Ristek Headline |
Jumat 19 Desember 2014
 
 

CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Senin 15 Desember 2014
Peringatan Hari Nusantara 2014

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Rabu 18 April 2012
Perijinan Peneliti Asing: Menilik Penelitian Asing di Sulawesi Tengah
Print PDF Facebook Twitter Email


Berbagai peneliti asing mempelajari hubungan antara kesehatan tanaman kakao dengan ekologi hama semut, burung dan kelelawar dalam kaitannya dengan lanskap hutan alam di perkebunan tanaman kakao di desa Wuasa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Bermacam macam sampel daun dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda akibat serangan hama, dianalisa dan dikorelasikan dengan analisa kandungan nutrisi sampel semut di lokasi.


 “Ada kontrol alamiah secara biologis yang dilakukan oleh kutu putih di sarang-sarang semut di pohon-pohon kakao, sehingga populasi semut tidak sampai berlebihan dan mengganggu tanaman kakao”, papar Pierre Gras, peneliti dari Albrech von Haller Institute of Plant Sciences, Jerman pada kesempatan kunjungan lapangan, sebagai rangkaian monitoring kegiatan perijinan litbang asing pada 15 April 2012 yang dilakukan oleh Tim Koordinasi Pemberian Izin Penelitian Asing (TKPIPA) dan Sekretariat TKPIPA Kemenristek.


Dalam penelitian lapangannya di Desa Wuasa, Lore Utara Kab. Poso, Pierre mendalami interaksi beberapa satwa malam (nocturna) seperti kelelawar, laba-laba dengan binatang predator dan serangga arthopoda dan herbivora di malam hari. Sedangkan di siang hari interaksi yang diteliti adalah antara burung, semut dan kutu putih pada tanaman kakao. Pierre berhasil mengungkap beberapa factor yang mempengaruhi kegiatan predator antara lain adalah: 1) jarak perkebunan kakao dengan hutan primer; 2) ketersediaan naungan pohon lainnya; 3) suhu udara; 4) kelembaban; 5) kelimpahan kelopak/ polong kakao; dan 6) komunitas semut”, lanjut Pierre.


Disisi lain, Yasmin Abou Rajab dari Dept. of Botany, University of Hohenheim meneliti kompetisi terhadap sumber air dan biomasa akar terhadap tingkat produktifitas tanaman kakao. “Penelitian tersebut bertujuan menetapkan kandungan biomassa yang ideal bagi tanaman kakao, distribusi mineral oleh akar-akar tanaman secara vertical, dan produktifitas akar bawah tanah dan bagian atas tanaman”, ujar Yasmin.


Isaline Mercerat, seorang mahasiswi S2 dari Institute for Systematic Botany, Zurich University, Swiss di kawasan yang sama, meneliti domestikasi berbagai tanaman sehingga menjadi tanaman kebun di halaman rumah penduduk. Ia juga mengidentifikasi berbagai keanekaragaman tanaman yang telah dibudidayakan oleh pendudukan asli Sulteng dan penduduk transmigran dari pulau Jawa. Keanekaragaman tanaman budidaya yang diteliti meliputi tanaman di pekarangan rumah dan di persawahan dan lading”,jelas Isaline.


Peneliti yang bermitra kerja dengan Purwanto, profesor riset yg juga Peneliti Senior, Puslit Biologi LIPI ini, menemukan bahwa keragaman tanaman yang ditanam oleh penduduk transmigran asal P. Jawa ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk asli Sulteng”,ujarnya.


Disamping ketiga peneliti di atas, masih ada empat peneliti asing  lainnya dengan topik terkait agroforestry dan ekologi. Aiyen Tjoa, Henry Barus, dan Hafsah dari Fakultas Pertanian Universitas Tadulako selaku mitra kerja penelit asing tersebut dan telah memfasilitasi serta senantiasa memandu acara kunjungan monitoring ke lapangan”, papar wakil Untad.


Sebagai ujung rangkaian kunjungan dilakukan Sosialisasi Perizinan Penelitian Asing pada tanggal 16 April 2012 di Ruang Sidang Rektorat, Kampus Universitas Tadulako, Palu yang dihadiri oleh para peneliti asing yang sedang melakukan penelitian di lokasi sekitar Sulawesi Tengah, para stakeholder  di daerah terkait perijinan  peneliti asing juga para peneliti dan pihak2 mitra terkait lainnya. Sosialisasi  dibuka oleh Rektor Untad, Mohammad Basir.


Dalam laporannya, Wardah, Ketua Center for Tropical Forest Margin – UNTAD menyatakan pentingnya izin penelitian bagi orang asing guna mengontrol kegiatan litbang dan melindungi keanekaragaman hayati dan kekayaan alam lainnya. Sedangkan Rektor UNTAD Mohammad Basir menekankan pentingnya meningkatkan koordinasi antar instansi dalam pemberian izin penelitian asing.


Pengantar dari Kementerian Riset dan Teknologi disampaikan oleh Lukman Shalahuddin, Kabag Administrasi Perizinan Penelitian, yang sekaligus sebagai paparan latar belakang dilakukannya sosialisasi dan monev kegiatan peneliti Asing .


