Ristek Headline |
Jumat 28 Agustus 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 19 Agustus 2015
The 5th Steering Committee Meeting in The Field of Geothermal Energy

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
Info Pengadaan Barang Dan Jasa

surat

Ristek TV

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 03 Oktober 2011
Seminar Nasional Hari Pangan Sedunia XXXI
Print PDF Facebook Twitter Email

Undang-Undang No 7 tahun 1996 tentang pangan menyebutkan bahwa ketahanan pangan adalah terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutu, aman, merata dan terjangkau. Tugas dan tanggung jawab pencapaian ketahanan pangan tidak dapat dibebankan pada pelaku tunggal sektoral atau kementerian, namun menjadi tanggung jawab semua kalangan. Sesuai dengan Konferensi FAO ke-20 di Roma tahun 1975, melalui Resolusi Nomor 1 tahun 19879, dicapai kesepakatan antara anggota FAO untuk  memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) setiap tanggal 16 Oktober mulai tahun 1981. Peringatan HPS XXXI tahun 2011 akan dipusatkan di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Salah satu kegiatan yang merupakan rangkaian memperingati HPS adalah seminar nasional HPS XXXI yang kali ini bertema “Penguatan Peran Para Pihak dalam Mendukung Akses pangan Menuju Ketahanan Pangan Nasional”. Seminar ini merupakan kerjasama dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Riset dan Teknologi serta aliansi LSM yang tergabung dalam Masyarakat Peduli pangan Nusantara.

Seminar nasional HPS XXXI tahun 2011 diselenggarakan di Hotel Menara Peninsula Jakarta pada 29 September 2011 dan dibuka oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Dalam sambutannya, Menteri Kehutanan menyampaikan peran hutan sebagai sumber pangan, energi dan air serta dukungan penuh Kementerian Kehutanan dalam pencapaian target nasional surplus 10 juta ton beras dan tidak ada impor gula pada tahun 2014 seperti arahan dari Presiden. “ Salah satu bentuk dukungan adalah Kementerian Kehutanan siap mengalokasikan lahan untuk tanaman pangan seluas ±300.000 ha dan diharapkan BUMN dapat berperan aktif dalam pengelolaan lahan tersebut,” tegas Zulkifli Hasan.

Harry Santoso selaku Direktur Jenderal Bina Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial menyampaikan makalah dengan judul “Peran Sektor Kehutanan dalam Mendukung Akses Pangan” . Dalam paparannya disampaikan tentang kebijakan, potensi dan langkah-langkah strategis yang hendak dilakukan oleh sektor kehutanan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, terutama kontribusi kehutanan dalam mendukung pencegahan dan upaya mengatasi kerawanan pangan, dengan tetap memperhatikan kelestarian hutan.

Irsal dari Kementerian Pertanian menyampaikan materi yang berjudul “Pemanfaatan Lahan Marjinal (Sub Optimal) dalam Mendukung Ketersedian dan Akses Pangan Masyarakat”. Antara lain disampaikan tentang kebutuhan lahan yang semakin meningkat, potensi pemanfaatan lahan sub optimal untuk memenuhi kebutuhan akan lahan pertanian serta teknologi-teknologi pemanfaatan lahan sub optimal melaui varietas unggul baru, pengelolaan terpadu lahan-air-tanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman, pasca panen dan pengolahan hasil. Selain itu untuk menjaga kualitas lahan juga dibutuhkan konservasi dan pengelolaan sumber daya air pada lahan kering serta antisipasi dampak perubahan iklim.

Makalah ketiga adalah “Agroekologi dan Perdagangan Berkeadilan untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Petani Kecil” yang disampaikan oleh Witoro dari Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan yang menyoroti tentang pentingnya agorekologi (agroforestri, pengendalian hayati, metode pemanenan air, tumpang sari, tumbuhan penutup, pupuk hijau, tanaman campuran dan manajemen peternakan), perdagangan berkeadilan (fair trade) dan kewirausahaan sosial bagi kesejahteraan petani sebagai kelompok yang  terpinggirkan. Pembahas pada sesi 1 adalah Pantjar Simatupang, Staf Ahli Menteri bidang kebijakan, Kementerian Pertanian.

Sidang pleno kedua diawali dengan materi dari Asisten Deputi Kompetensi Kelembagaan, Kemenristek yaitu “ Sistem Inovasi Nasional Ketahanan Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat”. “Sistem Inovasi nasional  ketahanan pangan secara esensial terdiri dari 2 aktor penting yaitu pengembang teknologi pangan dan pengguna teknologi pangan yang saling berinteraksi sehingga aliran teknologi pertanian/pangan dari lembaga pengembang ke pengguna teknologi serta aliran informasi dari lembaga pengguna ke pengembang teknologi berjalan lancar,” ujar Budiastra.

Materi selanjutnya adalah “Minapolitan untuk Membangun Kemandirian Pangan” yang disampaikan oleh Victor P.H. Nikijuluw, Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, KKP. Dalam paparannya disampaikan tentang konsep minapolitan, tujuan, tahapan pengembangan serta lokasi-lokasi yang sudah dikembangkan sebagai minapolitan baik berbasis perikanan budidaya maupun perikanan tangkap.

Pemakalah terakhir adalah “Peran Penyuluh dalam mendukung Ketahanan Pangan” yang disampaikan oleh Momon Rusmono, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Kementan. Beliau menyampaikan tentang peran dan dukungan sistem penyuluhan pertanian yang andal dan komprehensif dalam rangka mewujudkan petani yang berdaulat dan mandiri sebagai subyek pembangunan pertanian. Dukungan dan peran penyuluh ditingkatkan melalui penataan kelembagaan penyuluh, penetapan kebijakan satu desa satu penyuluh, peningkatan kompetensi dan profesionalisme penyuluh, pemanfaatan cyber extension, media audio visual dan media cetak sebagai media penyuluhan. Tidak kalah penting adalah food education sejak dini yang diharapkan dapat mendukung diversifikasi pangan untuk memperkuat ketahanan pangan. Pembahas pada sidang pleno kedua adalah Hermanto Siregar (Wakil Rektor, IPB).
Hasil-hasil diskusi dalam seminar selanjutnya dibuat rumusan untuk selanjutnya dilaporkan kepada Presiden dalam bentuk prosiding pada acara puncak HPS XXXI di Gorontalo yang akan datang. (RR/ad3-dep1/ humasristek)



Senin 24 Agustus 2015
Sekjen Kemenristekdikti : Mahasiswa UNSOED Harus Jadi Pemimpin Berkarakter Kebangsaan
Senin 24 Agustus 2015
Workshop and Exhibition SATREPS 2015
Senin 24 Agustus 2015
KKN Kebangsaan: Pengabdian dan Pemupukan Rasa Persatuan dan Cinta Tanah Air
Sabtu 22 Agustus 2015
Menristekdikti Kunjungi Kampus 2 UNIPA Sorong
Jumat 21 Agustus 2015
Menristekdikti Kembangkan STP di Papua Barat
Kamis 20 Agustus 2015
Dies Natalis UNM: Menristekdikti Hadiri Seminar Nasional dan Internasional
Senin 17 Agustus 2015
Menko Maritim Pimpin Upacara Bendera Peringatan HUT RI ke-70
Senin 17 Agustus 2015
Menristekdikti Lepas Mobil Surya ITS
Kamis 13 Agustus 2015
Menristekdikti Hadiri Serah Terima Jabatan Menko Maritim
Rabu 12 Agustus 2015
FGD: Membedah Industri Albumin dari Segala Aspek
[ Berita lainnya ]