Ristek Headline |
Jumat 22 Agustus 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 12 Agustus 2014
Penutupan RITECH EXPO 2014

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Kamis 12 April 2012
Kemenristek Dukung Kawasan Teknopolitan di Pelalawan Koridor Ekonomi Sumatera
Print PDF Facebook Twitter Email

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2010-2025 menetapkan strategis pelaksanaan MP3EI dengan mengintergrasikan 3 (tiga) hal elemen utama yaitu pertama, mengembangkan potensi ekonomi wilayah di enam koridor Ekonomi Indonesia yaitu salah satunya Koridor Ekonomi Sumatera; kedua, memperkuat konektivitas nasional yang terintegrasi secara lokal dan terhubung secara global; ketiga, memperkuat kemampuan SDM dan Iptek nasional untuk mendukung pengembangan program utama di setiap koridor ekonomi.

 

Oleh karena itu, pengembangan koridor ekonomi MP3EI harus diiringi dengan penguatan klaster inovasi sebagai centre of excellence dalam rangka mendukung peningkatan kemampuan berinovasi untuk meningkatkan daya saing. Pengembangan centre of excellence tersebut diharapkan terintegrasi kuat dengan klaster-klaster unggulan.

 

Kabupaten Pelalawan yang termasuk dalam Koridor Ekonomi Sumatera telah menetapkan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) sebagai tema penting dalam pengembangan daerahnya yang mendukung pengembangan kawasan teknopolitan industri sawit. Kelapa Sawit merupakan kegiatan ekonomi utama di Koridor Sumatera.

 

Kabupaten Pelalawan telah melakukan lompatan pola pikir dengan menggagas pembangunan teknopolitan untuk mendukung berkembangnya potensi kelapa sawit yang dimiliki daerah menjadi komoditas yang memiliki  nilai tambah lebih. Tujuan pembangunan teknopolitan ini adalah sebagai kota baru dan pusat pengembangan ekonomi baru di koridor sumatera.

 

Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta dan Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa mendukung pencanangan kawasan teknopolitan di Kabupaten Pelalawan.

 

Menegristek, Gusti Muhammad Hatta menilai, pembangunan teknopolitan di Pelalawan harus mengedepankan intervensi teknologi untuk kesuksesannya. Pencanangan kawasan itu, lanjutnya adalah sebuah lompatan besar karena Indonesia masih terus mengandalkan sumber daya komparatif karena kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah.

 

Menegristek sangat mendukung program teknopolitan pelalawan. Menurutnya, diharapkan dari berbagai produksi hasil industri hilir kelapa sawit teknopolitan di Kabupaten Pelalawan ini dapat berkembang menjadi baik dan berkualitas.

 

“Kami sangat mendukung dan mengawal dengan program teknopolitan ini, diharapkan, daerah teknopolitan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Pelalawan” tutur Gusti Muhammad Hatta, di Gedung Daerah Laksmana Mangkudiraja, Kabupaten Pelalawan pada, 10 April 2012 dalam “Workshop dan FGD Penguatan Sistem Inovasi Untuk Mendukung Industri Kelapa Sawit Dalam Rangka Implementasi Koridor Ekonomi Sumatera”.

 

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa yang juga hadir dalam kegiatan tersebut memuji gagasan teknopolitan industri hilir kelapa sawit karena bisa mempercepat  realisasi MP3EI 2010 – 2025. Karena itu, kawasan teknopolitan harus berbasis inovasi dan kolaborasi dari semua kepentingan. 

 

Menurut Hatta Rajasa, pembangunan kawasan teknopolitan industri hilir sawit sangat tepat untuk mendatangkan nilai tambah bagi komoditas.

 

Dengan hal tersebut Kabupaten Pelalawan telah ditunjuk Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai salah satu kawasan industri hilir kelapa sawit wilayah sumatera. Untuk mensukseskan program tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa; Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta dan Kepala BPPT, Marzan A Iskandar menandatangani prasasti Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Gedung Daerah Laksanama Mangkudiraja. (md/humasristek)



Selasa 19 Agustus 2014
Simposium Nasional Implementasi Hasil Riset Vaksin
Senin 18 Agustus 2014
Inovasi untuk Komunitas ASEAN yang Lebih Baik
Minggu 17 Agustus 2014
Iptek Bagi Pembangunan Nasional
Rabu 13 Agustus 2014
Seminar Sejarah dan Peradaban Medang–Aspek Perkembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Nusantara
Rabu 13 Agustus 2014
Menristek Dapat Pengahargaan Bintang Mahaputra Adipradana
Rabu 13 Agustus 2014
Penutupan RITECH EXPO 2014
Rabu 13 Agustus 2014
Wujud Penghargaan Kemenristek Bagi Pegiat Iptek Tanah Air
Selasa 12 Agustus 2014
Puncak Peringatan Hakteknas ke-19
Selasa 12 Agustus 2014
Seminar Nasional Iptek 2014 : Membangun Ide untuk Kemandirian Pangan, Energi dan Air
Senin 11 Agustus 2014
Musrennas Iptek 2014 : Iptek untuk Daya Saing Bangsa
[ Berita lainnya ]