  Rabu, 21 September 2011, Kementerian Riset dan Teknologi telah memulai kegiatan pelatihan intermediator teknologi tahap I. Pelatihan ini akan berlangsung dari tanggal 21 September – 5 Oktober 2011 dan dilaksanakan di Graha Widya Bhakti Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Tangeran Selatan. Setelah mengikuti pelatihan tahap I, peserta akan diberangkatkan ke Jerman untuk mengikuti pelatihan tahap II yang akan berlangsung mulai tanggal 7 Oktober – 30 Nopember 2011. Selanjutnya, setelah kembali ke Indonesia, peserta akan langsung megikuti pelatihan tahap III mulai tanggal 5 – 10 Desember 2011 di Puspiptek.
Peserta yang mengikuti pelatihan tahap I sebanyak 30 (tiga puluh) orang yang telah lulus seleksi dari 101 (seratus satu) orang pendaftar. Pelatihan tahap I bertujuan untuk memberikan wawasan dan bersifat pembekalan kepada peserta sebelum mengikuti pelatihan inti di Jerman. Beberapa materi yang diberikan kepada peserta adalah pengenalan lembaga dan aktivitas lembaga intermediasi, kondisi Industri Kecil Menengah di Indonesia, kondisi Lemlitbang di Indonesia, wisata Puspiptek Sistem Inovasi dan Team Building. Nara sumber/trainer yang memberikan materi pada pelatihan tahap I berasal dari UPT Biomaterial LIPI, PT. Karya Anugrah Rumpin dan PT. Sinergi Cipta Inovasi. Khusus materi team building, Ristek bekerja sama degan tim trainer dari Lembaga Manajemen Terapan Trustco Jakarta. Selain itu, peserta juga akan melakukan kunjungan ke salah satu industri yaitu PT. Karya Anugrah Rumpin untuk melihat secara langsung kegiatan di industri.
Dalam sambutannya, Santosa Yudo Warsono (Asisten Deputi Iptek Industri Kecil Menengah) selaku koordinator kegiataan mengatakan bahwa Kementerian Ristek telah mulai mengembangkan kegiatan intermediasi sejak 2004. Dalam perkembangannya masih banyak menghadapi kendala, salah satunya adalah minimnya tenaga intermediator teknologi. Santosa berpesan kepada peserta agar memanfaatkan pelatihan ini semaksimal mungkin untuk mempersiapkan menjadi seorang intermediator teknologi yang unggul. Intermediator teknologi diharapkan dapat membantu tugas Kementerian Ristek dalam proses alih teknologi yang masih belum berjalan optimal. (ad4-dep5/ humasristek) |