Ristek Headline |
Friday, April 18, 2014
 
 
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Friday, April 11, 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
BERITA KEGIATAN RISTEK
Monday, June 4, 2012
Teknologi Smart Micro Grid Di Sumba Barat Daya
Print PDF Facebook Twitter Email

Satu lagi teknologi dalam negeri mampu diciptakan anak bangsa. Teknologi pembangkit listrik Plant Smart Micro Grid telah diresmikan Menteri Negara Riset dan Teknologi, Sabtu, 3 Juni 2012, untuk digunakan sebagai sumber listrik bagi daerah Sumba Barat Daya, NTT.

Plant Smart Micro Grid  merupakan pembangkit listrik tenaga surya skala besar dengan smart micro grid controller yang menghasilkan energi listrik sebesar 500 Kwh. Smart micro grid yang dirancang oleh BPPT untuk mengendalikan PLTS dan pembangkit listrik lainnya ini hampir 100% buatan dalam negeri. Dan menurut Kepala BPPT, Marzan A Iskandar merupakan salah satu yang pertama yang berskala besar beropreasi di daerah.

Teknologi Smart grid  mengintegrasikan energi surya, mikro hidro, dan pembangkit diesel.  Kholid Akhmar, perekayasa fotovoltaik BPPT mengatakan teknologi ini nantinya apabila maksimal dapat melistriki sampai 1000 rumah dengan daya 500watt per rumah.

Plant Smart Micro Grid Sumba berada di Desa Billa Cenge, Sumba Barat Daya,  yang mengintegrasikan pembangkit surya berkapasitas 500 kWp ke dalam sistem jaringan 20kV milik PLN.

Smart Micro Grid ini dibangun di lahan seluas 2 hektar dan yang terbesar dan yang pertama kali terhubung dengan jaringan listrik milik PLN di Indonesia. Smart Micro Grid menambah kapasitas jaringan listrik 20kV PLN di Sumba bagian barat dimana beban listrik di pulau Sumba selama ini didominasi oleh penggunaan pembangkit Diesel. 

Komponen instalasi proyek ini terdiri dari perangkat fotovoltaic berkapasitas 500kW, perangkat penyimpanan listrik (storage) berkapasitas 500kWh/hari dan pusat kontrol jarak jauh (remote terminal unit) distribusi listrik jaringan PLN.
Pusat kontrol memiliki fungsi untuk memantau naik turunnya keluaran daya PLTS dan pasokan listrik dari sumber lain di Sumba bagian barat untuk mempertahankan kestabilan jaringan listrik.
Sementara itu, storage digunakan untuk menyimpan kelebihan listrik yang dihasilkan PLTS pada siang hari sehingga dapat dipakai untuk memasok kebutuhkan listrik pada malam harinya.

Panel-panel untuk menangkap dan menyimpan panas matahari ini di bangun di atas lahan seluas hampir dua hektar sehingga menjadikan pembangkit listrik dengan sistem ini merupakan yang terbesar di Indonesia saat ini.

Pengendalian smart grid Sumba dilakukan oleh master controller yang terpasang di Bila Cenge bersama slave controller atau remote terminal unit (RTU) yang terpasang di setiap subsistem pembangkit. Komunikasi data antara master kontroller dengan seluruh slave kontroller dilakukan melalui bantuan satelit VSAT. Setiap RTU atau slave kontroller dilengkapi dengan sensor-sensor yang digunakan untuk membaca parameter kelistrikan disetiap pembangkit serta jaringan, seperti tegangan, arus serta frekuensi.

Kepala BPPT, Marzan A Iskandar juga mengatakan teknologi smart grid ini merupakan pendekatan baru untuk mengoperasikan sistem tenaga listrik yang memanfaatkan teknologi komunikasi, komputer, dan siber dalam menyalurkan energi listrik di masa datang.

“Dengan peresmian proyek Smart Grid di Sumba Barat Daya ini, diharapkan akan banyak daerah lain terutama yang sulit dalam pasokan energi dapat memanfaatkan teknologi dan sistem ini. Selain itu akan semakin tumbuh dan berkembangnya industri fotovoltaik yang pada akhirnya akan menekan harga dari teknologi yang saat ini masih cukup mahal dan impor,” ujar Marzan.

Penggunaan smart grid dapat memberi keuntungan yang besar dikarenakan jumlah pembangkit terbarukan dan unit penyimpan yang terdistribusi dan terintegrasi meningkat, efisiensi meningkat, biaya operasional menurun, keandalan meningkat dan emisi karbondioksida (CO2) menurun.

Hal ini senada dengan yang apa disampaikan Menegristek bahwa energi ini merupakan energi hijau yang ramah lingkungan.

Guna mengoptimalkan suplai daya listrik dari seluruh pembangkit listrik yang terdapat di sumba bagian barat dan yang terhubung dengan jaringan 20kV ke beban, seluruh pembangkit dilengkapi perangkat RTU (Remote Terminal Unit) yang berfungsi memonitor parameter kelistrikan setiap pembangkit, mengendalikan dan mengirimkan data ke pusat pengendali. (aps/humasristek)



Wednesday, April 16, 2014
DWP Kemenristek Kunjungi Taman Pintar Yogyakarta
Wednesday, April 16, 2014
Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi dan Bisnis Inovatif Usia Muda
Monday, April 14, 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon
Tuesday, April 8, 2014
Sosialisasi dan Pengukuran Technology Readiness Level di Jawa Tengah
Tuesday, April 8, 2014
Kerjasama Iptek RI-Jerman: Implementasi Iptek untuk Mendukung Pembangunan Nasional
Monday, April 7, 2014
Pengukuran TRL di Pusat Unggulan Iptek Kakao
Monday, April 7, 2014
ASEAN Persiapkan Diri untuk Mobilitas SDM Iptek
Monday, April 7, 2014
Kemenristek Hadiri Rakor BPPD Provinsi Jatim
Thursday, April 3, 2014
Kemenristek Dorong Konsorsium Pembangunan Satelit Penginderaan Jauh
Thursday, April 3, 2014
Rapat Koordinasi Undang-Undang Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014 Dalam Rangka Penguatan Teknologi Industri
[ Berita lainnya ]