kwh. Smart micro grid yang dirancang oleh BPPT untuk mengendalikan PLTS dan pembangkit listrik lainnya ini hampir 100% buatan dalam negeri. Dan menurut Kepala BPPT, Marzan A Iskandar merupakan salah satu yang pertama yang berskala besar beropreasi di daerah.

Teknologi Smart grid  mengintegrasikan energi surya, mikro hidro, dan pembangkit diesel.  Kholid Akhmar, perekayasa fotovoltaik BPPT mengatakan teknologi ini nantinya apabila maksimal dapat melistriki sampai 1000 rumah dengan daya 500watt per rumah.

Plant Smart Micro Grid Sumba berada di Desa Billa Cenge, Sumba Barat Daya,  yang mengintegrasikan pembangkit surya berkapasitas 500 kWp ke dalam sistem jaringan 20kV milik PLN.

Smart Micro Grid ini dibangun di lahan seluas 2 hektar dan yang terbesar dan yang pertama kali terhubung dengan jaringan listrik milik PLN di Indonesia. Smart Micro Grid menambah kapasitas jaringan listrik 20kV PLN di Sumba bagian barat dimana beban listrik di pulau Sumba selama ini didominasi oleh penggunaan pembangkit Diesel. 

Komponen instalasi proyek ini terdiri dari perangkat fotovoltaic berkapasitas 500kW, perangkat penyimpanan listrik (storage) berkapasitas 500kWh/hari dan pusat kontrol jarak jauh (remote terminal unit) distribusi listrik jaringan PLN.
Pusat kontrol memiliki fungsi untuk memantau naik turunnya keluaran daya PLTS dan pasokan listrik dari sumber lain di Sumba bagian barat untuk mempertahankan kestabilan jaringan listrik.
Sementara itu, storage digunakan untuk menyimpan kelebihan listrik yang dihasilkan PLTS pada siang hari sehingga dapat dipakai untuk memasok kebutuhkan listrik pada malam harinya.

Panel-panel untuk menangkap dan menyimpan panas matahari ini di bangun di atas lahan seluas hampir dua hektar sehingga menjadikan pembangkit listrik dengan sistem ini merupakan yang terbesar di Indonesia saat ini.

Pengendalian smart grid Sumba dilakukan oleh master controller yang terpasang di Bila Cenge bersama slave controller atau remote terminal unit (RTU) yang terpasang di setiap subsistem pembangkit. Komunikasi data antara master kontroller dengan seluruh slave kontroller dilakukan melalui bantuan satelit VSAT. Setiap RTU atau slave kontroller dilengkapi dengan sensor-sensor yang digunakan untuk membaca parameter kelistrikan disetiap pembangkit serta jaringan, seperti tegangan, arus serta frekuensi.

Kepala BPPT, Marzan A Iskandar juga mengatakan teknologi smart grid ini merupakan pendekatan baru untuk mengoperasikan sistem tenaga listrik yang memanfaatkan teknologi komunikasi, komputer, dan siber dalam menyalurkan energi listrik di masa datang.

“Dengan peresmian proyek Smart Grid di Sumba Barat Daya ini, diharapkan akan banyak daerah lain terutama yang sulit dalam pasokan energi dapat memanfaatkan teknologi dan sistem ini. Selain itu akan semakin tumbuh dan berkembangnya industri fotovoltaik yang pada akhirnya akan menekan harga dari teknologi yang saat ini masih cukup mahal dan impor,” ujar Marzan.

Penggunaan smart grid dapat memberi keuntungan yang besar dikarenakan jumlah pembangkit terbarukan dan unit penyimpan yang terdistribusi dan terintegrasi meningkat, efisiensi meningkat, biaya operasional menurun, keandalan meningkat dan emisi karbondioksida (CO2) menurun.

Hal ini senada dengan yang apa disampaikan Menegristek bahwa energi ini merupakan energi hijau yang ramah lingkungan.

Guna mengoptimalkan suplai daya listrik dari seluruh pembangkit listrik yang terdapat di sumba bagian barat dan yang terhubung dengan jaringan 20kV ke beban, seluruh pembangkit dilengkapi perangkat RTU (Remote Terminal Unit) yang berfungsi memonitor parameter kelistrikan setiap pembangkit, mengendalikan dan mengirimkan data ke pusat pengendali. (aps/humasristek)



Kamis 17 Juli 2014
Menristek Resmikan Workshop Fasilitas Pilot Plant Riset Baterai Lithium
Senin 14 Juli 2014
Menristek Hadiri Peresmian RS Pusat Otak Nasional
Selasa 08 Juli 2014
Sinkronisasi Kebijakan, Program dan Pendanaan Iptek 2015-2019
Senin 07 Juli 2014
Buka Puasa Bersama : Mari Kita Tingkatkan Keimanan dan Pengabdian Kita
Senin 07 Juli 2014
DWP Kemenristek Serahkan Santunan Pendidikan
Jumat 04 Juli 2014
Pengembangan Teknologi Transportasi Multiguna Pedesaan Hasil Konsorsium Riset
Jumat 04 Juli 2014
Peresmian Bio Center Plant dan Ground Breaking Unit Produksi Enzim PT Petrosida Gresik
Kamis 03 Juli 2014
Pengembangan Industri Perdesaan Berbasis Sumber Daya dan Produk Lokal Ternak Ruminansia Kecil dalam Wadah Konsorsium
Selasa 01 Juli 2014
Kemenristek Dorong Penguatan Jaringan Riset dalam Pengembangan Energi Alternatif di Kota Surakarta
Selasa 01 Juli 2014
Indonesia - Iran: Dua Negara Islam Bersahabat yang Berkomitmen untuk Melaksanakan Penelitian dan Produksi Iptek Bersama
[ Berita lainnya ]