Dalam sambutannya, Lukman menjelaskan keterkaitan antar Kedaulatan Indonesia, pembangunan Nasional, dengan kebijakan Iptek nasional. “Potensi kekayaan alam termasuk keanekaragaman hayati menjadi daya tarik yang besar di mata peneliti asing. Maka perlu sinkronisasi antara Isu-isu global dan kerjasama internasional serta perlindungan terhadap SDA. Oleh karena itu, sesuai dengan amanat pasal 17 UU no. 18/ 2002, Pemerintah bertanggung jawab untuk memfasilitasi dan mengatur kerjasama iptek internasional yang di dalamnya termasuk juga kerjasama penelitian antarnegara,” papar Lukman.


Topik peneliti asing di Sulteng saat ini  banyak terkait dengan agroforestry, ekologi, dan perkebunan kakao. Hal ini sudah sesuai dengan MP3EI, dan terdapat peluang untuk pengembangan kerjasama riset Internasional di bidang perikanan dan kelautan”, ucap Lukman diakhir sambutannya.


Paparan Mekanisme Perizinan disampaikan oleh Sri Wahyono, Kasubag Administrasi Perizinan Penelitian Asing yang berlandaskan pada PP 41 tahun 2006 yang di jabarkan dalam buku panduan.


Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, peserta dari Karantina Pertanian menanyakan hal hal terkait Material Transfer Agreement (MTA) dan persyaratan bahwa sampel dapat dibawa keluar Indonesia. Sedangkan Kepala Kantor Imigrasi Palu yang juga hadir pada acara tersebut, menghimbau agar seluruh peneliti asing yang akan melakukan penelitian di Sulteng agar melapor dan mengurus izin Tinggalnya di Kanim Palu.


Balitbangda Provinsi Sulteng dengan tegas menyatakan tidak mengetahui tentang kegiatan penelitian asing, padahal tupoksinya adalah koordinasi di bidang penelitian”,tandasnya. Menjawab  hal itu,  Wahyono menjelaskan bahwa dari 32 provinsi baru 18 provinsi yang memiliki Balitbangda termasuk Sulteng. Salah satu tupoksi Ristek adalah melakukan koordinasi dan pembinaan terhadap lembaga litbang seperti Balitbangda yang masih memiliki banyak keterbatasan infrastruktur maupun SDM.


Lukman juga menjelaskan bahwa “mengikuti peraturan yang ada saat ini, perizinan penelitian asing tidak mengatur pelaporan kepada Balitbangda. Namun jika Pemda berinisiatif untuk mengkoordinir hal itu dengan Balitbangda, dipersilahkan bersepakat dan menyusun SOP nya seperti yang telah dilakukan oleh Pemda Prov. Sumsel dimana Balitbangnov telah diberi tugas untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan litbang di provinsi itu”, jelasnya.


Masih dalam sesi diskusi, Norman dari Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) mengingatkan kewajiban para peneliti asing untuk memberikan presentasi dan menyerahkan laporan hasil penelitiannya di kawasan konservasi yang menjadi wewenangnya tersebut. Ia juga menyinggung manfaat kehadiran penelitia asing di kawasan tersebut, mengingat tidak ada kegiatan pendampingan yang melibatkan staf Taman Nasional.


“Jika hal tersebut memang telah menjadi aturan resmi Taman Nasional, Ristek sangat mendukung. Hal ini sesuai ketentuan tentang kewajiban peneliti asing”, Wahyono menjelaskan.


Aiyen yang bertindak selaku mitra kerja juga mengklarifikasi bahwa pihaknya telah beberapa kali memberikan laporan hasil penelitian ke pihak BBTNLL namun pelibatan staf BBTNLL sebagai pendamping agak sulit diakomodasikan mengingat keterbatasan dana riset”, kilah Aiyen.


Kegiatan monev selanjutnya diteruskan dengan mengunjungi Lab CTFM UNTAD yang merupakan warisan kerjasama antar UNTAD – IPB dan Gotingen Universitet. Seluruh lab dan isinya beserta 9 kendaraan telah dihibahkan dan menjadi milik UNTAD (ls/bhh/ humasristek).



Kamis 18 Desember 2014
Menristekdikti Hadiri Musrenbangnas
Rabu 17 Desember 2014
Teknologi Spasial Open Platform untuk Kota Pekalongan
Selasa 16 Desember 2014
Menristekdikti Serahkan Penghargaan Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2014
Selasa 16 Desember 2014
Penganugerahan Pusat Unggulan Iptek 2014
Senin 15 Desember 2014
Presiden RI Joko Widodo Hadiri Puncak Peringatan Hari Nusantara 2014
Senin 15 Desember 2014
Menristekdikti Resmikan Desa Inovasi Nelayan
Jumat 12 Desember 2014
Usulan Perubahan Keempat pada Perpres 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Kamis 11 Desember 2014
Sarasehan Nasional ‘Peran Teknologi Nuklir di Bidang Pangan dan Energi untuk Kesejahteraan Masyarakat’
Rabu 10 Desember 2014
Dialog Nasional: Kontribusi Strategis Iptek untuk Poros Maritim Dunia
Rabu 10 Desember 2014
Seminar Tentang Keantariksaan Nasional
[ Berita lainnya ]