Ristek Headline |
Tuesday, July 29, 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Wednesday, July 16, 2014
Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Asdep Jaringan Penyedia Dengan Pengguna dan Menristek

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Thursday, April 12, 2012
Kemenristek Dukung Kawasan Teknopolitan di Pelalawan Koridor Ekonomi Sumatera
Print PDF Facebook Twitter Email

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2010-2025 menetapkan strategis pelaksanaan MP3EI dengan mengintergrasikan 3 (tiga) hal elemen utama yaitu pertama, mengembangkan potensi ekonomi wilayah di enam koridor Ekonomi Indonesia yaitu salah satunya Koridor Ekonomi Sumatera; kedua, memperkuat konektivitas nasional yang terintegrasi secara lokal dan terhubung secara global; ketiga, memperkuat kemampuan SDM dan Iptek nasional untuk mendukung pengembangan program utama di setiap koridor ekonomi.

 

Oleh karena itu, pengembangan koridor ekonomi MP3EI harus diiringi dengan penguatan klaster inovasi sebagai centre of excellence dalam rangka mendukung peningkatan kemampuan berinovasi untuk meningkatkan daya saing. Pengembangan centre of excellence tersebut diharapkan terintegrasi kuat dengan klaster-klaster unggulan.

 

Kabupaten Pelalawan yang termasuk dalam Koridor Ekonomi Sumatera telah menetapkan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) sebagai tema penting dalam pengembangan daerahnya yang mendukung pengembangan kawasan teknopolitan industri sawit. Kelapa Sawit merupakan kegiatan ekonomi utama di Koridor Sumatera.

 

Kabupaten Pelalawan telah melakukan lompatan pola pikir dengan menggagas pembangunan teknopolitan untuk mendukung berkembangnya potensi kelapa sawit yang dimiliki daerah menjadi komoditas yang memiliki  nilai tambah lebih. Tujuan pembangunan teknopolitan ini adalah sebagai kota baru dan pusat pengembangan ekonomi baru di koridor sumatera.

 

Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta dan Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa mendukung pencanangan kawasan teknopolitan di Kabupaten Pelalawan.

 

Menegristek, Gusti Muhammad Hatta menilai, pembangunan teknopolitan di Pelalawan harus mengedepankan intervensi teknologi untuk kesuksesannya. Pencanangan kawasan itu, lanjutnya adalah sebuah lompatan besar karena Indonesia masih terus mengandalkan sumber daya komparatif karena kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah.

 

Menegristek sangat mendukung program teknopolitan pelalawan. Menurutnya, diharapkan dari berbagai produksi hasil industri hilir kelapa sawit teknopolitan di Kabupaten Pelalawan ini dapat berkembang menjadi baik dan berkualitas.

 

“Kami sangat mendukung dan mengawal dengan program teknopolitan ini, diharapkan, daerah teknopolitan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Pelalawan” tutur Gusti Muhammad Hatta, di Gedung Daerah Laksmana Mangkudiraja, Kabupaten Pelalawan pada, 10 April 2012 dalam “Workshop dan FGD Penguatan Sistem Inovasi Untuk Mendukung Industri Kelapa Sawit Dalam Rangka Implementasi Koridor Ekonomi Sumatera”.

 

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa yang juga hadir dalam kegiatan tersebut memuji gagasan teknopolitan industri hilir kelapa sawit karena bisa mempercepat  realisasi MP3EI 2010 – 2025. Karena itu, kawasan teknopolitan harus berbasis inovasi dan kolaborasi dari semua kepentingan. 

 

Menurut Hatta Rajasa, pembangunan kawasan teknopolitan industri hilir sawit sangat tepat untuk mendatangkan nilai tambah bagi komoditas.

 

Dengan hal tersebut Kabupaten Pelalawan telah ditunjuk Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai salah satu kawasan industri hilir kelapa sawit wilayah sumatera. Untuk mensukseskan program tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa; Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta dan Kepala BPPT, Marzan A Iskandar menandatangani prasasti Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Gedung Daerah Laksanama Mangkudiraja. (md/humasristek)



Thursday, July 17, 2014
Menristek Resmikan Workshop Fasilitas Pilot Plant Riset Baterai Lithium
Monday, July 14, 2014
Menristek Hadiri Peresmian RS Pusat Otak Nasional
Tuesday, July 8, 2014
Sinkronisasi Kebijakan, Program dan Pendanaan Iptek 2015-2019
Monday, July 7, 2014
Buka Puasa Bersama : Mari Kita Tingkatkan Keimanan dan Pengabdian Kita
Monday, July 7, 2014
DWP Kemenristek Serahkan Santunan Pendidikan
Friday, July 4, 2014
Pengembangan Teknologi Transportasi Multiguna Pedesaan Hasil Konsorsium Riset
Friday, July 4, 2014
Peresmian Bio Center Plant dan Ground Breaking Unit Produksi Enzim PT Petrosida Gresik
Thursday, July 3, 2014
Pengembangan Industri Perdesaan Berbasis Sumber Daya dan Produk Lokal Ternak Ruminansia Kecil dalam Wadah Konsorsium
Tuesday, July 1, 2014
Kemenristek Dorong Penguatan Jaringan Riset dalam Pengembangan Energi Alternatif di Kota Surakarta
Tuesday, July 1, 2014
Indonesia - Iran: Dua Negara Islam Bersahabat yang Berkomitmen untuk Melaksanakan Penelitian dan Produksi Iptek Bersama
[ Berita lainnya ]